Khuntoria Next Love Story FF [ONESHOOT]

Published May 19, 2012 by fanfiction2012

Author : Kim L
Cast : Khuntoria ( Nickhun and Victoria )
Other cast : 2pm, f(x), JYP nation Sment artist
Rank : T
Ket : FF yang didedikasikan untuk semua khuntoria khuntorians. Setelah menyelesaikan syuting we got married, nickhun dan victoria atau yang lebih dikenal dengan khuntoria akhirnya menjadikan kisah vareaty menjadi reality, yaa mereka saling berkencan satu sama lain. Namun dikarenakan kontrak di grup mereka masing-masing mereka diharuskan untuk backstreet. Check it out..

Nickhun POV
Ku sirup segelas kopi panas yang ada dihadapanku saat ini sembari menunggu wanita yang sudah selama 12 bulan belakangan ini ku pacari. Sebelumya kami adalah pasangan dalam acara we got married, tidak perlu waktu lama untuk bisa jatuh hati padanya, kurang lebih dalam waktu 6 bulan awal proses syuting aku mulai menaruh hati untuknya. Pada dasarnya Victoria song adalah tipe ideal ku, aku benar-benar beruntung dipasangkan denganya dalam acara itu. Setelah mengetahui sifatnya lebih dalam tidak disangka dia adalah orang yang baik, ramah bahkan bisa dikatakan naif itulah yang membuat aku semakin ingin memilikinya sebagai kekasih. Aku pikir hanya aku yg merasakan itu, tetapi setelah aku mengungkapan isi hatiku ternyata ia juga merasakan hal yang sama.

“oppa!!!” aku merasakan seseorang menepuk bahuku dengan lembut, aku menoleh

“eo!! Kau sudah datang?” aku menyunggingkan senyum ku padanya, ia terlihat memakai setelan mantel dengan syal yg tebal menutupi mulutnya beserta topi yg menutupi sedikit wajahnya yang cantik.

“oppa, mengapa kau mengajak ku bertemu di tempat seperti ini? Bagaimana jika ada yg melihat? bahkan kau hanya memakai topi dan jacket, huh” ia sedikit mengerucutkan bibirnya membuatku semakin gemas. Walau umurku setahun lebih muda darinya. Ia tetap ingin memanggil ku oppa, tentu saja aku tidak keberatan itu malah terdengar menggemaskan jika pacarku ini yang menyebutnya.

“mianhe membuatmu tidak nyaman, aku hanya ingin mencoba sekali saja berpacaran seperti orang biasa” ucapku menenangkannya, seraya merapikan poninya yang sedikit tidak beraturan.

“Mworago?!? Cih” ia menatapku seperti terkejut namun setelah itu mengeluarkan senyuman tidak suka seraya membuang muka.
Kudekatkan wajahku ke wajahnya untuk memastikan bahwa ia sungguhan marah atau hanya bercanda. Namun ternyata tidak ada respon. Ia malah membuang mukanya lagi.

“aiiiiish dia benar-benar terlihat seram jika sedang marah” ucapku lagi, yap memang aku lebih suka melihatnya memarahiku dengan omelan yang seperti mercon ataupun memukuli dadaku hingga membiru dari pada ia marah tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ntah mengapa melihatnya diam itu lebih sakit dibandingkan satu pukulan dihidungku sekalipun

“jongmal mianhe, kalau kau benar-benar tidak nyaman. Kita bisa pergi sekarang” ucapku lagi seraya mengenggam tangannya yg ia biarkan bebas sedari tadi di atas meja.

“aniyo, sudahlah tidak apa apa” ucapnya seraya melepaskan genggaman tanganku.

Pikiranku mulai menjalar sebenarnya ada apa dengannya? Apakah kesalahanku mengajaknya bertemu ditempat umum begitu fatal? Atau ia sedang PMS, ahh tapi apa mungkin wanita mengalami PMS dua kali dalam sebulan. Karena seingatku dua minggu yang lalu dia sudah PMS, dan masa itu adalah benar benar cobaan untuk ku, dimana jika aku tidak menelponnya dia pasti akan memarahiku tapi jika aku menelponnya terlalu sering dia pasti akan mengatakan “oppa!! kau sudah menelponku berapa kali huh? bahkan jika pada saat sperti ini mendengar telfon berdering saja rasanya aku ingin membalikan gunung moon Everest, kau tau?” aku pasti akan terkekeh sendiri jika mengingat perkatannya yang satu ini. Yeoja chingu ku ini memang unik, that’s why i love her even to much

Aku hanya tersenyum ke arahnya mencoba mengerti keadannya yg mungkin ia sedang lelah setelah perjalanan Smtown nya. “jadi kau mau pesan apa chagi-aa?” ucapku seraya memilih milih menu

“seterah oppa saja” ia masih saja bersikap dingin padaku, aisssh ayolah vict aku benar-benar merindukan canda tawa dan aegyo mu setelah seminggu lebih kita tidak bertemu. Lagi-lagi aku hanya tersenyum melihatnya yap aku benar-benar harus mengerti dirinya saat ini. Setelah ku tetapkan akan memesan apa, kemudian aku memanggil waitress yg sedari tadi spertinya memperhatikan kami dari meja kasir.

“aku mau memesan dua cheese spagethi dan dua frozen vanilalate+cream” ucapku kepada waitress itu, setelah ia selesai mencatat pesananku. Aku melihat ia mengeluarkan handphonenya “nickhun-ssi bolehkah aku berfoto denganmu?” aku cukup terkejut, kemudian aku melihat ke arah vict ia hanya terdiam melihat ke arah jendela sambil merapatkan syalnya agar waitress ini tidak mengenalinya mungkin.

“Mianhe aku sedang tidak ingin berfoto saat ini. sekali lagi aku meminta maaf” ucapku memberi penjelasan
“ne agepshimnida. Maaf atas kelancanganku nickhun-ssi” dia membukukan badannya dua kali ke arahku. Baru kali ini aku menolak berfoto bersama fan. Jika vict tidak dalam keadaan seperti ini aku pasti tidak menolak untuk berfoto
“ne gwenchana, sekarang bisa kah kau membawakan pesananku? Kami benar-benar lapar saat ini” aku mengeluarkan senyumanku ke arah waitress ini, untuk mengartikan bahwa sebenarnya aku tidak terganggu dengan sikapnya yang ingin berfoto denganku
“ne!!” ucapnya seraya pergi secepat kilat. Aku tersenyum melihat tingkahnya

Author POV
-dua menit berlalu dalam keadaan khun menatap vict dengan wajah ingin tau namun vict masih terdiam sambil melihat ke arah luar jendela-

“ada apa? jika kau ada masalah ceritakan saja padaku” tanya pria berperawakan kekar dan tampan itu kepada wanita yg ada dihadapannya. Wanita itu terlihat sangat tertutup, dengan mantel yang tebal dan syal sedikit menutup mulutnya, rambut panjangnya dibiarkan tergurai namun tetap ditutupi topi
“tidak ada masalah apa-apa” jawab wanita itu dengan ketus. Ntah mengapa pria tampan yang bernama nickhun ini merasa di acuhkan tanpa sebab oleh kekasihnya pada saat ini
“bagaimana Smtown paris mu? Menyenangkan?” lagi-lagi nickhun mencoba untuk mencairkan suasana
“emh!!” jawab vict singkat masih dengan posisi melihat ke arah luar jendela tanpa sedikit pun melirik ke arah kekasihnya itu, namun kekasihnya itu tetap tersenyum walau vict sedang mengacuhkannya saat ini. Tidak lama kemudian makanan yg dipesan pun datang
“ne, gamsahamnida” ucap khun seraya mengeluarkan senyuman manisnya

Suasana makan siang yg benar-benar garing sedang terjadi pada pasangan ini. Khun terlihat menikmati spagetti nya walau sesekali mencuri pandang ke arah vict yang terlihat seperti tidak berselera makan. Sungguh berbanding terbalik dengan vict yg biasanya, dia adalah tipe wanita yg tidak memilih makanan, dia adalah tipe wanita yang suka memakan semuanya.
“ahh mashittaa” srooot….. ucap khun seraya menyedot frozen cappucinonya
Spaghetti milik khun sudah hampir habis, namun pemandangan lain terlihat di plate milik vict bisa dijelaskan bahwa baru separuh spaggetti yg dimakannya.
“aku tidak habis” vict seraya melepaskan garpu dan sendoknya dengan kasar
“makanlah sedikit-sedikit, aku akan membantumu. Kajja” dengan penuh kesabaran khun mengambil setengah spagetti milik vict walau sesungguhnya ia juga sudah kenyang pada saat ini.
“oppa aku mau pulang” khun benar-benar terkejut dengan kata-kata vict barusan, ‘apa? baru bertemu dan mengalami makan siang yg segaring ini dia minta pulang? Sebenarnya apa yang salah?’ pikir khun

“habiskan dulu, baru kita pulang.ok” jawab khun dengan nada sabar, namun tanpa disangka vict menarik tasnya dan berjalan kearah luar café. Karna tidak sempat menahan vict dengan sigap ia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar makanan yg ia pesan kemudian berlari mengejar vict

Tidak seperti drama drama biasanya yang selalu ada saja taksi yang menunggu didepan café kali ini belum ada taksi yg lewat, jadi vict masih berdiri menunggu didepan café
“biar aku yang mengantarmu” khun sambil menarik tangan vict ke arah mobilnya. Tanpa penolakan vict pun menurut

Nickhun POV
Suasana garing saat makan siang tadi masih berlanjut di mobil ku saat ini, ntah kesalahan fatal apa yg telah kulakukan hingga kemarahannya sebesar ini. Seingatku aku tidak melakukan adegan apa-apa dengan wanita lain diacara manapun belakangan ini dan bahkan ia masih baik-baik saja saat ditelfon aku mengajaknya bertemu.

setelah sejam berkeliling kota seoul tanpa arah dan tujuan akhirnya ku berhentikan mobil ku didepan taman yg tidak jauh dari dorm vict, tempat biasa aku menurunkannya jika kami pulang berkencan

“mianata”ucapku meminta maaf secara formal, walau aku tidak tau letak kesalahanku dimana. Aku tetap harus meminta maaf pada nya, karna tidak mungkin ia seperti ini tanpa sebab
“untuk kesalahan mu yg mana?” tanya vict tanpa melihatku sedikitpun
“aku tidak tau kesalahanku dimana, tapi aku yakin aku pasti panya salah. Karna tidak mungkin kau seperti ini tanpa sebab kan”
“……” tanpa jawaban darinya, ku ubah posisiku yg tadinya menghadap stir sekarang menghadap ke arahnya. Aku bisa melihat vict hanya menatap ke arah luar jendela sejak tadi
“kumohon jangan seperti ini” ku ambil tangannya lalu ku genggam, aku merasakan sedikit penolakan. ia seperti ingin melepaskan genggamanku. Namun aku masih menahan tangannya untuk ku genggam, ia akhirnya menatap ke arahku. Dan Sekarang kami dalam keadaan saling bertatapan.

“aku yang seharusnya meminta maaf” ucap vict membuatku bingung, aku hanya mengangkat sebelah alisku. namun aku tidak bertanya mengapa harus ia yg meminta maaf padaku, biarkan ia yg menjelaskan sendiri batinku

“bukankah tadi katamu kau ingin merasakan berpacaran seperti orang biasa?” ucapnya, baiklah aku mulai mengerti sekarang, ternyata ucapanku dicafe tadi yang membuatnya tersinggung.

“maksudku bukan….~” belum selesai aku bicara vict malah memotongnya

“maaf karna tidak bisa membuatmu berpacaran seperti orang biasa, tidak bisa makan pop corn sambil menonton bioskop, tidak bisa makan siang bersama atau makan malam romantis. Dan mungkin hal ini yg paling kau inginkan yaitu jalan bersama tanpa harus memakai masker dan topi kan?!?” ia berbicara masih dengan kedua mata kami yg bertatapan, matanya juga mulai ber air sekarang.

“aniyooo” jawabku bukan maksud membela diri, karna pada dasarnya 80% dari ucapannya barusan adalah benar, namun aku bisa mengerti mengingat kami tergabung dalam dua member grup yang berbeda. Dan jika scandal kami dicium oleh netizen, aku tidak bisa membayangkan dampak buruk apa yang akan terjadi pada grup kami. Bukan hanya grup kami tapi management kami pun akan terkena dampaknya

“kau salah paham chagi-aa, maksud ku bukan seperti itu” lanjutku
“mianhe nickhun-ssi! Jongmal mianhe, setelah aku memikirkan ini semua. sepertinya kita tidak bisa terus seperti ini” aku hanya bisa tercengang mendengar ucapannya barusan.

“apa maksudmu?” untuk kesekian kalinya aku hanya bisa menelan ludahku yang kering

“sudahlah lupakan ini. kita sudah tidak bisa berpacaran sebebas dulu. Dulu tanpa disuruh beradegan mesra pun kita sudah mesra, Dulu jika kita terlihat jalan bersama, management masih bisa mengatakan kita dalam proses syuting we got married. Dulu aku masih bisa mengatakan dengan bangganya bahwa nickhun-ssi adalah tipe idealku dan aku bangga mempunyai suami sepertinya. Itu semua hanya bisa kita lakukan dulu” ia mengucapkannya dengan suara yang bergetar dan terlihat air mata yang tertahan di kedua pelupuk matanya. Aku sungguh sesak mendengar ucapannya, ia mengucapkan ini seolah-olah hubungan kami yang sekarang tidak ada harganya lagi.

“apa menurutmu hubungan yang diciptakan oleh script itu lebih baik? apa menurutmu hubungan kita yang dulu itu lebih baik dari sekarang?”

“……” ia tak menjawab pertanyaanku, ia hanya menyeka air matanya yang mulai jatuh, melihat ini dadaku semakin sakit. ku ubah posisiku yang sedari tadi mengarah vict menjadi menghadap lurus. Aku sungguh tidak kuat menatapanya menahan tangisannya. Namun disatu sisi aku marah padanya mengapa dengan semudah itu ia tidak menghargai hubungan yang telah kami jalin setahun belakangan ini. Setelah menyembunyikannya dari fans, dan sempat tercium beberapa kali ternyata ia tak pernah menghargai ini semua?

“kau tidak menjawab, maka ku artikan bahwa ‘iya’ adalah jawabanmmu vict. aku tidak menyangka kau semudah itu membandingkan hubungan kita yang dulu dan sekarang. setelah setahun kita menjalani ini” ucapku ku masih dengan bernada dingin

Ia menyeka air matanya untuk kesekian kalinya, ingin sekali aku memberikannya sebuah pelukan hangat, menyapu air matanya, dan mengatakan ‘aku tidak apa-apa’ tapi kenyataannya sudah terlanjur terjadi apa-apa di lubuk hatiku yang paling dalam.

Tidak lama aku melihat ia mulai melepaskan sit beltnya, dengan reflek tanganku langsung membuka door lock mobilku. Seperti biasa jika kami sedang adu argumentasi di dalam mobil ia pasti keluar dari mobilku lebih dulu meninggalkan ku yang masih dalam keadaan bicara, lalu aku mengejarnya dan kembali ketitik seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Namun kali ini berbeda, kali ini jika ia keluar dari mobilku aku tidak akan mengejarnya sepertinya aku sudah terlanjur kecewa.

“keluarlah, aku tau kau mau keluar. Aku benar-benar kecewa dengan ini. Gomawo” ucapku tanpa sedikitpun menengok ke arahnya lagi.

‘brukkkk’ vict baru saja keluar dari mobilku dengan membanting pintunya

Aku hanya bisa menatap punggungya yang berjalan semakin jauh.

Benar, kau sudah melakukan hal yang benar khun. Untuk apa kau menahan wanita yang tidak menghargai hubungannya sendiri dengan kekasihnya.

‘bukkkk’ ku pukul stir mobil ku lalu Ku hidupkan mesin mobilku Setelah kulihat ia masuk ke gedung apartementnya. Walau aku sedang kesal padanya tapi aku belum merasa tenang jika belum melihatnya masuk apartement dengan aman.

Victoria POV
Kumasukan 6 digit password dormku, sebelum masuk ke dorm aku menepuk nepuk wajahku tiga kali agar tidak terlihat habis menangis. “aku pulang” ucapku seraya membuka pintu, namun suara ternyata tidak bisa berbohong, suaraku terdengar berbeda saat ini mungkin karna habis menangis.

“eo??? Lee yong dae-ssi kau ada disini?” aku sedikit terkejut melihat lee yong dae ada di dormku.
Sulli dan Lee Yong Dae oppa baru berpacaran selama kurang lebih 3 bulan belakangan ini saat pertama kali mendengar hubungan mereka aku sangat senang sekali karna yang memperkenalkan mereka berdua adalah nickhun dan aku
“anyeong victoria-ssi” jawab yong dae oppa juga terkejut seraya bangkit dari kursinya
“eonnie kau sudah pulang?” teriak sulli dari arah dapur
“eonnie yong dae oppa kesini karna ingin……~”
“ne, aku mengerti sulli-aa. Kalau begitu aku kekamar dulu,ok.” Tanpa sengaja aku memotong omongan sulli. Saat aku berjalan ke arah kamar tadi, aku bisa melihat wajah sulli dan yong dae oppa terlihat bingung melihat tingkahku.
‘mianhe sooooll, eonnie sedang dalam mood yang tidak baik saat ini’ batinku seraya merebahkan tubuhku dikasur
aku percaya pada mereka tidak akan melakukan tindakan yang tidak-tidak jika aku meninggalkan mereka berdua diruang tamu. Yong dae oppa adalah orang yang sopan terhadap wanita, sama seperti nickhun.

Mengingat nickhun air mataku mulai ingin keluar lagi, kulempar tas ku entah kemana dan kuhempaskan tubuhku dikasur. Kututup muka ku dengan bantal agar tidak terdengar isakan tangisku. Sekarang aku bisa menangis sepuas hatiku walau mesti terisak. Ku ingat kembali bagaimana tadi nickhun menyuruhku keluar mobilnya

FLASHBACK
Victoria POV
“kau tidak menjawab, maka ku artikan bahwa ‘iya’ adalah jawabanmu vict. aku tidak menyangka kau semudah itu membandingkan hubungan kita yang dulu dan sekarang. setelah setahun kita menjalani ini”

aku benar-benar tidak sanggup mendengar nickhun mengucapkan ini dengan nada dinginnya, air mataku mulai mengalir deras. Aku sudah tidak sanggup lagi menahannya, aku ingin memeluk lelaki yang disebelahku ini, benar-benar ingin memeluknya, meminta maaf dan mengatakan bahwa aku tidak akan mengulangi hal ini lagi. Ku lepaskan sitbelt yang mengikatku sedari tadi agar aku bisa memeluknya. Namun ‘Ceklek’ aku mendengar suara door lock mobilnya terbuka.

“keluarlah, aku tau kau mau keluar. Aku benar-benar kecewa dengan ini. Gomawo” aku hanya bisa tercengang menatap pria yang ada dihadapanku saat ini. Bernafas pun aku merasa sesak. Tanpa menunggu apapun lagi aku keluar dari mobilnya, dan aku harus mengurungkan niatku untuk memeluknya
FLASHBACK END

“haaaaaaaa ngggggggg” teriaku dibalik bantal, sangkin kesalnya ku hentak-hentakan kaki ku dikasur.
“pabbo pabbo pabbooooooo!!!” teriak batinku. Kau bodoh nickhun, aku ingin memelukmu tapi kau malah mengusirku keluar. Haaaaaaaaaah!! Aku ingin meminta maaf tapi kau malah bersikap dingin padaku. Apa perasaanmu yang dulu sudah berubah?

Setelah kurang lebih setengah jam merasa puas menangis dibalik bantal, ku rogoh tas ku yang tergeletak dilantai setelah ku hempaskan tadi.
Akhirnya aku dapat yang aku cari, segera ku buka folder ‘happiest momment’ dalam handphone ku. Itu adalah folder khusus foto, video kami berdua, dan juga beberapa lagu yang direkam nickhun untuk ku.
Ku sandarkan tubuhku di dinding kasur, dan mulai membuka foto-foto kenangan ku dengan nickhun
“oppaaaa” ucapku seraya mengelus foto yang ada dihandphone ku.
Kemudian ku sentuh layar bertuliskan next, disitu terpampang foto kami berdua saat di maldive. Aku jadi menyunggingkan sedikit senyumku mengingat bagaimana nickhun menyatakan perasaannya saat kami di maldive dulu.
“oppaaaa, eothokkheee?? Apa kita putus sekarang?” ucapku lagi seraya mengelus foto yg dihandphoneku

FLASHBACK
Victoria POV
“cut!!!” ucap sang sutradara saat scene terakhir kami, ‘fiuuuh akhirnya’ batinku
“baiklah, hari ini cukup! Terimakasih kalian sudah bekerja keras. Kita lanjutkan besok pagi” samar-samar kudengar sutradara berbicara. Mungkin karna aku terlalu lelah setelah hari ini melakukan banyak kegiatan, aku jadi agak tidak memperhatikan apa yang sutradara katakan.
Aku akhirnya digiring assistant ku untuk kembali ke kamar, berjaga-jaga karna besok masih ada syuting agar aku tidak tumbang karna terlalu lelah. aku bisa melihat Semua crew sibuk merapikan barang-barang mereka, menggulung kabel, menyimpan kamera. ‘aku saja lelah, bagaimana mereka?’ pikirku. Ku lontarkan senyumku ke arah semua crew, hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menghormati setiap kerja keras mereka.
Akhirnya aku sampai dikamar ku, segera aku membersihkan tubuhku, mencuci muka dan sebagainya.
Kulihat tubuhku dikaca “eo?? Kemana namja thailand itu? aku tidak melihatanya setelah scene terakhir kami tadi” aku berbicara sendiri dengan bayanganku dikaca. Ntah kenapa tiba-tiba nickhun terlintas dipikiranku.
Ku langkahkan kaki ku keluar dari bathroom menuju lemari pakaian untuk mengganti pakaian ku
‘I am d…d…d…. danger pinnochio, remmember me!! Aw!!!’
Tidak lama terdengar handphone ku berbunyi, dengan cepat aku mengecek

From : Nickhun
Vict aku menunggu mu dipantai tempat kita foto tadi siang, cepatlah kesini.

Tiba-tiba rasa lelahku hilang dan seperti berubah menjadi ribuan bunga disekelilingku setelah menerima sms darinya. Dengan cepat aku mencari mantel dan syalku untuk bersiap keluar, ketempat dimana nickhun menungguku.
Kulangkahkan kakiku di desiran pasir putih disertai ombak yang menyapa kaki ku dengan lembut, Dipantai ini tidak terlalu ramai, terlihat hanya beberapa pasangan yang sedang menikmati angin malam maldive. Kurasa sebagian dari mereka adalah pasangan honeymoon.
“victoria-ssi” kemudian terdengar seperti suara namja yang ku kenal memanggilku dari arah selatan, dan ternyata itu adalah suami virtual ku nickhun.
“nickhun-ssi, ada apa?” ucapku seraya menghampirinya
“aniyo, aku hanya ingin jalan-jalan berdua denganmu dipantai ini tanpa di ikuti kamera?”
“oooo” ucapku meng iyakan, aku cukup senang bisa berjalan dengannya tanpa disuruh oleh script melainkan keinginan nickhun sendiri. Tanpa perintah, ternyata bibirku menyunggingkan senyum sumringah ke arahnya
“wae?? Kenapa kau tersenyum seperti itu?” ucap nickhun mengagetkan ku
“ahaaniyooo, kajja, katanya kau ingin berkeliling pantai denganku” ku tarik tangannya agar ia tidak melihat wajah mermerah ku yang ku rasa sudah seperti udang rebus.

-*-*-
Setelah lelah berjalan jalan, akhirnya kami duduk dipinggir pantai menikmati keheningan dan hanya ada suara deburan ombak yang memecah keheningan. Ku pejamkan mataku untuk beberapa saat, lalu kuhirup dengan dalam bau pantai yang benar-benar khas sekali, haaah Rasa lelahku setelah melewati rentetan schedule yang seperti rombongan semut itu terasa hilang. Mata ku beralih ke arah langit yang cerah dengan bertaburan bintang bintang. ‘benar-benar malam yang cerah’ batinku seraya menyuggingkan sebuah senyuman, aku sangat sangat sangat sangat menikmatinya.

“victoria-ssi” ohh aku bahkan sampai lupa dengan nickhun yang sedang membeli cofee di café yang tidak jauh dari pantai ini
“ini kopi mu” ucap nickhun seraya memberi ku satu cup americano coffee yang masih hangat
“gomawo nickhun-ssi” balasku seraya meminum kopinya
“3000 won” kulihat nickhun menghadap ke arahku masih dengan posisi berdiri dan menadahkan tangannya seolah meminta ganti atas kopi yg dibelikannya.
“mwo??” ku bulatkan mataku, hah aku benar benar terkejut sejak kapan nickhun perhitungan dengan ku
“ahahahah aniyo, aku bercanda” dengan tawa yang sepertinya bahagia sekali habis mengerjaiku, nickhun pun akhirnya duduk disebelahku

-tak lama kemudian-
“victoria-ssi..” lanjut nickhun lagi,aku hanya mengerucutkan bibirku, aku sengaja tidak menjawab panggilannya barusan. Terang saja aku masih sebal soal 3000 won itu
“yaaaaa~ kau marah? Hahahah mianhe” oh my god dia mendekatkan wajahnya ke muka ku, aku benar-benar berjuang agar aku tidak tersenyum melihat wajahnya yang lucu ini dengan jarak 10 cm
“vict ummaaaaa~” ucap nickhun dengan nada manja. kali ini aku benar benar sudah tidak tahan. Ku tutup wajahku dengan kedua tanganku. ku rasa mukaku benar-benar sudah menjadi kepiting rebus saat ini
“hey vict ummaaaa~ apa kau marah?” masih dengan nada manjanya kurasakan tangannya sedang membenarkan poni ku yang berantakan. Hiihihihi aku hanya bisa terkekeh dalam batinku sendiri. Aku suka adegan seperti ini, upsss aku lupa ini adalah nyata bukan sebuah adegan dalam script.

ku buka muka ku yang kututupi dengan tanganku setelah aku merasakan pipiku sudah tidak terasa panas dan memerah lagi.

“yak!! tenang saja besok akan aku ganti dua kali lipat 3000 won mu itu!! huh” ucapku dengan nada lantang, sesungguhnya aku tidak sepenuhnya marah, aku hanya ingin membalasnya karna sudah mengerjaiku tadi.

“jika aku inginnya sekarang bagaimana?” aisssh pria ini benar-benar menyebalkan batinku. Aku pun berdiri dan bersiap untuk meninggalkannya dipantai yang semakin malam semakin ramai itu. tapi belum ada dua langkah aku berjalan tiba-tiba segenggam tangan besar menahan tangan kiri ku
“wae?” Aku pun menoleh ke arahnya. Tanpa melepaskan sedikit pun genggamannya, nickhun pun berdiri dan memeluk ku secara tiba-tiba tanpa takut jika ada yang mengenali kami dan melihat kami sedang berpelukan.

Dia memeluk ku dengan sangat hangat, tapi aku masih berdiri dengan sikap biasa tanpa membalas pelukannya, aku masih terlalu terkejut untuk dapat membalas pelukannya

“SARANGHAE” bisiknya hangat ditelinga kananku, hanya tersirat sebuah senyuman senang dibibirku saat ini. Ntahlah ia mengucapkannya dengan serius atau tidak, yang pasti aku senang mendengarnya.

“nickhun-ssi, semua mata tertuju pada kita saat ini!” bisik ku ditelinga kanannya, memang benar saja ada beberapa orang yang sedang melihat kami berpelukan saat ini, namun tidak banyak juga yang mengacuhkan.

“biarkan saja, aku akan melepaskanmu jika kau sudah menjawabnya”

“menjawab apa? kau bahkan tidak bertanya apa-apa padaku”

“menjadi kekasihku! Jadilah kekasihku” omooo apa aku tidak salah dengar? Menjadi kekasihnya? Ini nyata atau sebuah lelucon?

“nickhun-ssi…..~”
“kau tinggal jawab iya atau tidak” potongnya, isssh aku bahkan belum meneruskan perkataanku
“hmm~ jika aku langsung menjawab iya, apakah aku terlihat seperti wanita yang terlalu mudah?” tanyaku sedikit membuatnya penasaran
“yaaaaaaak!!” teriaknya seraya melepaskan pelukannya, aku hanya bisa tertawa melihat ekspresinya kali ini, matanya yang kecil dan wajah yang lucu jika sedang marah sungguh menggemaskan.
“kau tinggal menjawab iya atau tidak, huh” lanjutya lagi, hihhihi aku benar-benar tertawa saat ini melihat tingkahnya.
Akhirnya aku menganggukan kepalaku menandakan bahwa aku menjawab iya atas ajakannya untuk memulai sebuah hubungan dengannya.
Aku terkejut saat ia memeluk ku dan mengakatku lalu berputar putar, “SARANGHAE VICTORIA SOOOOONG” teriaknya. Aku hanya bisa berteriak dan menutup muka ku di bahunya lalu ku eratkan lingkaran kedua tanganku dilehernya. Ntah mungkin ia terlalu senang atau kemasukan setan ratu pantai maldive, yang pasti saat ini kepalaku pusing sekali setelah tubuhku diangkat dan diputar-putar dalam pelukan nickhun.
FLASHBACK END

Victoria POV
Aku tersadar dari mimpi indahku, sepertinya aku tertidur setelah lelah menangis tadi. Perlahan ku buka mataku, namun terasa berat sekali ‘ah mungkin karna habis menangis tadi’ pikirku.
ku gerakan tanganku dan menatap miris handphone yang masih tergenggam oleh ku semenjak aku tertidur. Ku gerakan lagi tubuhku untuk melihat sudah jam berapa ini, namun yang aku dapatkan malah rasa sakit disetiap persendianku ‘arrgh’ erangku pelan.
Aku pun berusaha melawan rasa sakit itu untuk dapat beranjak dari tempat tidur ini.
“eo?!? Jam delapan?” ucapku terkejut melihat jarum jam yang tepat berada diangka 8 malam pada saat ini
“sudah berapa jam aku tertidur?”

“eonniiiiiiiiiiiiiiiiiie”
knock!! knock!! knock!! Hmm~ sepertinya memberku mulai mengkhawatirkan ku, maklum saja sejak tadi siang aku hanya mengunci diriku dikamar.

sebelum membukakan pintu harus kupastikan dicermin bahwa mataku sudah tidak terlalu sembab namun ternyata lebih dari itu, kondisi mataku benar-benar parah mungkin terlihat seperti habis ditinju sekawanan lebah

“eonnie kau baik-baik saja kan?” akhirnya kuputuskan untuk membuka pintuku, soal mataku yang bengkak ini biarlah nanti kucari alasannya.
“ne~” ucapku seraya membukakan pintu, terlihat 4 wajah-wajah penasaran didepan kamarku saat ini, aku tau mereka pasti mengkhawatirkan ku saat ini.
“omooo eonnie ada apa dengan mu? Aku khawatir semenjak kau kembali kau langsung mengunci dirimu dikamar” ucap sulli seraya menyentuh tanganku, aku hanya tersenyum menjawabnya. Ah aku berharap mreka tidak menyadari bahwa aku habis menangis

“ dan wajahmu pucat sekali eonniiiie, Apa kau sakit huh?” Luna pun menyentuh dahiku
“aku tidak apa-apa lun, hanya se…~”
“eonnie badanmu panas sekali” potong luna setelah menyentuh dahiku berkali kali.

Benarkah badanku panas? Pantas saja seluruh persendianku terasa sakit, hah ini lucu, bahkan ketika berpisah dengan ibuku sedikit flu pun aku tidak, tapi perpishan dengan nickhun bisa membuatku drop bahkan melumpuhkan kondisiku sampai titik paling bawah. hah sudahlah song qian mungkin ini memang yang terbaik untuk hubunganmu dan nickhun

“eonnie??? Kau kenapa? Apa ada yang sedang kau pikirkan?” kemudian krystal membuyarkan lamunanku
“eo?? Yaaa~ aku sudah bilang kan aku tidak apa-apa” bantahku seraya melangkahkan kaki ku ke arah dapur bermaksud untuk mengambil minum, namun belum dua langkah aku berjalan tubuhku terasa lemas, persendian ku juga sakit dan hampir jatuh untung saja Luna dan sulli langsung sigap menangkap tubuhku Kalo tidak mungkin dapat dipastikan kepala belakangku sudah menyentuh lantai saat ini.

Akupun diboyong ke kamar oleh Luna dan Sulli. Samar-samar kudengar diluar amber seperti sedang menelpon manager oppa dan dokter kim untuk segera memeriksakan keadaanku. Aku tidak jelas apa yang mereka bicarakan karna kepalaku terasa seperti sedang membawa 100kg beras, benar-benar berat sekali. Ahh ntahlah ada apa denganku saat ini, rasanya tubuhku mau roboh.

“eonnie istirahatlah, panasmu sepertinya tinggi sekali” ucap Luna seraya menaikan selimut untuk ku.
Mata ku terasa panas sekali saat kupejamkan ‘oppa!! aku sakit, apa kau masih memperdulikanku?’ teriak batinku

“eonnie!! Ini minumlah air hangat agar demam mu turun” perlahan kubuka lagi mataku yang terasa panas dan merubah posisi tidurku menjadi duduk untuk meminum segelas air hangat yang dibawakan krystal
“gomawo, kalian memang yang terbaik yang pernah aku punya” ucapku menyiratkan sebuah senyuman
“tentu saja, kau juga eonnie terbaik yang pernah kami punya”
“eonnie kau harus istirahat, tadi amber sudah menelpon dokter kim untuk melihat keadaanmu” lanjut sulli lagi
“hmm~ baiklaaaah nyonya Lee, aku akan istirahat” ucapku menggoda sulli yang langsung dibalas dengan wajah merona miliknya, yapp itu adalah lelucon baru kami semenjak sulli berpacaran dengan Lee yong dae oppa. member f(x) sering menyebut sulli menjadi nyonya Lee

Nickhun POV
“baiklah hari ini cukup” ucap taecyeon seraya mematikan tape yang ada didepan studio latihan kami

“gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah” peluhku seraya merebahkan tubuh ini kelantai, aku baru saja menyelesaikan latihan untuk single kami berikutnya. Hari ini benar-benar melelahkan, lelah fisik dan lelah pikiran tentunya. Mengingat kejadian tadi siang dengan victoria. Tiba-tiba rasa itu timbul, rasa rindu mendengar suaranya, ocehannya ketika sedang marah, wajah lucunya ketika sedang tertawa.

“hyung!! Sampai kapan kau mau disini?! kau tidak kembali ke dorm” ucap junho tiba-tiba membuyarkan lamunanku. hah benar juga setelah ku lihat sekelilingku ternyata tinggal aku yang masih merebahkan tubuh dilantai, sedangkan yang lain sedang bersiap untuk kembali ke dorm
“eo?? aku hanya tinggal memakai sweeeterku” ucapku seraya berjalan ke arah tas ku dan memakai sweeterku yang tergeletak diatas tas.

ku buka tasku untuk menaruh botol minum yang tadinya terisi penuh sekarang sudah habis kosong melompong, maklum saja hari ini latihan kami semakin keras mengingat sudah mendekati deadline.
“aku duluan menunggu di van. Ok” ucapku kepada seluruh member seraya meninggalkan studio latihan dengan cepat ntahlah mood ku sedang jelek sekali hari ini.

Vict tidak sms atau pun telfon, hah dia pasti menungguku untuk menelfon lebih dulu karena biasanya seberapa hebatnya pun kami bertengkar yang lebih dulu mengalah adalah aku. Kutatap nanar handphone ku, lalu tersenyum seperti orang idiot melihat fotonya di walpapper ku ‘neomu kyeopta’ gumamku sendiri didalam mobil. ‘mianhae vict, untuk kali ini aku tidak bisa mengalah menelfon mu dan meminta maaf. Mungkin sudah saatnya kau untuk lebih dewasa dalam berfikir. Aku mencintaimu’

“pabboya!! Tidak ada gunanya kau berbicara pada benda mati, apa kau fikir victoria akan mendengarnya lalu mengatakan nado saranghae oppa” junsu hyung benar-benar mengagetkanku, eo?!? sejak kapan mereka kluar studio aniii anii maksudku sejak kapan mereka ada disini? Aku bahkan tidak mendengar derap kaki mereka ataupun ocehan wooyong, aku pikir mereka masih didalam studio.

Hah sudahlah, tidak ada gunanya memikirkn seseorang yang tidak mmikirkanku. Lebih baik tidur saja selagi diperjalanan, ku ambil iPod putih ku dan mulai memainkan lagu-lagu semangat, aku butuh musik yang bisa membangkitkan mood ku hari ini.
‘drrrrt…!! Drrrrt…!!’ ketika aku sudah mulai memejamkan mataku, secara tiba tiba ada suatu getaran dari arah kantong celanaku. Ku rogoh sumber getaran itu masih dengan mata terpejam, sungguh malas sekali ketika hampir tertidur namun tiba-tiba ada yang menelpon.

“yobeseyo!!!” ucapku tanpa sempat lagi melihat yang menelpon
“…..” tidak ada jawaban
“yobeseyooooo!!!” ucapku lagi, mungkin sinyalnya jelek pikirku
“……” namun masih tidak ada suara apapun, sungguh orang ini berani beraninya menggangguku disaat moodku jelek
“yak!!!! tidak usah telfon jika tidak mau bicara!!!” teriaku seraya bermasksud untuk mematikan telfonnya, namun “eo?!?”

‘you have 1 recivieved massage’

kulihat sekelilingku setelah membaca tulisan yang ada dilayar handphone ku, memastikan bahwa tidak ada saksi dari kebodohanku ini. Untung saja semua memberku sedang mati suri karna kelelahan kalo tidak kejadian ini pasti akan diumbar di setiap talk show.

Sungguh aku saja ingin tertawa, bagaimana bisa aku menjawab telfon tanpa ada yang menelfon.

~Received massage~
F(x) Sulli
‘oppa, vict eonnie sakit, dan sekarang kami sedang membawanya ke seoul hospital’

Mworago? Bagaimana bisa? Kubaca pesan itu berulang kali, aku harap ini adalah sebuah mimpi. Segera kubalas pesan sulli barusan

To: F(x) Sulli
‘bagaimana bisa, tadi siang ia tidak mengeluh apa apa, baiklah aku akan segera kesana’

Mataku yang tadinya berat akan kantuk menjadi segar kembali, ada apa dengan yeoja ini. Belum sehari ku memberinya hukuman, tapi ia malah sakit seperti ini
‘drrrrt…!! Drrrrt…!!’

~Received massage~
F(x) Sulli
‘oh jadi tadi siang ia bersama mu oppa? aku pun tidak tau setelah kembali kedorm ia langsung mengunci dirinya dikamar. Keluar-keluar ia sudah dengan mata sembab dan suhu tubuhnya pun tinggi”

Aisssssh aku jadi semakin bersalah dengan victoria, aku tidak menyangka ia akan drop seperti ini.
Akhirnya aku sampai di dorm ku, tanpa menunggu memberku keluar dari mobil dengan segera aku berlari mengejar lift dan menuju ke lantai 12. aku tau mereka pasti bingung melihat aku berlari lari seperti ini
Tak sampai 5 menit aku pun sampai di dorm ku, ku ambil kunci mobil ku yang kutaruh di atas meja kamar ku.
Dengan cepat aku berlari lagi ke arah lift untuk turun kebawah, tanpa disangka aku berpapasan dengan memberku “nickhun-aa ada apa?” tanya taecyeon
“aku ada urusan mendadak, nanti ku ceritakan, ne”

********
Seoul hospital
Nickhun POV
Kulangkahkan kakiku diruangan VVIP serba putih ini. Tubuhnya terkulai lemas dengan selang infus yang tertancap ditangannya. Aku tidak tega melihat Wajahnya yang pucat.
“Bagaimana ia bisa seperti ini?” tanyaku kepada seorang yeoja yg berdiri disampingku

“tadi ia memuntahkan semua makanan yang sudah ia makan, lalu manager oppa langsung membawanya kesini. kata dokter ia mengalami dehidrasi yang cukup serius” jawab luna dengan nada kecil, mungkin ia takut membangunkan leadernya yg sedang terkulai lemas ini.

“apa kalian sudah menelfon orang tuanya di cina” tanyaku seraya menggenggam tangan vict yang terasa dingin.

“eum, manager oppa tadi sudah menghubunginya. Dan mreka akan terbang ke korea dengan pesawat pertama besok pagi”

“eo?? Nickhun-sii kau ada disini.. Dibawah sudah banyak wartawan, bagaimana kau keluar nanti?” tiba tiba manager FX datang dari arah pintu bersama sulli seraya membawa tas besar yang sepertinya itu adalah pakaian untuk victoria selama dirumah sakit.

“jinja? Tidak apa apa hyung, aku bisa menjelaskannya nanti jika mereka melihatku”

Kulihat arloji yang melingkar ditanganku
“besok aku akan kembali kesini lagi, kalian tolong jaga dia, ne. Aku harus kembali ke dorm sekarang”

“eum kau tenang saja oppa, kami pasti menjaganya” jawab amber seraya menepuk bahuku.

“dan kau harus cepat sembuh” ku usapkan tanganku dikepala vict yang sedang terbaring lemah, ntah lah ia mendengarku atau tidak matanya masih terpejam saat ini.

****
Aku berjalan dengan santai menuju lobby rumah sakit ini, seperti yang manager hyung tadi bilang banyak wartawan menunggu dilobby.
“eo!!! Itu nickhun!!” teriak salah satu wartawan seraya mengejarku. Baiklah khun kau tidak boleh lari saat ini, semakin kau lari akan semakin banyak brita simpang siur yang mreka ciptakan nanti bisik batinku

“nickhun-ssi apa yang kau lakukan disini?”
“bagaimana keadaan leader FX itu?”
“apa kau kesini untuk menjenguknnya?”
“Nickhun-ssi setelah beberapa kali menangkap kalian jalan bersama dan sekarang kau menjenguknya, apa kalian mempunyai hubungan istimewa?” aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan pertanyaan yg mereka lontarkan. Sesungguhnya mereka sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut.
“Keadaan victoria sudah membaik, setelah mendengarnya masuk rumah sakit aku langsung kesini untuk menjenguknya. Semenjak acara we got married kami berteman sangat baik, kami tidak punya hubungan spesial apapun. Trimakasih atas partisipasi kalian, mohon doa kalian untuk kesembuhan victoria” syukurlah jika mereka mengerti dengan setiap perkataanku. Tapi jika tidak ini akan menjadi kematianku di kerubuni wartawan tanpa seorang bodyguard pun.
“Nickhun-ssi satu pertanyaan lagi”
“nickhun-ssi apakah penyakit victoria song sangat parah?”

“Maaf aku harus pulang sekarang, tolong berikan aku jalan” ada sedikit adegan dorong mendorong disini, tapi untung saja beberapa security menyelamatkanku dan segera memboyong ku ke parkiran dengan aman.

*****

2pm dorm
“eo?? Khun kau sudah kembali?” sapa junsu hyung yang satu kamar denganku, padahal aku sudah datang mengendap endap tapi tetap saja junsu hyung sadar akan kehadiranku.
“hyung kau terbangun?”
“aniooo, aku memang belum tidur. Hanya memejamkan mataku. Kau dari mana?”
“victoria sakit hyung, dan aku baru melihat kedaannya”
“jinja?? Bukankah tadi siang ia bersamamu?”
“aku bertengkar dengannya”
“aaaah pantas saja hari ini kau tidak semangat seperti biasanya” ucap junsu hyung seraya merubah posisi tidurnya jadi menghadap tempat tidur ku.
“lalu bagaimana keadannya sekarang?” lanjutnya lagi
“tadi ia baru dibawa kerumah sakit, menurut dokter ia dehidrasi karna perutnya belum terisi karbohidrat apapun dari pagi. besok selesai latihan aku akan menjenguknya lagi hyung, aku harus minta maaf padanya”
“eum!!! Sebagai laki laki Kau harus minta maaf terlebih dulu padanya. Karna biasanya rasa gengsi didalam diri wanita besar sehingga sebesar apapun kesalahan yg ia buat, permintaan maaf adalah suatu yg sangat sulit diucapkan baginya” jelas junsu hyung, aku beruntung dapat teman sekamar dengannya ia sudah ku anggap hyung ku sendiri semua cerita suka dan duka ku sudah pernah ku ceritakan padanya. Solusi yang ia berikan juga selalu benar membuatku nyaman setiap bercerita dengannya.

********

Victoria POV
“eonnie!! Ini aku bawakan mango juice” ucap sulli seraya mengeluarkan botol minum terlihat cairan berwarna orange terisi penuh didalamnya.
Sungguh aku ingin sekali meminumnya tapi aku merasakan perutku ini belum beres, aku takut akan memuntahkan lagi semua yg sudah masuk ke mulutku.

“gomawo soooool” jawabku lemah, kira kira 3jam yang lalu aku sadar dari tidur ku setelah mengalami muntah muntah semalam dan setelah itu aku tidak tau apa yg terjadi padaku dan kenapa aku bisa berakhir dirumah sakit ini.

‘beep’ kulihat Luna mulai menyalakan TV, dan mencari cari channel yg bagus. Untunglah pada saat aku sakit ketika F(x) tidak dipadati jadwal, sehingga mereka bisa menemaniku disini. Walau sesungguhnya aku berharap prince thailand itu yg menemaniku. Ia pasti sudah tidak peduli lagi dengan keadaanku.

“F(x)’s Victoria song dilarikan keSeoul Hospital”
Ahh benarkah? Baru semalam aku masuk rumah sakit sudah banyak infotaiment yang membicarakanku? Whoaa aku sedikit terkejut melihat beberapa berita sedang sibuk membicarakanku

Ku bulatkan mataku setelah melihat seorang pria berperawakan besar sedang berdiri dibalik layar TV dengan senyumnya yg khas

“nickhun-ssi apa yang kau lakukan disini?”

“bagaimana keadaan leader FX itu?”
“whooaaaa khun appa cool sekali menghadapi wartawan tanpa seorang bodyguard pun” teriak amber yang juga terpaku melihat siaran TV.

Eo jadi semalem ia kemari, ucap batinku

“apa kau kesini untuk menjenguknnya?”
“whoaaa eonnie!!! Ini daebakk” suara imut krystal pun ikutan menggema diruangan ini

“Nickhun-ssi setelah beberapa kali menangkap kalian jalan bersama dan sekarang kau menjenguknya, apa kalian mempunyai hubungan istimewa?”

“Keadaan victoria sudah membaik, setelah mendengarnya masuk rumah sakit aku langsung kesini untuk menjenguknya. Semenjak acara we got married kami berteman sangat baik, dan kami juga tidak punya hubungan spesial apapun. Trimakasih atas partisipasi kalian, mohon doa kalian untuk kesembuhan victoria”
Jelas nickhun dibalik layar kaca, benar!!! Kami memang hanya teman, kami tidak punya hubungan special apapun. Haaaah tanpa terasa air mataku mengalir mendengar statement nickhun barusan, dengan cepat ku ambil tisu yg tidak jauh dari tempat tidur ku dan ku usapkan dimata ku sebelum semua memberku khawatir melihatku menangis.

“eonnie sema…~ eo? Eonnie kau kenapa?” ucap Luna terpotong setelah ia melihat aku sedang sibuk mengapus air mataku.
“bisa kau tiupkan mataku lun? Tadi aku tidak sengaja mencoloknya” bohongku, sesungguhnya sedikitpun mataku tidak tercolok, aku hanya tidak ingin mereka tau aku habis menangis.
“puffffffff” tiup luna di daerah sekitar bola mataku.
“emhh baiklah ini sudah mendingan. Gomawo lun”
“oiya, tadi kau mau bicara apa eum?” lanjutku lagi masih sedikit sedikit mengusap mataku
“semalam khun appa menjengukmu eonnie”
“aku sudah tau, bukankah tadi di infotaiment sudah dibicarakan”
“dia juga mengatakan nanti akan kembali lagi kesini”
“oooooh” jawabku acuh, walau sesungguhnya hatiku yg paling dalam mengatakan aku sangat merindukan lelaki yg tadi ada di layar kaca dengan senyuman khas nya itu.

Nickhun POV
Kulangkahkan kaki ku di seoul hospital ini, hari ini sudah tidak terlalu ramai wartawan. Selesai latihan aku langsung melajukan mobil ku kesini, sebelumnya ku sempatkan untuk membeli sebuket bunga mawar putih dan buah buahan untuk victoria.

Tidak lupa Aku pun memakai topi dan masker agar tidak ada yg mengenaliku, terutama wartawan. Mereka bisa curiga jika melihatku menjenguk victoria lagi dengan membawa bunga.

Kuputar knop pintu ruangan VVIP bernomor 405 Seoul Hospital ini.
“eo? Khun appaaaaa~” teriak sulli sepertinya ia melihatku sedang mengintip. Aku pun memberanikan diri untuk masuk dan kulirik wanita yg sedang terbaring di kasurnya. Syukurlah ia sudah bangun walau masih sedikut pucat diwajahnya.

Ku lontarkan senyum hangatku sebelum aKu menghampiri yeoja yang sedari aku masuk hanya mengerucutkan bibirnya, baru sehari aku bertengkar dengannya tapi ia sudah berakhir disini.
“eiiiiiy mawar putih” goda amber ketika aku menaruh mawar yg kubawa di vas bunga.

“yong dae oppa menelfonku aku keluar sebentar, ne~” kulihat sulli sedikit berlari keluar seraya menggenggam handphonenya.
“hoaaam aku ngantuk, krys temani aku beli kopi kajja” belum sempat dijawab krystal luna sudah menarik tangannya.

‘Good girl’ gumam hatiku, sekarang diruangan ini hanya tinggal aku victoria dan amber.
Sepertinya amber belum paham dengan ini,
“eo?? Sepertinya aku juga butuh kopi” ucap amber setelah kuberikan sedikit sinyal mata ke arahnya.

Author POV
Setelah Amber keluar meninggalkan nickhun dan victoria, ada sedikit kecanggungan dalam ruangan ini. Sepertinya diantara mereka berdua masih ada rasa gengsi untuk memulai percakapan

“bagaimana keadaanmu?” ucap nickhun akhirnya memecahkan keheningan dan menerobos kerasnya dinding kegengsian dalam hatinya.

“seperti yang kau lihat”
Mendengar jawaban ketus victoria, nickhun pun mendaratkan tangannya di pucuk kepala vict dengan penuh kasih sayang
“ini seperti bukan dirimu, victoria yang ku kenal adalah pribadi yang kuat”
“kalau begitu kau belum mengenalku jauh”
“benarkah?? Eum!!!”

Lagi lagi suasana hening menghampiri mereka, sesungguhnya jutaan kata ingin mereka sampaikan satu sama lain, tapi lagi lagi rasa gengsi itu menjadi dinding penghalang yang cukup besar, sehingga jutaan kata kata itu hanya tercekat di tenggorokan mereka tanpa sempat dilontarkan.

“Vict, mau sampai kapan kita seperti ini?”
“maksudmu?”
“bersikap canggung seperti ini”
“aku tidak canggung, mungkin kau yg canggung setelah stetment mu di TV mengatakan bahwa kau dan aku hanya teman bahkan tidak punya hibungan spesial apapun. Sudah jelas bukan? Kau dan aku memang bukan siapa siapa jadi untuk apa aku canggung” jawab victoria dengan menggebu gebu, sepertinya kali ini semua yang mengganjal dihatinya sudah keluar seiring dengan air mata yang mulai terlihat muncul dipelupuk mtanya.

“aku mengatakan itu hanya karna tidak ingin merusak semuanya, hubungan yang sudah kita simpan rapat rapat apa perlu aku beritaukan sekarang ke publik?”

“…….” victoria hanya diam mendengar ucapan kekasihnya itu barusan, ia baru sadar sesungguhnya apa yg dilakukan nickhun benar, maka dari itu ia diam dan tidak mau memperpanjang masalah yg ada.

“baiklah, kebetulan dibawah ada beberapa wartawan. Aku akan mengumumkan bahwa kau dan aku selama setahun belakangan ini sudah menjalin hubungan lebih dari teman” mendengar gertakan nickhun barusan victoria pun mengumpulkan seluruh tenaganya untuk bisa menahan tangan nickhun yang sudah bersiap untuk berdiri.

“oppaaa, mianhae ~hiks~” isakan tangis itu pun muncul, Victoria tidak bisa menahan rasa egonya rupanya. Rasa cintaanya yg berlebihan pada nickhun yang terkadang membuatnya salah persepsi dengan semua tindakan yg dilakukan kekasihnya ini.

Ditarik nickhun tubuh victoria yg masih lemah kedalam pelukannya, ia menyadari wanita yg ada didalam pelukannya ini tidak sekuat sisi luarnya. Victoria song yang periang, dan pintar memasak ternyata tidak pintar dalam menyembunyikan perasannya jika sedikit saja tersakiti.

“seharusnya aku yang meminta maaf, kejadian kemarin aku janji tidak akan melakukannya lagi. Kau tau, kau sudah menghukumku dengan tidak menghubungiku sehari penuh” ucap nickhun masih dalam posisi memeluk kekasihnya ini.

“kau juga sudah menghukumku. Lihatlah aku bahkan berakhir ditempat tidur rumah sakit ini”

“mianhae!! Yak kau juga harus cepat pulih, lihatlah pipimu terlihat kurus” disentuh nickhun wajah victoria yang mulai menirus dan terdapat sedikit lingkaran hitam dimatanya.

*****
Nickhun POV
Akhirnya hari ini aku dan victoria sudah kembali seperti semula. Wajahnya yg semula pucat dan tidak bergairah pun sudah mulai terlihat cerah.
Aku juga sempat bertemu ayah dan ibunya Vict. Mereka langsung terbang ke korea setelah mendengar putrinya ini dilarikan kerumah sakit.

Aku dengan ayah dan ibunya vict berkomunikasi dengan victoria yg menjadi perantaranya. Maklum saja aku tidak mengerti bahasa cina, sedangkan orang tua vict tidak bisa berbahasa korea ataupun inggris.
Baiklah secepatnya aku harus segera mengambil guru bahasa cina, agar selanjutnya aku bisa melakukan pendekatan ke keluarga yeoja yg sepertinya akan kujadikan ibu dari anakanak ku nanti.

***

Hari demi hari, bulan demi bulan hubungan ku dan victoria semakin serius.
aku juga sudah mengunjungi kampung halamannya di china beberapa hari yang lalu, bahasa mandarin ku juga sudah sedikit membaik mengingat Agent perusahanku mendatangkan guru bahasa mandarin untuk 2PM. Seluruh keluargaku di thailand terutama cheerin sangat menyetujui hubungan ku dengan victoria, bahkan ia terus memaksaku untuk segera menikahi leader F(x) itu. tapi mengingat kontrak ku dengan JYP yang belum memperbolehkan aku menikahi, aku harus menahan hasrat itu. terutama agensi victoria yang termasuk keras menjaga artisnya, bahkan sampai saat ini aku dan victoria masih diam diam menjalani hubungan ini. Lagi pula Kami masih menikmati hubungan pacaran kami, ntah sampai kapan., tapi aku dan victoria sepakat untuk menjalani hubungan ini dengan serius dulu proses lebih selanjutnya biar tuhan yang menentukan.

One year later
Nickhun POV, Strong Heart talk show, KBS town

“baiklah itu tadi kejadian lucu dari taecyeon yg sudah diucapkan secara terang terangan oleh Junho. Wooyong-ssi kudengar kau mendapat julukan Beast doll dari membermu” ucap pria besar, MC dari acara ini yang sudah melekat dalam dirinya.

“whooaa beast doll, pasti kau sudah mempersiapkan aib apa yg akan kau ceritakan disini bukan?” lanjut MC lee seung gi lagi

“Nickhun Hyung!!” mwoo ku balikan tubuhku mengarah wooyong saat ini. Aku terkejut ketika namaku disebut wooyong, aku benar benar tidak tau aib apa yg akan diceritakan beast doll ini.

“ini kejadian setahun yang lalu ketika kami selesai latihan di gedung JYP” lanjut wooyong dengan nada tidak bersalahnya, eoh aku baru mengingat kejadian itu, kualingi muka ku dengan telunjuk ku yg kutaruh dijidat dan menopangnya di lengan kursi ku ini.

“eo!!! Nickhun-ssi kuping mu memerah” lanjut MC Kang hodong, aishhh kupingku ini terlalu jujur rupanya dengan segera kututupi kupingku dengan kedua telapak tanganku.

“buhahahaha kupingnya memang tidak pernah berbohong” taecyeon yg disebelahku pun hanya tertawa puas melihat keadaanku yg mati kutu sekarang ini.

“wooyong-ssi lanjutkan”

“ne, ketika kami diperjalanan menuju dorm. Karna lelah kupejamkan mataku, tanpa tertidur sedikitpun. Kebetulan aku duduk di belakang nickhun hyung saat itu”

“yak!!! Jadi kau tidak tertidur malam itu?” jawabku sambil tertawa seraya membalikan tubuhku kearah pria yg sebentar lagi akan mempermalukan aku didepan khalayak ini.

“nickhun-ssi sepertinya kau sudah tau. Aku jadi penasaran, wooyong-ssi cepat lanjutkan”

“neeee~ pada saat itu suasana sangat heniiing sekali, hingga terdengar suara getaran handphone. Kupikir itu handphone ku setelah kulihat nickhun hyung merogoh kantungnya ku lanjutkan untuk memejamkan mataku. Hingga Nickhun hyung menjawab telfon tersebut ‘yobeseyo!!!’ Tentunya seperti itukan ia menjawab, namun kurasa tidak ada yg berbicara dari sebrang telfon sana. Khun hyung mengulangnya lagi ‘yobeseyooooo!!!’ aku sesungguhnya tidak bermaksud untuk menguping tapi suasana yg hening itu memaksa ku untuk mendengarkan” ku alihkan pandanganku melihat mimik wajah wooyong saat ini sepertinya ia tidak mempunyai dosa untuk menceritakan kisah memalukan ku. Ahh sungguh ceritanya saja belum selesai tapi junsu hyung, chansung dan taecyeon sudah tertawa terbahak bahak saat ini.

“setelah beberapa kali menjawab telfon tapi tidak ada yg berbicara, akhirnya sisi angel nickhun hyung pun runtuh ‘yak!!!! tidak usah telfon jika tidak mau bicara!!!’ ku buka mataku ketika mendengar nickhun hyung membentak telfon tersebut. Aku terkejut tentunya, karna dalam sejarah nickhun hyung sangat jarang sekali marah apalagi membentak orang”

“setelah ku buka mata ku, kau tau aku dapat melihat ada tulisan ‘you have 1 recivieved massage’ dihandphone nickhun hyung. Sungguh pada saat itu juga aku langsung memejamkan mataku lagi dan menahan segala gejolak dalam perutku untuk tertawa” lanjut wooyong lagi

“buahahahahahha!!!” tertawa, yeah semua orang yang ada distudio ini metertawakanku, bahkan aku sendiri tertawa mengingat kebodohanku pada saat itu.

“hahahah nickhun-ssi sebenarnya apa yang kau pikirkan pada saat itu?” tanya MC lee seung gi masih dengan nada tidak terkontrol karna menahan tawanya

“begini, pada malam itu aku sangat lelah sampai handphone ku bergetar dan aku mengira itu sebuah telfon aku mengangkatnya dengan mata terpejam. Jadi aku tidak tau itu adalah sebuah sms bukan telfon”

“dan setelah itu ia menggerutuki dirinya sendiri seperti ini ‘I pabboya!! Hshjsdhfjhythbfhdb’ ntahlah aku tidak mengerti ia berbicara apa , Nickhun hyung berbicara sendiri dengan bahasa thailand pada saat itu” lanjut junho bercerita dengan matanya yang hilang, aissssh sungguh ternyata mereka hanya berpura pura tidur pada malam na’as itu

“ahahahha aku tidak menyangka ada saksi hidup dari kebodohanku pada malam itu, aku sudah mengeceknya dan memastikan bahwa semua memberku sudah tidur. Tapi ternyata beast doll ini pura pura tidur”

“lalu apa yang terjadi setelah kejadian itu” tanya MC kang hodong lagi

“kami hanya berpura pura tidak tau , dan ini adalah pertama kalinya aku menceritakan ini disini. mianhae hyung” ucap wooyong seraya melakukan deep bowing kepada ku

“ne, gwenchana gwenchana” aku saja masiih tertawa jika mengingat kejadian bodoh itu.

Baiklah ini akan menjadi pelajaranku untuk selajutnya aku harus memastikan bahwa tidak ada saksi hidup jika aku melakukan kesalahan lagi. atau semuanya akan berakhir seperti ini.

~END`~
Mentok mentok mentoooooook!!!! Hwaaaaa maaf kalau jelek, ini yang dinamakan hasrat gak sejalan sama pikiran. Otak udah mentok tapi teteeeup aja ngotot mau bikin ff nya khuntoria. Gomawoo yang udah baca. *deepBowing

About these ads

13 comments on “Khuntoria Next Love Story FF [ONESHOOT]

  • author kim L, please….
    bikin donk lanjutan kisah yoonhae couple dari fanfic THE PERSON THAT I LOVED….
    ceritanya tuh bener-bener kerasa nyata…..
    aku ampe mewek bacanya…..
    jebal author yang baik hati…..

    • hahahah aduh trimakasih yah, tapi aku lagi sibuk banget sekarang blom ada niatan buat nulis ff lagi. tapi itu kan udah happy ending yoonhae nya, jadi apa yang harus dilanjutin? tapi btw trimakasih banget yah udah baca dan comment ^^

      • ini memang gak nyata, tapi q percaya bahwa mereka benar2 pernah saling menyukai(walaupun mungkin mereka belum sempat jadian) walaupun mungkin itu dulu waktu jaman mereka WGM,karna sekarang mereka terpisah soalnya sibuk dengan aktivitas mereka masing2. Ditambah dengan banyak gosip tentang mereka,seperti rumor tentang hubungan nichkhun dg tiffany,victoria dg changmin, dan bahkan itu sempat ngebuat aku shock ampe nangis karna aku baca bukti2 kedekatan mereka,yang menurutku itu klihatan nyata klo gosip itu emang benar. Tapi apapun itu, semoga mereka(Nichkhun & Victoria)berjodoh. klo emang jodoh juga gak bakal kemana,ya kan. meskipun mereka terpisah, punya pacar masing2 walapun sembunyi2, tapi klo emang jodoh mereka pasti di pertemukan lagi,terus saling suka, nikah beneran deh(AAAMMIIINNN) ;D
        KHUNTORIA faighting !!!!!! ;))

  • HWAAAA.. T,T
    KHUNTORIA… JEONGMAL BOGOSSHIPPO :'(
    Tuhan, tolong satukan lagi mereka di real wedding.. HWAAA T,T
    MWOYA? aku benbener gasuka Khun dipasangin tippanu, Nichkhun itu senengnya sama Victoria.. plis jangan masangin bahkan ngomongin Khun sama yeoja lain selain Victoria, dan plis juga jangan masangin bahkan ngomongin Victoria sama namja lain selain Khun.. ARRACHI– TT
    thor bikin ff khuntoria lagi dong Jeball!!

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: