saranghae nan aegya FF #1

Published April 26, 2012 by fanfiction2012

Cast : TOP bigbang as Choi seunghyun, park min sun as you, park bom 2ne1, all bigbang member.
Rate : romance, friendship, family
Author : Kim L

Seunghyun POV
“hoooooaaaaaah” terasa silau ketika perlahan kubuka mataku hmmm sepertinya ini pagi yang cerah pikirku.
Tanganku pun mulai mencari cari sosok wanita yg sudah dalam 3tahun belakangan ini menjadi pasangan hidupku, biasanya ia menungguku bangun dan memberikan ku morning kiss. Tapi dimana dia sekarang?

(Other place)

Minsun POV
‘uweek…. Uweeeek….’ oh tuhaaan apakah segini susahnya untuk menjadi seorang ibu? Air mataku pun mulai mengalir seraya mual mual ku yg tiada henti dipagi ini, bukan karna terharu aku akan menjadi seorang ibu, tapi aku menangis karna benar benar tidak kuat merasakannya.

‘uweeeeeek…’ ku muntahkan lagi, namun hasilnya nihil. Dorongan itu datang sendiri dan disuruh untuk berhenti pun tidak bisa, seperti itulah rasanya morning sickness

Ketika aku sibuk dengan kegiatan pagi hari ku yg menyebalkan ini, aku merasakan ada sebuah tangan besar yg mengelus tengkuk ku. Tangan yg sudah sangat aku kenal bahkan setiap garis yg ada di telapaknya

“kau ini, setiap mual pasti menangis” ucap suara itu, ya dia adalah suamiku. Ia adalah tipe orang yg sesungguhnya perhatian dan penyayang namun tampangnya yg seram suka membuat orang lain salah paham

“yak!!! Kau tidak pernah tau bagaimana rasanya mor…. Uweeeeek….” omongan ku terputus ketika dorongan itu datang lagi tanpa perintah.
Hah sungguh menyebalkan. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu disaat istrinya sedang seperti ini.

“iya iya aku mengerti chagiii” ucapnya lagi masih dengan posisi mengelus tengkuk ku. Ntah ini sebuah sugesti atau apa, setiap suamiku ini menyentuh ku ketika aku mual pasti tidak lama setelah itu mual ku hilang.
Namun mood ku terlanjur hilang karna perkataannya tadi

“bagaimana perasanmu? apa sudah baikan?” tanya nya seraya mengelus kepalaku dengan lembut

“ahh!! Sudahlah kau menyebalkan” ku tepis tangannya, lalu membersihkan mulutku dan segera pergi meninggalkannya didepan westafel.
Ntahlah semenjak kapan aku jadi sensitif seperti ini, bahkan di tiga tahun pernikahan kami aku tidak pernah membentak suamiku tapi setelah aku dinyatakan hamil semuanya seperti berubah dalam kehidupanku.

Aku pun duduk dipinggir ranjang seraya kupejamkan mataku dan menenangkan diriku agar mual itu tidak datang lagi. Tarik nafas lalu kuhembuskan lagi, trik ini kudapat dari ibu mertuaku

“ini air hangat, minumlah agar mual mu hilang” kubuka mataku terdapat segelas air hangat yg dibawakan suamiku. Aku pun segera meminumnya.

“mianhae, harusnya aku lebih mengerti keadaanmu. Tapi aku malah berkata bodoh seperti tadi” ucapnya seraya duduk disampingku, hatiku makin ter’enyuh mendengarnya. Sebenarnya ia tidak berkata bodoh namun aku saja yg cengeng, harus menangis setiap mual mual.

“oppaaaa~ nado mianhae, tadi aku membentakmu. Ntahlah belakangan ini emosi ku cepat sekali naik” kusandarkan kepalaku di dadanya dan kedua tanganku kulingkarkan dipinggangnya. Benar benar nyaman seperti ini

“wanita hamil tidak boleh terlalu sering marah marah, nanti kau cepat terlihat tua chagii” ucapnya tanpa dosa seraya mengelus kepalaku dengan lembut

“yak oppaaaaa!!!!~” teriakku, lalu kulepaskan pelukannya, sungguh menyebalkan

“aw” ringisnya, ketika dadanya kupukul pelan

“hahahhha aku hanya bercandaaaa chagiya, sudah yaa jangan marah lagi, kasihan baby nya” ucapnya seraya mengelus perutku yg masih rata, maklum saja terakhir aku check up usia kandunganku masih 3bulan jadi belum terlihat perutku membesar.

“kau hanya peduli dengan baby, tidak dengan ku oppa, aku bahkan harus merasakan morning sickness, belum lagi jika aku sedang di butik aku merasa kelalahan pusing dan segala macamnya. Huh aku lel….~”

“pssssst!!!!!” seunghyun oppa menaruh telunjuknya di depan bibirku

“Tentu saja aku juga peduli padamu, tahanlah hingga 6 bulan lagi ia akan lahir. Dan cobalah untuk merasakan kehadirannya sejak saat ini” lanjutnya membuatku tercengang, memang benar selama ini aku slalu menganggap kehamilanku adalah beban, karna sejujurnya aku takut sekali hamil dan melahirkan itulah sebabnya aku menunda selama 3tahun untuk punya anak untungnya suamiku pengertian, tapi apa boleh buat mertuaku mendesak untuk diberikan cucu padahal ia sudah mempunyai cucu dari nonna nya seunghyun oppa. Huh

“baiklah, aku mau mandi dulu. Siang ini aku ada latihan di YG building. Setelah itu sorenya ada pemotretan untuk majalah SPAO. Kau ku antar sampai butik yaa ~chuu~” seunghyun oppa mencium pipiku, seraya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar mandi.

-*-*-*-
(Sun’s Bridal style Boutiqe)
Senghyun POV
Kuparkirkan black AUDY ku didepan butik istriku, ini sudah menjadi kegiatanku selama 3 bulan belakangan ini dan untuk beberapa bulan kedepan. Min sun sedang tidak kuperbolehkan menyetir sendiri, suami gila mana yg mengizinkan istrinya yg sedang hamil muda untuk menyetir?

Kali ini Aku tidak bisa mengantarnya kedalam. karna hari ini aku ada latihan untuk YG family concert bulan depan di newyork

“kau jangan terlalu lelah, jika ada apa apa segera telfon aku” ucapku seraya mengelus kepalanya ketika ia sedang sibuk membuka sitbelt nya.

“ndeee oppa, kau nanti pulang jam berapa?”

“sepertinya malam sekali, kau tidak perlu menungguku”

“hmmm baiklah kau hati hati dijalan eoh!! Jangan menelpon sambil menyetir, dan jangan memikirkan apapun selama diperjalanan. Jika sudah sampai baru telfon aku. Ara??” ia berbicara benar benar tanpa titik dan koma, aku hanya bisa tersenyun melihatnya

“arraso istriku yang cereweeeet” ku kecup keningnya

“aku cerewet demi kebaikanmu” ucapnya seraya keluar dari mobilku. Tanpa sengaja mata ku menangkap ke arah sepatunya, ketika ia beranjak turun dari mobilku.

“hati hati” dilambaikan tangannya ke arahku, yang kubalas dengan senyuman.

Ku lajukan audy hitamku ke arah utara kota seoul. Cuaca hari ini sedikit dingin, huh aku jadi ingat tadi minsun hanya memakai mantel tipis,stoking, daaaaan sepatu tingginya itu. Hah wanita itu benar-benar, tidak pernah sedikitpun peduli dengan kandungannya.

aku tau ia belum bisa menerima kehamilannya tapi sampai kapan ia mau menunda punya keturunan? Ia slalu memberikan alasan alasan yang memaksaku untuk mengerti keadaannya.
Jika bukan karna ibuku yg mendesak kami untuk segera punya anak, mungkin hingga sekarang di rahim minsun belum ada choi junior.

Aku bingung bagaimana nanti jika aku harus ke newyork untuk YG concert? Karna ini adalah kali pertama aku meninggalkan minsun dalam keadaan hamil muda. Bagaimana jika dipagi hari ia mual mual, yang mengantarnya kebutik, yang menyuruhnya minum susu dan vitamin. Hah jika disuruh tinggal bersama ibuku pasti ia tidak mau.

Haaah pikiranku benar benar sedang semeraut, padahal jadwal ku ke newyork masih bulan depan.h

-*-*-
Minsun POV
“fiuuuuh” hari ini benar benar melelahkan, padahal tidak banyak juga yang aku lakukan hanya mengukur beberapa tubuh klien ku yg berencana untuk membuat gaun pengantin.

Walau aku mempunyai asisten dan ada beberapa pekerja, tapi tetap saja klien ku lebih puas jika aku sendiri yg mengukurnya.

‘tokk tokkk tokk’ bunyi ketukan pintu ruang kerjaku, fiuuuuh jika ini klien lagi akan kusuruh asistenku yg mengurusnya. Tubuhku sedang tidak nyaman sekali saat ini

“masuklah” ucapku lemah, masih berkutat dengan catatan catatan yg ada dihadapanku tanpa melihat siapa orang kupersilahkan masuk ini

“yak kau sombong sekali, telfon dan sms ku tidak dijawab” teriak suara wanita yg masuk keruangan ku, mengingat moodku memang sedang jelek ingin sekali aku mengajak wanita yang berteriak se’enaknya ini untuk duel denganku. Ku dongkak kan wajahku ingin tau siapa wanita gila ini

“eo???? Bom eonnie!!!” emosiku yg tadinya ingin mengajak ribut hilang seketika setelah melihat wanita beraperawakan tinggi dengan pipi chubby dan rambut merah menyala ini masih berdiri didepan pintu ruanganku

Bom eonnie adalah sepupuku, sekaligus klien ku yg paling sering memintaku untuk dibuatkan pakaian. Dan yg paling penting ia adalah orang yg memperkenalkan aku dengan teman hidupku sekarang ‘seunghyun oppa’

“kau tidak berniat untuk menyuruhku duduk minsun-ah?”

“ahahah isssh kau ini seperti pertama kali saja kesini, kajja” ucapku seraya mempersilahkannya duduk di sofa, masih dalam ruangan ku yg berdominan putih ini

“bukankah kalian ada latihan untuk YG concert nanti?”

“selesai latihan aku langsung kesini, mana seunghyun? Ia bahkan pergi lebih awal tadi”

“ia ada pemotretan hari ini, oiya eonnie ini apa?” ucapku melihat ada yg janggal dengan kerah pakaian yg dipakainya, seperti sebuah noda

“oiya, huh kau tau ini adalah ulah suamimu, ketika aku sedang minum orange juice, tanpa aba aba apapun ia mendorongku hingga juice itu tumpah, untung hanya kerah ini yg kena. Jika seluruh pakaian ku kena, haaaaaah sudah dipastikan suamimu kembali kerumah tanpa rambut sedikitpun. Akan Ku buat botak ia habis habisan. Huh” ujar Bom eonni dengan sangat menggebu gebu, aku hanya bisa tertawa mendengarnya.

“kau hebat minsun, kau bisa betah dengan tingkah suamimu yg super usil dan tidak bisa diam seperti itu”

“eonnie, kau adalah orang kesekian yg mengatakan itu padaku. Seunghyun oppa 180° beda sekali dengan apa yg kalian suka critakan padaku, jika bersamaku ia benar benar lembut, dan penyayang. Aku terkadang tidak percaya dengan apa yg suka seungri oppa critakan padaku. Tapi setelah mendengar nya dari mu, hmmm aku jadi penasaran”

“jinja?!? Hooooh ternyata dia mempunyai dua rupa. Huh seunghyun adalah orang yg sangat sangat sangat sangat menyebalkan di YG dia bahkan pernah mengatakan bahwa aku mirip alien” bom eonnie masih dengan nada menggebu gebunya. Lagi lagi aku hanya bisa tertawa mendengrnya.

Selagi bom eonnie cerita, kulangkahkan kakiku ke telpon yg tergeletak di meja kerjaku. ku tekan tombol 123 yang tersambung langsung ke meja asisten ku “nona jung, tolong buatkan aku dua orange juice. Ok”

“Minsun-aa bukannya kau sedang hamil? Mengapa sepatumu tinggi sekali?” tanya bom eonnie, sekilas aku langsung menoleh ke arah sepatuku, ahh tidak seberapa tinggi ini hanya 10cm batinku

“kau tau kan eonnie aku paling tidak percaya diri jika tidak memakai high heels” ucapku membela diri, dengan tubuhku memiliki tinggi 168cm hanya high heels lah penolongku

“tapi kau tidak boleh egois minsun-ah, kau sedang membawa nyawa lain dalam tubuhmu. Harusnya kau memperdulikan itu” ~jleppp~ seperti ada yg menusuk perasaanku saat ini. Ntah sampai kapan, aku hidup dengan perasaan belum menerima kehadiran bayi ini. Ani ani dengan cepat kubuang pikiran jelek itu

“eonnie jadi kau kesini tadi mau apa?” tanyaku mengalihkan pembicaraan

“yak!! Jadi aku tidak boleh melihat sepupuku lagi. Huh?”

“aniyooo eonnie, bukan seperti itu. Aku pikir kau memintaku untuk dibuatkan pakaian” ucapku seraya meminum orange juice yang baru saja diantar asistenku kemari.

“tadinya aku mau mengajakmu ke mall, namun sepertinya kau sibuk”

“hmm?? Aniyooo, tadi hanya beberapa pakaian pengantin. Nanti akan kualihkan ke asisten ku. Kebetulan aku juga sedang ingin makan daebokki”

“tapi minsun-ah bisakah kau mengganti sepatumu? Aku takut sekali kau jatuh”

“ck tenang saja eonnie, sudah bertahun tahun aku memakai heels. Kajja” ucapku seraya berdiri

“eo, chankaman tas ku” aku berlari kecil ke arah meja kerja ku untuk mengambil tas ku.

Sebelum pergi aku melapor dulu ke nona jung asistenku untuk melanjutkan pekerjaanku yg ada dalam ruanganku

-*-*-
Seunghyun POV
Akhirnya scedule ku selesai hari ini, hah lelah namun rasa lelah itu hilang mengingat sebentar lagi aku akan sampai rumah dan bertemu istriku yg cantik.

Jalanan kota seoul tidak terlalu padat malam ini, syukurlah brarti aku akan cepat sampai rumah

~ting nong!! Ting nong!!~
‘Hmm? Apa dia belum pulang?’ Pikirku. Kulirik jam tanganku yang ternyata sudah menunjukan pukul 9 malam lewat. ‘oh mungkin dia sudah tidur’ ku tekan 6 digit password rumah kami

Gelap, ku nyalakan lampu dan bergegas ke kamar ku untuk mengecek apa dia sudah pulang.
Dan ternyata kosong. Dengan cepat kurogoh kantung celanaku mengambil handphone dan menekan tombol 1 yg tersambung langsung kenomer minsun.

‘the number your calling, isn’t actived please try again later’

Aissssh kemana yeoja itu, handphonenya tidak aktif

Kucoba lagi untuk menghubunginnya di nomernya yg satu lagi

‘this is voice mail, please leave your massage after ~beeep~’

“yak choi minsun kau dimana? Cepat aktifkan handphonemu!!!” teriakku ditelfon,

ahhhh jinja, wanita ini membuatku setengah gila!!

Tbc~

One comment on “saranghae nan aegya FF #1

  • cerita yg menarik…
    bagaimana tentang ketidaksiapan seorang wanita menjadi ibu…
    tapi salut sama sang suami, walau berpredikat idol dgn jadwal sibuk tapi penuh perhatian bgt…

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: