saranghae nan aegya FF #2

Published May 4, 2012 by fanfiction2012

Cast : TOP bigbang as Choi seunghyun, park min sun as you, park bom 2ne1, all bigbang member.
Rate : romance, friendship, family
Author : Kim L

Seung hyun POV
Kulangkahka kaki ku ke dapur untuk mengambil segelas air dingin agar pikiranku yang panas ini bisa sedikit redam. Ahh yeoja itu, benar benar membuatku hampir gila, tadi aku menelpon asistennya ternyata sejak tadi siang ia pergi dengan bom nonna. Lalu mengapa ia mematikan telfonnya! ‘aaaaaaah’ desahku seraya menghentakan gelas minumku. Aku kesal mengapa ia belum juga peduli dengan kandungannya, ia masih saja memakai high heels, pergi sampai malam seperti ini. Aku mengerti jika ia memang belum siap untuk mempunyai bayi, tapi tidak seharusnya ia sperti ini. Apapun yang terjadi tuhan sudah menitipkan satu nyawa untuk kami jaga.

Drrrrt drrrt drrrt suara getar handphone ku yang sengaja ku letakan di meja, kulayangkan tanganku untuk meihat siapa yang menelfon
Tertulis nama bom noona’s calling. Eo dengan cepat langsung ku jawab telfonnya
“seunghyun-aa!!! Eodiga ? Apa kau sudah pulang?” belum sempat aku mengucapkan salam tapi yeoja ini sudah menanyakanku pertanyaan bertubi tubi
“ne, aku dirumah!! Minsun ku masih bersama mu kan noona?” jawabku dengan suara berat
“dia ada disampingku, sepertinya ia kelelahan aku tidak enak membangunkanya. Bisa kah kau keluar sekarang? aku sudah didepan rumahmu” akupun berlari kecil untuk keluar, terparkir mobil ferrari merah didepan rumahku saat ini

Setelah melihatku keluar, seorang yeoja dengan rambut merah menyala pun segera menyambutku untuk membuka pintu mobilnya, dimana minsun sekarang sedang tidur terlelap. Sebelum ku angkat tubuhnya, kusempatkan untuk mentap wajahnya Terlihat sekali bahwa ia lelah. Kusapukan tanganku diatas kepalanya, aku bahkan tak sanggup untuk memarahinya karna sudah pulang larut
“seunghyun-aa sepertinya ia kelelahan sekali, sebaiknya kau cepat membawanya masuk” tegur bom noona ketika aku sedang memperhatikan setiap lekuk wajah minsun yang cantik.

“noona tolong buka kan pintunya” ossssh sepertinya minsun semakin berat, terakhir aku mengangkatnya adalah saat malam pertama kami, kurasakan sekarang sepertinya beratnya sudah bertambah 7kg.
Kubaringkan tubuhnya dikasur tempat kami berbagi tempat tidur, sedangkan bom noona membuka sepatu yang masi melekat dikaki minsun.
“noona kau mau minum apa?” tanyaku seraya menarik selimut untuk minsun
“aniyooo, aku akan langsung pulang seunghyun-aa, besok pagi aku ada pemotretan”
“eum, baiklah!! Gomawo sudah mengantar istriku” ku antar bom noona sampai luar, sebagai ucapan terimakasihku karna sudah mengantar istriku juga dengan selamat

“seunghyun-aa, kau harusnya menegur istrimu agar sementara berhenti menggunakan high heels” ucapan bom noona barusan sedikit menamparku
“aku sudah sering mengatakan itu padanya noona, tapi ia selalu mengatakan bahwa high heels itu nyawanya jadi aku tidak bisa berkata apa apa lagi” jelasku, sangat jarang sekali aku berbicara serius dengan bom noona. Karna biasanya aku selalu menjahilinya, sesungguhnya bom noona orang yang baik namun ntah mengapa aku senang sekali mengodanya jika sedang berada dalam satu studio latihan
“berikan ia beberapa pengertian pengertian, dia memang sedikit keras kepala. Jadi kau harus menghadapinya dengan sabar” ku buka kan pintu mobilnya dan membiarkan ia masuk
“nee baiklah, kau hati hati dijalan ne!!” ucapku, seteah ia membuka kaca mobilnya
“yak!! benar-benar terasa aneh TOP yang aku kenal bisa menjadi lembut seperti ini!! Hahahaha bye~” belum sempat aku menjawabnya bom sudah terlanjur melajukan mobilnya seraya melambaikan tangannya, aissssh lihat saja nanti jika bertemu denganku.

Setelah memastikan mobil bom noona tidak terlihat lagi, aku pun masuk kedalam karna sesunguhnya udara seoul malam ini lumayan dingin.
Aku langsung menuju ke kamar tidurku,
“euuuuuuung” malam ini sepertinya tidur minsun sedikit gelisah, pasti kakinya pegal karna seharian berjalan dengan sepatu tingginya.
Kubaringkan tubuhku disebelahnya, ku dekap tubuhnya agar ia bisa tidur dengan nyaman. Namun ia masih saja menendang nendang selimutnya. Kusapukan tanganku diwajahnya yang lembut, “mulai besok kau jangan memakai sepatu tinggi lagi ne chagi” ucapku kepada minsun yang masih memejamkan matanya, tahlah ia mendengarnya atau tidak, ia hanya menjawab dengan membalikan tubuhnya menghadapku “oppaaaaaa, kaki ku sakit. hiks hiks hiks” ucap minsun memeluku. Aku tersenyum mendengarnnya, teryata ia tidak tidur sungguhan.
Akhirnya ku putuskan untuk memijat kakinya sampai ia benar benar tertidur pulas. Sesungguhnya mataku sudah sedikit berat, namun aku tidak tega jika harus melihat istriku ini tidur tidak nyaman.

***********
(morning, next day)
Sepertinya mual mual minsun sudah mulai menghilang, dan wajahnya pagi ini sangat berbeda, ia terlihat lebih cerah. Kehidupan kami sudah seperti normal, minsun bangun pagi-pagi membuat sarapan dan kopi untuk ku, lalu kami makan pagi bersama.
“aku senang kau terlihat cerah pagi ini chagi” ucapku seraya menyirup kopi buatan istriku yang berada dihadapanku saat ini.
“eum!!! Aku juga merasa pagi ini aku lebih fresh dari biasanya”
“kemarin kau kemana saja dengan bom noona?”
“hanya berkeliling mall, daaaan… oiyaaaa belanjaan ku tertinggal di mobil eonnie. Aisssh mengapa kau tidak membangunkanku saja semalam, huh. Eonnie pasti lupa kalau barangku ada dimobilnya” minsun pun meraih handphone nya yang tergeletak dimeja, aku sepertinya tau siapa yang akan ia telfon. Dengan cepat aku lengsung menahannya.
“tidak usah, nanti siang aku bertemu dengannya. Biar aku yang mengambil belanjaanmu”
“habiskan makananmu, nanti kau terlambat” ucapku dengan suara dingin, bagaimana bisa ia masih memperdulikan belanjannya yang tertinggal tapi tidak sedikitpun ia memperdulikan kandungannya.

Minsun POV
Pagi ini aku merasakan ada yang berbeda dengan diriku, aku merasa lebih fresh dan ahhhh syukurlah mual ku tidak datang lagi pagi ini. Aku bisa melakukan aktifitasku memasak sarapan untuk suamiku, membuatkanya kopi, dan sarapan bersama.

Seperti biasa pagi ini seunghyun oppa mengantarku ke butik, ini sebenanya menyebalkan ia tidak memperbolehkan aku menyetir dulu.
Ku pantulkan tubuhku di depan kaca, perutku masih terlihat rata. Hamil sungguh membuatku tersiksa, tidak bisa memakai sepatu tinggi, belum lagi nanti jika perutku ini membesar, aku tidak akan bisa memperlihatkan tubuh S ku ini.

“ganti sepatu mu chagi” dengan cepat aku menoleh ke sepatuku, memang apa yang salah dengan sepatu ini, ini kan hanya 7 cm.
“ini hanya 7 cm oppa” jawabku seraya memakai sepasang anting ditelingaku
“pakai ini” seunghyun oppa membungkuk didepan kakikku dan menyodorkan sepasang sendal untuk ku
“omoo!!! Shiro!!” tentu saja aku tidak mau, bagaimana bisa perancang busana terkenal seperti ku memakai sendal santai seperti itu. aku pun mengacuhkan sendal itu dan berjalan sedikit cepat untuk mengambil tasku yang berada diatas kasur.
“kau pakai ini untuk sementara chagi, kau belum mepunyai sepatu flat kan?” suami ku itu masih saja membujuk ku , sudah tau aku tidak mau. Aku mengerti ia tidak ingin aku memakai sepatu tinggi tapi bukan sendal itu solusinya, haaaah jinja!!
“sudah ku bilang aku tidak mau!! Sudahlah kau membuat mood ku rusak, aku akan menyetir sendiri hari ini” ku ambil kunci mobilku yang di simpan dilaci lemari kami, aku benar-benar kesal dengannya, segera ku langkahkan kaki ku keluar kamar dengan tergesa gesa, aku sungguh tidak melihat lagi apa yang ada dihadapanku. Ntah siapa yang menaruh secarik kertas tergeletak dilantai ruang tamu kami,
aku tidak menyangka bahwa itu licin dan
“bukh” aku pun terjatuh dengan pinggul ku yang sukses mencium lantai.
aku bisa mendengar derapan kaki suami ku setelah melihatku terjatuh
“ssssssh aw” ringisku seraya mengelus pinggul ku, ahh pasti membiru
“gwenchana?” seunghyun oppa pun mencoba membantuku berdiri, belum sempat aku berdiri namun aw apa ini, terasa seperti ada yang melilit dibagian bawah perutku. Sungguh tidak tertahan lagi rasanya. Bahkan ini lebih sakit dari pada penyakit bulananku
“aaaaah, oppaaaa perutku sakit” ringisku lagi, bahkan aku mencoba menyalurkan rasa sakit diperutku ini dengan mencekram bahu seunghyun oppa
“jinjayo? Kita kerumah sakit sekarang” ia pun menggendongku, aku hanya bisa menangis dan menenggelamkan wajahku di ketiaknya. Sungguh ini sakit sekali ntahlah mungkin aku keguguran. Tanpa aba aba mulutku ini mengigit dada seunghyun oppa,
“yak!!!!! apa yang kau lakukan” teriakannya barusan sukses membuatku melepaskan gigitan di dadanya. Hiks mainhae oppa!! mianhaeeee teriak batinku.

*******

Tbc~
Tunggu next partnya yaaaah

2 comments on “saranghae nan aegya FF #2

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: