saranghae nan aegya FF #3

Published May 12, 2012 by fanfiction2012

Cast : TOP bigbang as Choi seunghyun, park min sun as you, park bom 2ne1, all bigbang member.
Other cast : you will know, as soon as you know
Rate : romance, friendship, family
Author : Kim L

Seunghyun POV
Kulangkahkan kaki ku ke kamar kami dengan membawa sepasang sendal, namun ada pemandangan lain didepan kaca kamar kami saat ini. Untuk pertama kalinya minsun memegang perutnya.
“ganti sepatu mu chagi” ucapku mendatanginya
“ini hanya 7 cm oppa”
“pakai ini” kubungkukan tubuhku didepan kakinya dan menyodorkan sepasang sendal untuk dipakainya
“omoo!!! Shiro!!” jawabnya secepat kilat setelah melihat sendal ini, memangnya apa yang salah dengan ini. Sendal ini kan sendal kesukaannya lalu mengapa sekarang ia tidak mau memakainya
“kau pakai ini untuk sementara chagi, kau belum mepunyai sepatu flat kan?” alu terus berusaha membujuknya, dan mengikuti kemana pun ia pergi. Hingga ia membuka lemari pakaian kami dan merogoh satu lacinya
“sudah ku bilang aku tidak mau!! Sudahlah kau membuat mood ku rusak, aku akan menyetir sendiri hari ini” omooo sepertinya ia serius. Ia berjalan cepat setelah menemukan kunci mobilnya. Sebelum mengejarnya aku bermaksud mengambil mantelku yang kugantungkan dilemari. Namun belum sempat aku memakai mantelku terdengar suara sesuatu terjatuh.
“ssssssh aw” terlihat minsun sedang terduduk dan meringis. Omoo minsun jatuh dengan cepat aku mengejarnya
“gwenchana?” ucapku seraya mengangkatnya dan aku sedikit lega ketika melihat ke daerah kakinya memastikan tidak ada darah yang mengalir.
Kubantu ia untuk berdiri
“aaaaah, oppaaaa perutku sakit” namun belum sempat ia berdiri, minsun kembali meringkuk dan memegangi perutnya. mungkin rasanya sakit sekali sampai ia meremas bahuku.
“jinjayo? Kita kerumah sakit sekarang” dengan cepat kugendong tubuhnya, ia terlihat mulai menangis dan menenggelamkan mukanya diketiak ku. Sangat jarang sekali ia menangis, apakah sakit sekali? oh tuhan semoga tidak terjadi apa apa dengan anak ku.
“yak!!!!! apa yang kau lakukan” spontan aku berteriak ke arah minsun ketika ia mengigit dadaku.
Ia pub langsung melepaskan gigitannya, Sungguh aku tidak bermakud membentaknya.

******
Sesampai dirumah sakit minsun langsung dibawa ke ruang bersalin. Sepanjang perjalanan tadi ia hanya menangis dan menahan rasa sakitnya dengan mengepal ngepalkan tangannya. Aku tidak tega melihat tangannya yg sudah mulai memerah. Ku genggam tangannya, agar ia bisa menyalurkan rasa sakit diperutnya untuk ku.

Aku sudah menelpon kluargaku dan kluarga minsun untuk segera datang kemari. Aku juga sudah meminta izin CEO ku yang hyun seok untuk hari ini tidak bisa mengikuti kegiatan bigbang dan menjelaskan semua kejadian ini. Untunglah ia CEO yang pengertian, bahkan ia memberiku libur 2 hari.

“seunghyun-aa!! Bagaimana minsun?” kutolehkan wajahku, dan melihat sosok ibuku dengan wajah khawatirnya.
“eommaaaa~ eothokae? Minsun terjatuh dan aku gagal menjaganya” ku peluk tubuh ibuku, aku benar benar takut saat ini. Aku merasa aku sudah gagal menjadi suami dan calon ayah yang baik.
“gwenchana!! Gwenchana, semua pasti akan baik baik saja”
kurasakan tangan ibuku menepuk punggung ku dengan lembut.

“Nyonya choi, seunghyun-aa. Mana minsun” aku tidak tau harus menjawab apa untuk ibunya minsun. Ia pasti membenciku karna gagal menjaga anaknya.
“ia sedang ditangani dokter didalam, kita berdoa agar semua baik baik saja” jawab ibuku seraya menuntun besannya itu untuk duduk.

Pintu putih yang sedari tadi tertutup itupun terbuka.
“tuan choi” Seorang dokter keluar dari ruangan dan segera aku berlari ke arahnya berharap dokter ini membawa kabar baik
“eoh!! Kandungannya baik baik saja, Syukurlah ia tidak mengalami pendaharan. Hanya sedikit kram perut akibat benturan yang ia alami. Kalian sudah bisa melihatnya sekarang” sungguh aku lega sekali mendengarnya

******
Minsun POV
Aku merasakan ada sinar
Terang mulai menusuk mataku yang terpejam.
Aku pikir aku sudah disurga saat ini, namun tak lama terdengar suara ibuku yang sedang berbincang ntah dengan siapa.
“eommaaa~” spontan ku dengan suara parau, seraya membuka mata
“eo!! Minsun-aa kau sudah bangun? Bagaimana perasaan mu. Eum? Kau mau minum? Atau kau mau apa nak?” aku coba melihat sekitarku. Semua ada disini, ayah ibuku, kedua mertuaku, namun tidak terlihat sosok pria yang tadi panik dan membawa ku kesini.
“bayiku, apa dia baik baik saja?” aku mulai merasa bersalah dengan bayiku, dan aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padanya.
“dia baik baik saja sayang, kau istirahatlah. Supaya keadaanmu cepat pulih, ne?” jawab ibu mertuaku seraya mengelus perutku yang masih rata. terasa sebuah air mulai menggenang dipelupuk ku
“ia marah padaku, aku selalu mengabaikan perkatannya, dia pasti akan menceraikanku eomma!!” air matakupun mulai terjatuh, aku tau ia pasti marah denganku, buktinya ia tidak ada disini disampingku.
“eiiiy, siapa yang marah padamu? Jangan bicara yang tidak tidak minsun” ibuku pun memeluk ku dengan pelukan hangatnya. Tapi air mataku masih saja mengalir
“tidak akan ada yang menceraikanmu sayang”
“apa tadi kau ribut dengannya? Dan kau jadi seperti ini? Eisssh bocah itu sudah kuduga, lihat saja akan kuhabisi dia” air mataku semakin deras mendengar ucapan ayah mertuaku dengan sangat menggebu gebu
“dia selalu peduli dengan keadaanku. Tapi aku sendiri tidak pernah peduli dengan diriku sendiri. Hiks hiks” ucapku dengan terisak

Cekleeeek
Terlihat sesosok pria yang sangat kukenal masuk kedalam ruanganku dengan membawa tiga cup kopi panas
“aboji ini kopi mu” lihatlah bahkan ia tidak tau bahwa aku sudah sadar
“eo, chagi-aa kau sudah bangun?bagaimana perasaanmu sekarang eum?” ia menghampiriku dan menaruh tangannya diatas kepalaku.
“eommaaa, lihatlah ia tidak memeluk ku atau bahkan mencium keningku. Ia marah padaku eommaaa” aku mulai terisak lagi, kututup mukaku dengan kedua tanganku. ntahlah moodku benar benar sedang tidak baik saat ini.
“ia sedang sensitive, sudah turuti saja” bisik eomma ku yang lumayan terdengar olehku
“euuuuumh jadi kau mau seperti ini? Baiklah, Aku tidak marah padamu chagi, aku akan marah padamu jika kau terus menangis” dipeluknya tubuhku dengan erat, namun tetap saja tanpa perintah air mataku jatuh seiring aku memejamkan mataku.
“oppa mianhae, tadi rasanya sakit sekali oppa, hiks hiks” jawabku masih terisak dalam pelukannya
“eum!! Aku tau, sekarang kau istirahat ne. Supaya kau bisa cepat kembali pulih” dikecupnya keningku, ahh rasanya mood ku yang tadinya dibawah angka minimum sekarang naik menjadi diatas angka maximal

Seunghyun POV
Setelah kejadian itu minsun benar benar berubah. Ia tidak pernah memakai sepatu tinggi lagi, meminum vitamin dan susunya tanpa aku suruh, dan selalu minta aku temani kemanapun ia ingin pergi. Sedikit manja memang, tapi tidak apa apa, aku lebih merasa aman jika ia pergi denganku.

Dan ketika aku pergi ke newyork beberapa hari untuk YG concert, minsun meminta untuk tinggal dirumah orang tuanya saja. Sudah kuduga minsun memang tidak mau dititipkan dirumah ibuku, mungkin ia malas dicereweti ibuku.

Kami juga sudah tidak tinggal di apartemen, ayahku menyuruh kami untuk mencari rumah yang dekat dengan rumah orang tua ku ataupun orang tua minsun Supaya minsun tidak kerepotan jika anak kami sudah lahir.

5th Month later
Minsun POV
senyum ku mengembang melihat dua lembar foto sedikit buram namun terlihat jelas terbentuk kepala, tangan, kaki, dan tubuhnya sudah berberbentuk bayi mungil yang selama 9bulan ini menjadi penghuni dirahimku.
Hari ini aku check up tanpa ditemani seunghyun oppa, ia sedang dijepang melakukan promo album baru bigbang, seharusnya siang tadi ia sudah sampai dikorea dan sorenya seunghyun oppa bisa menemaniku kedokter, namun karna pesawat mereka delay, jadi ia menyuruhku kedokter tanpa dirinya.
Kusapukan tanganku di perutku yang buncit ini “ssssh” walau sedikit sakit tapi aku senang merasakan setiap gerakannya. Seunghyun oppa juga sangat senang tiduran dipangkuanku dan menaruh telinganya diperutku dia bahkan bisa tertawa sendiri setelah itu, terkadang aku berpikir apa anak kami membisikan sesuatu padanya.

Tingnong!! Tingnong!!

“ne” kubangkitkan tubuhku yang berat dan berjalan pelan kearah pintu.

“aaaah appa sudah pulang” ucapku menirukan suara anak kecil, setelah melihat siapa yang datang.

“apa dia belum tidur?” tanya seunghyun oppa langsung menyapa bayi kami lebih dulu. setiap ia pulang yang pertama ditegur pasti bayi kami, bukan aku. Huh

“kau bahkan tidak menciumku dulu” ku kerucutkan bibirku, tanda bahwa aku cemburu dengan perlakuannya

“mmmmuah” dikecupnya pipiku tidak lama memang tapi cukup membuat mood ku jadi lebih baik.
“sssssh” ringisku merasakan pergerakan kasar dalam perutku,
dengan sigap seunghyun oppa menaruh tangannya diperut ku, mungkin ia sudah afal jika aku mulai meringis pasti anaknya ini sedang mengajaknya bermain. Hufffffh mengapa tidak ia saja yg hamil?
“ia pasti cemburu karna aku mencium mu”
“molla” jawabku, kulihat ia melirik ku dengan tatapan usilnya. Eo? Apa yang sedang ia pikirkan
“mmmmmuah” diciumnya lagi pipiku, namun kali ini agak lebih lama
“ssssh oppaaa sudahlah berhenti menggodanya, ia terus bergerak” ucapku seraya mengelus perutku, sementara seunghyun oppa hanya tertawa dan menaruh telinganya diperutku.
“kapan kau akan keluar, eum?” kali ini ia berbicara dengan bayi kami, ntahlah ku rasa mereka memang punya ikatan batin. Bayi dalam perutku ini seperti menjawab seunghyun oppa walau hanya dengan tendangan kecil.
“Secepatnya appa” lagi lagi aku menjawabnya dengan suara dibuat buat seperti anak kecil

Ia terus tersenyum seyum selama menempelkan telinganya di perutku, ntahlah apa yg sedang didengarnya
“bagaimana tadi kata dokter?” dialihkannya wajahnya menghadap ku, ohh kupikir ia lupa denganku karna terlalu asyik dengan anaknya
“ia sehat, kemungkinan ia lahir dua minggu lagi, atau mungkin bisa juga lebih cepat. Daaaan ini fotonya” ku raih dua lembar foto buram yg tergeletak di meja ruang tamu kami.
“apa ini kepalanya?” ia sepertinya kebingungan bagaimana cara melihat foto ini, karna dari tadi ia hanya membolak balikan foto ini
“ihh kau ini, lihatnya seperti ini oppa!! Kepalanya sudah tidak diatas lagi, kata dokter ia sudah berada dalam posisi yang baik” jelasku, seunghyun oppa hanya mengangguk anggukan kepalanya
“kau tidak ada promo keluar lagi kan oppa? Aku tidak mau jika melahirkan sendiri” kusenderkan kepalaku dilengan kirinya, yang dibalas dengan sapuan tangan kanannya dikepalaku tanpa menjawab permintaanku barusan.
“oppaaaaa~”
“eum?!”
“kau tidak jawab permintaan ku tadi” terangku, kurasakan ia mulai memperbaiki posisi ku yang tadinya bersender dilengannya berubah menjadi bersender didadanya yang bidang.
“jika aku tidak bisa menemanimu kan masih ada ibu, kau tidak akan melahirkan sendiri chagi” ucapannya barusan membuat moodku hilang, itu berarti ia tidak bisa menjanjikan akan ada disisiku saat aku melahirkan nanti.
“ck” decak ku, Ahh sungguh aku marah padanya saat ini. kutepis kasar tanganya yang sedang mengelus pinggangku dan kulangkahkan kaki ku ke kamar
“chagi-aa” terdengar ia memanggilku. aku malas menjawabnya, sungguh melihat wajahnya saja aku malas
‘blam!!!’ suara pintu yang kututup, sesungguhnya aku tidak bermaksud membantingnya.

Seunghyun POV
“kau tidak ada promo keluar lagi kan oppa? Aku tidak mau jika melahirkan sendiri” disenderkannya tubuhnya dilanganku, aisssh bagaimana aku harus menjelaskannya? Akhir bulan ini bigbang ada scedule talk show ditelevisi jepang. Aku hanya tersenyum seraya mengelus kepalanya dengan lembut
“oppaaaaa~”
“eum?!”
“kau tidak jawab permintaan ku tadi” Kurubah posisi minsun bersender didadaku, seraya kulingkarkan tanganku dipinggangnya. sesungguhnya aku masih berpikir, harus jujur atau sedikit membohonginya.
“jika aku tidak bisa menemanimu kan masih ada ibu, kau tidak akan melahirkan sendiri chagi” hingga akhirnya aku menemukan jawaban yang aman.
“ck” ku dengar ia sedikit mendecakan lidahnya seraya menepis tanganku yang kutaruh dipinggangnya. Omo aku sudah salah bicara? Aku hanya bisa mengerutuki diriku sendiri melihatnya bangkit dari sofa dan masuk ke kamar tanpa meninggalkan sepatah katapun
“chagi-aa!!” panggil ku masih terpaku di sofa ruang tamu kami
‘blam!!!’ hanya bantingan pintu yang menjawab panggilanku barusan

Tbc~
Saranghae nan aegya FF #4.
Thq Readers. Sarangae *lovesign

3 comments on “saranghae nan aegya FF #3

  • Syukurlah sudah sampai 9 bulan
    tapi lagi2 pasangan suami istri itu jadi galau, yg satu ga mau melahirkan sendirian, yg satu bakalan ga bisa nemenin istrinya… hadeeeehhhh

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: