Saranghae nan aegya FF #4 (ending)

Published May 30, 2012 by fanfiction2012

image

Cast : TOP Choi seung hyun, Park Minsun, BIGBANG’s member
Other cast : You’ll know as soon as you read
Genre : Romance family
Author : Kim L
Note : Dont be silent reader!!! Jejak anda sangat DIBUTUHKAN ^^

Author POV
Setelah meninggalkan Rapper bigbang ini seorang diri diruang tamu, membuat seunghyun tidak bisa begitu saja diam.. melihat tingkah minsun yang sedang labil, ia pun segera menghampiri istrinya yg sedang terbaring di kasur. Sebelumnya Minsun agak sedikit marah karna ucapan seunghyun yg tidak bisa menemani minsun saat melahirkan buah hati mereka nanti.
Posisi tidur minsun yang tidak seperti biasa membuat seunghyun ingin mendekapnya dari belakang, mengingat sudah 3 hari ia meninggalkan istrinya ini untuk sebuah promo bigbang dijepang.

Ditempelkan seunghyun wajahnya yang tirus dirambut panjang milik seorang yeoja yang sedang mengandung buah cinta mereka. 3 hari tidak tidur seranjang dengan istrinya ini membuat seunghyun merindukan mencium wangi khas dari seorang Park minsun yang sekarang sudah berubah menjadi Choi minsun, dan memeluk pinggulnya yang kian membesar seiring usia kandungannya yang semakin tua
“Mianhae” dengan kecupan lembut Seunghyun mencoba merayu minsun untuk menoleh ke arahnya. namun bukannya perlakuan lembut yang dibalas minsun, seunghyun malah mendapatkan tepisan kasar akan tangan yang dilingkarkannya dipinggul besar minsun.

“aku pasti akan menemanimu ketika bayi kita lahir. Jangan marah lagi ne chagi-aa” kembali rapper bigbang itu membelai lembut rambut istrinya
“tidak perlu, biar ibu saja yang menemaniku!! Kau urus saja scedule mu yang seperti gerombolan rayap itu” ketus minsun seraya menepis tangan seunghyun dengan kasar

Pria berperawakan tinggi itupun hanya tersenyum usil dibalik punggung istrinnya ini, tanpa rasa bersalah Dilingkarkan kembali tanganya yang sudah ditepis dipinggang milik minsun “mana bisa seperti itu, sudah yaa jangan marah lagi” bisiknya sambil sedikit mengusap usapkan tanganya dipinggang besar minsun.

“asssssh tangan mu berat!!!! Sanaaaaa!!!” kali ini minsun pun menepis tangan seung hyun dengan kasar. keadaan labil minsun membuatnya harus berteriak , mungkin ini yang dinamakan stress menjelang kelahiran ditambah lagi minsun memang takut melahirkan setelah beberapa kali melihat video video di youtube

Lagi Lagi namja berperawakan kurus dan tinggi itu mengeluarkan senyum usilnya dibalik punggung istrinya.
“baiklah, kalau begitu aku menaruh tanganku disini saja” ditaruh seunghyun tangan kanannnya dirambut milik minsun, seunghyun masih mencoba untuk membuat mood istrinya itu kembali baik, namun sepertinya ia salah mengambil waktu. Minsun pun bangkit dari tidurnya dan memberikan tatapan sinis ke arah namja yang ia rindukan tapi ntah mengapa rasa jengkelnya terhadap suaminya sedang dalam titik maksimum saat ini.

“kau yang tidur diluar atau aku yang tidur luar?” Minsun merubah posisinya menjadi duduk

“kau ini kenapa? Baiklah baiklah aku tidak akan mengganggumu. kajja sekarang kita tidur” mendengar ancaman yeoja yang dicintainya ini, tangan besar seung hyun pun mencoba menarik tangan minsun, mengisyaratkan agar istrinya ini segera berbaring dan kembali tidur. Akhirnya ia mengalah untuk tidak mengusili istrinya lebih dalam lagi, ia tidak mau mengambil resiko untuk tidur diluar malam ini.

Dengan sigap Minsun pun mengambil sebuah bantal dan guling dan bersiap untuk keluar. Emosi nya yang tidak setabil yang membuatnya seperti ini, selain karna stress menjelang kelahiran minsun merasa bayi dalam perutnya ini tidak henti hentinya bergerak dan membuatnya susah tidur. Ditambah lagi suaminya yang tampan ini terus menggangunya membuat Mood minsun berada dititik paling bawah saat ini. langkah demi langkah ia berjalan menuju pintu keluar kamarnya ini, Perutnya yang besar membuat jalannya sedikit lambat.

Seung hyun sempat terkejut melihat minsun ternyata serius dengan ancamannya,’ahh baiklah sepertinya malam ini aku harus tidur diluar’ batin seung hyun seraya menghampiri yeoja yang sedang mengandung anaknya ini membawa bawa satu bantal dan selimutnya yang tidak begitu tebal untuk dibawanya keluar kamar.

“aku akan tidur diluar, maafkan aku ~chuuu~ sekarang kau tidurlah” dikecup seunghyun kening minsun

Seunghyun POV
“aku akan tidur diluar, maafkan aku ~chuuu~ sekarang kau tidurlah” ku kecup kening minsun sebagai ucapan selamat malam untuknya, aku harus tidur diluar malam ini dari pada aku harus menemukannya tidur diluar.. Kali ini aku harus mengalah untuktidak memperpanjang masalah sepele ini., ntahlah ada apa dengannya sekarang emosi nya cepat sekali naik turun. Tak jarang ia memarahiku jika aku pulang terlalu malam, bahkan ia pernah berpikiran bahwa aku sering menggoda trainee baru di YG. Oh sungguh aku tidak tau ia mendapatkan berita itu dari mana. Tak jarang juga kami bertengkar hanya karna masalah kecil.

Aku bisa memaklumi setiap tingkahnya berubah ubah, mungkin karna waktu kelahirannya semakin dekat itu yang membuat pikirannya sedikit terbebani. Aku sudah mengatakan padanya untuk tidak memikirkan itu lagi, karna semakin ia memikirkan itu akan semakin mengerikan. Ditambah lagi ia sering melihat video video di youtube, yang membuatnya semakin takut menunggu hari kelahiran putri kami. Yapp
Bayi kami sudah diprediksikan adalah seorang yeoja. Ia benar-benar bahagia saat pertama mendengarnya, karna ia merasa ia bisa menjadi ibu sekaligus sahabat untuk putrinya nanti.
Ia selau bercerita padaku ia ingin menguncir putrinya dengan kunciran warna warni, membuatkan nya gaun gaun yang lucu, mengajaknya ke mall, salon, menggosokan punggungnya ketika mandi, dan masih banyak lagi cerita cerita minsun yang menunjukan bahwa ia benar benar tidak sabar melihat putrinya tumbuh. Aku selalu tersenyum setiap mengingat perkataan minsun yang mengatakan “oppa bisakah ia keluar sendiri tanpa rasa sakit?” minsun memang tidak sabar ingin melihat putrinya, namun dilain sisi ia dihantui rasa takut membayangkan sakitnya nanti.

Kubaringkan tubuhku di sofa panjang dan Kutatap langit langit ruang tamu rumah kami , mencoba mendengarkan suara yang ada, namun hanya ada suara AC dan dentingan jarum jam yang memecah keheningan rumah ini. Cepat atau lambat rumah ini sudah ramai oleh tangisan bayi, membayangkannya saja aku jadi tidak sabar.
Tiba tiba mataku menjalar kesebuah kamar yang kebetulan bersebelahan dengan kamar ku dan minsun di pintu kamar itu terdapat sterofom pink berbentuk Love dengan tulisan ‘uri baby Choi……’ aku tersenyum membacanya, jadi ia sudah mempersiapkannya? Rasa penasaranku pun mendorongku untuk melihat isi dari kamar calon bayi kami nanti.

Kubuka knop pintu tersebut dengan perlahan, dan sedikit terkejut melihat kamar ini di dominasikan warna pink, kertas dinding yang bergambarkan hello kitty, berbagai macam boneka berbentuk hewan lucu dan beberapa jenis barbie tersusun rapi disebuah rak sudut kamar ini, Tempat tidur bayi lengkap dengan mainannya diletakan minsun didekat jendela bertirai putih membuat kamar ini terlihat semakin kontras, karpet yang kupijak ini juga berwarna pink muda.

Tiba tiba sebuah lemari berwarna Cream dengan desain lucu yang berdiri tepat di sebelah ranjang bayi sedikit mencuri perhatianku.
“eo?!” ucapku terkejut ketika membuka laci pertama lemari tersebut, betapa lucu nya sepatu sepatu dan kaos kaki bayi ini, semua hanya sepanjang jari kelingkingku. Ada yg berbahan rajut bahkan yang kain.

Kubuka lagi laci kedua, sudah tersusun rapi baju baju mungil dan beberapa baju hangat untuk bayi.
Sungguh ruangan ini pasti akan menjadi tempat faforitku yang baru nanti.

Minsun POV
Kupejamkan mataku walau sesungguhnya aku tidak bisa tidur saat ini. Mungkin sudah ratusan kali aku merubah posisiku tapi tetap saja tidak menemukan posisi nyaman.
Baiklah aku mengalah, ku dudukan posisiku dan sedikit mengelus perut ku ini “mengapa kau tidak berhenti bergerak, eum? Eomma mau tidur aegyaaa!!” ucapku seraya mengelus lembut perutku, semoga saja bayi ku ini mengerti dan menghentikan gerakan gerakannya. Namun ‘deg’ sebuah rasa lain muncul lagi dari dalam perutku, “asssh” ringisku sendiri didalam kamar ini. aku merasa seperti ada yang melilit perutku, apakah ini waktunya? aku sudah merasakan ini sejak sore tadi, aku bahkan sudah dua kali bolak balik toilet mengira bahwa ini hanya buang air biasa. Aku belum pernah melahirkan, jadi aku tidak tau seperti apa rasanya. apa seperti ini? “aigoooo eomaaaa” ringisku seraya sedikit merunduk berharap rasa mulas ini hilang

Seunghyun oppa pasti sudah tidur diluar, mana peduli ia denganku. Ini rasanya sakit sekali, ku gigit bibir bawahku dan sedikit meremas sprai kasur ku. ‘oppaaa’ ringisku lagi. ini bahkan lebih sakit dari penyakit bulanan ku dulu sebelum hamil

setelah 5menit menahan sakit didalam perut ku ini akhirnya rasa itu hilang, kutarik dan kubuang nafasku berulang kali untuk menyetabilkan kembali perasaanku yg masih sedikit terasa tidak enak “kau marah sama eomma ya karna menyuruh appa mu tidur diluar?” akhirnya kuputuskan menyuruh seunghyun oppa untuk tidur didalam bersama ku, ku langkahkan kakiku keluar kamar, namun tidak menemukan siapa siapa diruang tamu, kemana dia?
‘cekleeeek’ ku tolehkan mataku kesumber suara tersebut, yang ternyata seunghyun oppa baru saja keluar melihat kamar bayi yang aku desain sehari sebelum ia pulang dari jepang.
Tiba tiba rasa jengkelku muncul dengan sendirinya

“eo?? Kau belum tidur? Aku baru sa..~” aku sudah tau kemana ujung pembicaraannya, segera kupotong omongan seunghyun oppa bersamaan dengan air yang sudah diujung mataku. Ntahlah suasana hatiku benar benar sedang tidak baik saat ini

“kau selalu hanya peduli dengan bayimu!! apa kau pernah peduli bagaimana aku tidur, nyaman atau tidak, bisa tidur atau tidak. Kau hanya mencintai bayi mu kan?” ucapku sedikit berteriak dan mulai terisak, ohh ada apa denganku. Aku sungguh ingin sekali memeluk tubuh seunghyun oppa, tapi yang keluar malah emosiku yang meledak. Mianhae oppa, jeongmal mianhae

“YAK PARK MINSUN!! Dari mana kau belajar berteriak pada suamimu seperti itu?” bentaknya yang sontak membuat nafasku tercekat, sungguh aku takut melihat matanya yang tajam, dan wajahnya yang mulai serius. Tanpa terasa air mataku mulai mengalir deras saat ini. Jarang sekali ia membentak ku seperti ini, ohh bahkan tidak pernah. Ia selalu mengalah apapun yg ku katakan.

“sekarang kau bahkan bisa membentak ku!!”
‘blammmm’ ku tutup pintu kamarku, aku sungguh tidak kuat berada dihadapannya dan menatap kedua matanya yang tajam.
“aku benci padamuuuuu” teriak ku dari dalam kamar. Tangisanku pun semakin deras, sesekali rasa sakit dalam perut ku ini muncul tapi tidak sebanding yg kurasakan ketika dibentak seunghyun oppa tadi. Aku hanya bisa merasakan sakit ini sendiri, sakit batin karna dibentak suami ku sendiri dan sakit karna pergerakan pergerakan kasar dalam perutku ini. aku yakin ia pasti sudah tidur dengan dengkurannya yang seperti sudah terpasang sound system di tenggorokannya.

Kenapa jadi seperti ini, seunghyun oppa pasti marah padaku. Aku masih tetap tidak bisa tidur saat ini, bayangan saat ia membentak ku tadi masih melintas di benak ku. kulihat jam didinding sudah menunjukan jam 3pagi.

Sebuah dorongan muncul dari dalam diriku untuk keluar dan meminta maaf padanya walau ia sedang tertidur, siapa tau dengan seperti itu perasaanku sedikit lebih enak

Seunghyun POV
“Oppa, mianhae jeongmal mianhae. ~Hiks!!~ aku tidak bermaksud berteriak padamu tadi” samar samar ku rasakan sebuah tangan lembut menyentuh pipiku
“aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Oppa aku sungguh ingin memelukmu ~hiks~” kubuka perlahan mataku, eo kupejamkan lagi setelah melihat ternyata minsun sedang terduduk dihadapanku seraya mengusap air yang ada dimatanya. Aku juga sesungguhnya tidak bisa tidur saat ini aku hanya coba untuk memejamkan mataku ada sedikit rasa penyesalan karna sudah membentak minsun tadi.
“oppa bayi kita terus bergerak, sepertinya ia marah padaku karna tadi sudah berlaku tidak sopan padamu” dengan cepat kutangkap tangannya yang masih berada dipipiku.
“aku juga minta maaf sudah membentakmu tadi, ne”
“oppa kau belum tidur?” kulihat wajahnya sedikit terkejut melihatku terbangun.
“untung aku belum tidur jadi aku bisa mendengar permintaan maafmu!! Sini duduk disebelahku, nanti kakimu keram terlalu lama duduk dibawah” ucapku seraya membantunya berdiri, dan duduk disebelahku
‘chuuuu’ kukecup pipinya yang sedikit basah, sepertinya sedari tadi ia hanya menangis.
“jangan ulangi lagi yaa, kau taukan aku paling tidak suka diteriaki. Eum” kusapukan tanganku dipipi yeoja yg sebentar lagi akan menjadi ibu dari putri ku yg cantik ini.
“ne oppa”
“ahh” kulihat minsun sedikit meringis seraya memegangi perutnya
“bayi kita nakal rupanya, apa dia menendang terlalu keras” ku taruh tanganku diatas perutnya yang sedikit menegang beda seperti biasanya
“anio oppa, ini rasanya beda. Perutku terasa lebih sakit. Asssshhhh”
“jinja? Sejak kapan??” tanyaku mulai sedikit khawatir
“sejak tadi sore. Tapi Rasa seperti ini datang hanya sesekali”
“apa jangan jangan sudah mau lahir?”
“molla~ tapi kata dokter masih 2minggu lagi”
“tapi bisa juga lebih cepat, yasudah lebih baik kau baringkan tubuhmu dikamar, jika besok pagi masih sakit kita harus kedokter” ku angkat tubuh minsun membantunya untuk berdiri dan menuntunnya berjallan
“o-oppa chankaman” tahannya setelah dua langkah ku tuntun berjalan.
“oppa i-ini ada cairan mengalir dikakiku” dengan sigap aku menoleh ke arah kakinya. Dan benar saja sebuah cairan bening mengalir deras dikaki minsun saat ini

Jika ada CCTV dirumah kami ini pasti sudah terlihat jelas bagaimana wajah pucatku sekarang.

“omo… omo… ini waktunya minsun!!! Kau duduk disini dulu, aku akan mengambil kunci mobil dan mantel” kududukan tubuh minsun disebuah kursi, sedangkan aku berlari menuju kamarku mengambil mantel minsun dan mantel untukku. Kunci mobil yg tergeletak di meja rias kurampas begitu saja. Semua berjalan dengan cepat, sampai kutuntun tubuh minsun kedalam mobil.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, minsun terlihat menahan sakit dan sesekali meremas lenganku yang sedang menyetir. Aku yakin remasannya ditanganku ini tidak sebanding dengan yang ia rasakan sekarang.

Ku rogoh handphone ku yang kutaruh di kantung mantelku dan mulai menekan nomer telfon ibuku.
“eomma, sepertinya minsun akan melahirkan. Aku sedang membawanya kerumah sakit. Kalian cepat kemari ne”
“oppa bagaimana bisa kau menelfon dalam keadaan menyetir. Hah?” ucap minsun masih dengan ekspresinya yang menahan sakit diperutnya
“tahanlah, sebentar lagi kita sampai” segera ku masukan handphone ku kedalam saku mantel dan kugenggam tangan minsun yang sedari tadi hanya meremas remas lenganku. Tangannya terasa dingin, dan bulir bulir keringat juga sudah mulai bermunculuan bersamaan dengan air matanya yang mengalir. Ku ambil selembar tissue yang berada di dashboard mobil ku dan mengusapkannya dipipi minsun sementara tanganku yang lain masih mengendalikan stir mobil yang berada dalam kecepatan 100km/jam “oppa!! fokuslah menyetir. sssssssh” ucapnya sedikit merintih.
“ne chagi, kau masih bisa menahannya kan?”
“eum”

*****
Hanya dalam waktu 30menit kami sudah sampai dirumah sakit, dini hari jalanan di seoul masih sangat sepi, sungguh tidak terbayaang jika tadi ini siang hari pasti sangat padat.
Sesampai di lobby minsun langsung dilarikan ke ruang bersalin. Sedangkan mobil ku kuserahkan ke valley parkir yang ada disini bagaimana tidak, minsun terus menggengam tanganku aku tau ia takut, maka dari itu aku harus selalu ada disampingnya tanpa sedetik aku meninggalkannya

“ini sudah pembukaan akhir, bagaimana bisa kau baru membawanya kesini tuan choi seung hyun?” ucap dokter yang sedari tadi memeriksa minsun. Aku hanya bisa menatap nanar wajah minsun yg sudah dipenuhi keringat. Jadi sejak semalam kami bertengkar ia sudah merasakan tanda tanda ini? Tapi kemana aku? Aku malah membentaknya dan membiarkannya menahan rasa sakitnya sendiri di dalam kamar.

“suster, segera siapkan peralatannya” lanjut dokter lagi

“oppa!!! aku takut”
“tenanglah, aku ada disini. Kau hanya harus mengikuti setiap kata dokter. Ne”
“eum”

Aku terus menggenggam tangan minsun, sesekali ku usapkan tanganku diwajahnya yg sudah dipenuhi keringat. Ohh tuhan aku sungguh tidak tega melihatnya seperti ini, tanpa terasa air mataku pun mengalir, ingin sekali aku menggantikan posisinya. Untung disini tidak ada seung ri, jika ia melihatku menangis pasti akan disebar kan disetiap reality show.

“nyonya kepalanya sudah terlihat, dorong sekali lagi” ucap dokter yg sedari tadi mengintruksikan minsun untuk terus mendorong bayinya agar segera keluar.

“ngggggggggggg” genggaman tangan minsun semakin menguat setiap ia coba untuk mendorong bayi nya keluar.
“ngggg oppaaa hiks, sakit, aku tidak kuat”
“kau pasti kuat chagi” ku kecup punggung tangan minsun, berharap aku bisa menyalurkan setiap energi ku terhadapnya

kulihat wajah minsun yang sepertinya sudah kelelahan, nafasnya pun sudah ter engah engah saat ini
“chagi-aa kau pasti kuat, tinggal sedikit lagi kita sudah bisa melihat putri kita yang cantik” bisikku tepat ditelinga minsun, hanya ini yang bisa ku lakukan memberinya semangat.
genggaman tangannya yang tadinya sangat keras pun berubah jadi melemah, eoh apa minsun pingsan? ucap batinku

“nyonya dorong sekali lagi, dalam posisi seperti ini ia akan kesusahan bernafas”

“MInsun-ah!!! bukan kah kau ingin membuat putri kecil kita gaun cantik? dan menjadi sahabat terbaiknya? wujudkan itu chagiyaaa, aku mencintaimu!! kau pasti kuat.. hiksssss” aku sedikit terisak karna kepanikan mendengar ucapan dokter barusan namun batinku sedikit lega setelah perlahan minsun mulai membuka matanya kembali dan bersiap bersiap untuk mengikuti perkataan dokter.

Author POV
‘oeeeeeek…. Oeeeek’ waktu yang ditunggu tunggu dua pasangan cool ini pun terwujud setelah mendengar tangisan seorang bayi seiring dengan seorang dokter mengangkat tubuh bayi masih berlumuran darah dari seorang yeoja yang kurang lebih sudah selama 1 jam ia berusaha untuk mendorong bayi nya untuk keluar, setelah hampir ia kehabisan nafas karna kelelahan.

“Selamat tuan choi, Putri anda sehat” ucap dokter yang masih menggendong bayi tersebut. Seunghyun masih tidak menyangka bahwa ia adalah seorang ayah sekarang. sebelum dokter itu membawa Malaikat kecilnya untuk dibersihkan seung hyun menyempatkan diri untuk menatap dalam wajah putrinya, sesekali sebuah senyuman terukir manis diwajahnya. Ia terharu bagaimana bisa bayi yang sudah ditunggu tunggunya selama 3 tahun ini lahir dengan sebegitu lucu dengan pipinya yang chubby, kesepuluh jarinya yang mungil, tubuhnya yang putih dan sehat membuat seung hyun masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Sedangkan pemandangan lain terlihat diwajah minsun, ia masih menggengam tangan seung hyun walau matanya terpejam mencoba mengatur setiap nafas yang dihembuskannya.

“oppaaaa, mian…..~” ucap minsun terpotong
“psssssst, gomawo!! Ia sangat cantik chagi mirip dengan mu ~chuuuuu~” dikecup seunghyun kening minsun dengan mesra,
“aku hampir membuatnya tidak bernafas tadi. Hiks” bulir bulir air mata itu pun mengalir di pipi minsun. Melihat minsun menangis seunghyun makin mengeratkan genggaman tanganya untuk minsun.
“psssst kau jangan banyak bicara dulu,kau pasti lelah sekarang.. Aigooo dia cantik sekali chagi..” mata seunghyun terlihat berbinar setelah sesaat bayi mereka ditaruh didada minsun. dengan sedikit menggeliat mulut mungil bayi itu mencari puting untuk pertama kalinya.

“oppaaaaa…. eothokkeeee!! aku bahagia sekali. hiks.. aku seorang ibu sekarang?”

“nado haengbokae yeobo-ya!!!! Trimakasih sudah memberikan ku seorang putri yang cantik! *chu” seunghyun sengaja memberikan kecupan hangat di pucuk kepala minsun, sebagai hadiah atas perjuangan yang sudah ia lalui untuk melahirkan putri pertama mereka.

*****
3rd years later
Incheon airport
Seunghyun POV
“ye eun sayaaang, appa pergi dulu, ne!! Kau harus menurut apapun kata eomma mu. Arraso?” ucapku pada malaikat kecil yang ada dihadapanku ini. Aku memberinya nama Choi ye eun, Ia tumbuh menjadi anak yang sehat, di umurnya yg ketiga ini ia sudah bisa makan sendiri, lancar berbicara, mandi pun ia sendiri walau sedikit tidak bersih minsun pasti membantu menggosok punggung ye eun.

sejak lahir ia paling dekat denganku, tak jarang minsun cemburu melihat kebersamaan ku dan ye eun.

“appa harus cepat pulaaaang” didekapnya tubuhku, ohh sungguh putri kecilku ini membuatku susah melepaskannya setiap aku harus pergi keluar negri.
“ehmm 3 hari, tidak lama kan?” ucapku seraya menunjukan 3 jari ku, yang dijawab dengan anggukan ye eun yang lucu.

“whooooooa ye eun!!!! Aku rindu sekali padamu” ku tolehkan pandanganku ke sumber suara yang sepertinya ku kenal. Belum sempat aku melihat jelas, ye eun sudah keburu dirampas dalam gendongannya.
“Seung ri appaaaaa” teriak putri ku riang setelah melihat siapa pria kurang ajar yg sudah mengendongnya dengan kasar ini. Ye eun sudah sangat akrab sekali dengan semua artis YG, pria jadi appa dan wanita jadi eomma. Terkecuali Taeyang, aku tidak menyangka putriku ini sangat mengidolakan taeyang, dan aku tidak tau alasan apa sehingga ye eun tidak mau memanggil taeyang dengan sebutan appa atau pun oppa. Ye eun pernah mengatakan, kalau ia ingin menikah dengan taeyang suatu saat nanti. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku jika melihat ye eun mulai mendekati taeyang ntah berpura pura minta buka kan permen dengan gaya aegyo nya yang tidak bisa ditirukan oleh siapa pun.

setiap aku ada latihan ia pasti ikut. Ye eun selalu memilih ikut denganku dibanding di butik ataupun pergi ke mall dengan ibunya.

“hyung!! Mengapa ye eun tidak ikut saja dengan kita?” lanjut jiyong sedikit mencubit cubit pipi ye eun
“kita ke jepang untuk promo bukan untuk bertamasya, lagi pula tidak ada yg menemani minsun disini nanti”
“biarkan saja eomma sendiri dirumah, ye eun mau ikut appaaaa~”
“bagaimana jika eomma kita yang cantik ini diculik pria jahat?” ucapku seraya menyikut tangan minsun yang sedari tadi berdiri disebelahku

“aku tidak peduli”
“ye eun” ucapku yang dibalas oleh mehrong ye eun ke arah minsun.
“hahahahaahaaha kau ini” tawa taeyang pun meledak setelah melihat tingkah putri ku mehrong kearah ibunya sendiri.
“jiyoung appaaaa cepat bawa aku masuuuuk”
“ye eun sayaaaaaang, nanti jika ye eun sudah besar kami janji akan mengajak ye eun kemanapun kami pergi, nah sekarang ye eun harus menuruti apa kata eomma dan appa supaya ye eun cepat besar. Arrasoo” jelas taeyang seraya mengambil ye eun dari gendongan seungri, putri ku ini pasti senang digendong idolanya. Aku tidak tau ia mengambil sifat genitnya ini dari mana.
“eoh!!!! Baiklah ~chuuuu~” omo aku benar benar terkejut melihat ye eun mengecup pipi taeyang, bahkan mata minsun hanya bisa membulat melihat tingkah putrinya ini.
*******

Minsun POV
Hari ini seunghyun oppa berangkat ke jepang untuk 3 hari, huuuuh lagi lagi aku dan ye eun di tinggalkan. Jujur saja ye eun tidak terlalu akrab denganku, seperti ia merasa aku ini orang asing. aku pun tidak mengerti sejak lahir ia selalu menangis jika dalam gendonganku tapi tidak jika seunghyun oppa yang menggendongnya.
Aku sempat berpikir ye eun tertukar saat dirumah sakit, tapi segera ku buang pikiran jelek itu banyak orang yang mengatakan ye eun ini adalah aku sewaktu kecil.

“ye eun pakai sit belt mu” ucapku seraya menaruh tas ku ke jok belakang

“pakaikan, bahkan appa ku selalu memakaikan sit belt untuk ku” ketus ye eun tanpa melihat kearahku sedikit pun, aku hanya tersenyum melihat putri kecilku yang semakin hari semakin pintar bicara.

“baiklaaah, nona choi” ku dekatkan tubuhku dan mulai menarik sit belt untuk ye eun, ohh jantung ku sedikit tersedak mencium tubuhnya yang wangi, seperti bau yang ku kenal tapi ini bau yang berlebihan

“emh!!! Kau pakai minyak wangi siapa ini?” Tanyaku, sungguh bau ye eun saat ini seperti bocah ketumpahan minyak wangi, aku tidak tahan menciumnya dari dekat.

“appaku!!! Wae? Tidak boleh?”

“berapa banyak yang kau semprotkan ditubuhmu?”
“sebanyak yang aku mau, aku harus wangi dihadapan taeyang!! Sudah jangan banyak bicara jalankan mobilnya aku ingin cepat sampai rumah halmoniiii~”
Oh sungguh ye eun ini ternyata lebih tua dari umur aslinya, dari manaaa ia belajar berpikir seperti itu. Bahkan aku dan seunghyun oppa tidak pernah mengajarkannya seperti ini.

“ye eun kau tau? Kau masih kecil, ini minyak wangi orang dewasa nanti akan eomma belikan minyak wangi untukmu. Arraso”

“aku tidak peduli” jawab ye eun dengan ketus, aku hanya bisa menggelengkan kepalaku melihat tingkah bocah yang selama 9bulan pernah menjadi penghuni rahimku ini.

********
Aku mengantarkan ye eun kerumah orang tua ku, aku ingin menitipkan ye eun selama aku bekerja. Maklum saja ye eun tidak pernah betah jika ikut denganku di butik.

“harabojiiiiiiii” teriak ye eun riang seraya berlari menuju kakeknya yang sedang asyik membaca koran di teras.

“uri ye eun sudah datang rupanyaaaa”
“haraboji appa ku pergi kejepang, aku ditinggalkan dengan dia lagi Huuuuh” aku hanya tersenyum melihat ye eun menunjuk ke arahku dengan sebutan ‘dia’ aku sudah tidak terkejut lagi dengan ini, ye eun memang sangat jarang memanggil ku eomma.

“whoooaaa cucu kakek sudah pintar bicara rupanya” terkadang rasa iri sering menghampiriku melihat orang orang yg bisa memangku ye eun, menggendongnya, mencium harum nafasnya sedangkan aku yang ibunya sendiri menatap wajah ye eun saja hanya bisa ku lakukan ketika ia sedang tidur.

“ye eeeeeeun, ye eun!!!!! Kau sudah datang sayang?” teriak ibu ku dari arah dapur, sepertinya ibuku sedang membuat sesuatu didapur. harumnya yang sudah sangat ku kenal tercium sampai keluar, membuat isi perutku protes untuk memakannya

“sana hampiri halmoni mu!! Ia sedang membuatkan mu kue coklat”
“jinja?”
“eoh!!” ye eun pun segera berlari masuk, aku sangat paham sekali apapun akan ditinggalkan ye eun jika yang berbau coklat sedang menunggunya. Sama seperti ku, ye eun adalah chocolate holic. Berbagai macam jenis coklat sudah pernah dimakannya diumurnya yang menginjak 3 tahun ini.

“jangan kau masuki hati omongan putri mu tadi, ia belum paham” ayahku pun membuka omongan setelah melihat ye eun berlari masuk kedalam
“aku mengerti appa, terkadang aku sedih melihatnya seperti tidak menganggapku sebagai ibunya. Tapi seiring berjalanannya waktu aku bisa terbiasa dengan sifat ye eun”
“nanti akan ada masanya dimana ye eun akan membutuhkan dekapanmu sebagai ibu”
“ne appa, seunghyun oppa juga sering mengatakan itu padaku”
“eo sepertinya aku sudah harus kebutik sekarang, appa aku titipkan ye eun, ne!!”
“eommaaaaa~ aku berangkat” teriak ku berpamitan, semoga eomma ku mendengarnya. Karna biasanya ia akan lupa segalanya jika sedang bersama ye eun

“baiklah kau hati hati dijalan” ucap appa ku seraya melambaikan tanganya sebelum ku tancapkan gas mobilku
***

Tes..tes
Tanpa terasa air mataku menetes ditengah kepadatan kota seoul ini. Dulu Aku senang sekali Saat pertama kali mengetahui aku mengandung seorang yeoja. Karna aku pikir aku bisa mengajaknya ke mall, membuatnya gaun yang lucu, menguncir rambutnya hah pada kenyataannya ia lebih suka ke studio latihan dengan appa nya, menggandeng tangan appanya, dan tidur ditemani appanya. Mungkin aku tersenyum setiap melihat putriku itu semakin besar dan pintar, tapi pada dasarnya hati ku ini menangis melihat seunghyun oppa memangkunya dan bisa membuat ye eun tertawa, sungguh berbanding balik jika ye eun dengan ku, yang ada hanya jawaban ketus yang selalu keluar sebagai jawaban darinya.
‘drrrt drrrt’ mendengar handpone ku bergetar dengan segera aku melihat siapa yang menelfon
‘Yeobo’s calling’ kuhapus air mataku, dan ku test suara ku untuk berdehem agar tidak terdengar jelas bahwa aku habis menangis

“ne, oppa~” jawabku dengan suara sedikit berbeda, aisssh padahal aku sudah memastikan agar suaraku ini tidak terdengar habis menangis
“kau sedang apa? sebentar lagi aku akan masuk pesawat” terdengar suara beratnya menjawab telfon ku
“aku sedang menuju butik saat ini, ye eun juga sudah dirumah ibuku” jawabku, namun tanpa sengaja dan secara reflek aku menarik hingus yang ada dihidungku, omooooo
“kau kenapa? Kau menangis?”
“aniyoo oppa, nan gwenchana”
“suaramu tidak dapat berbohong, ye eun mengatakan apa padamu. Eum?”
“tidak, sungguh bukan apa apa”
“kau harus sabar menghadapinya, tidak lama paling hingga umurnya 5 tahun ia akan mengerti posisimu sebagai ibu yang pernah mengandungnya” mendengar ucapan seunghyun oppa barusan air mataku pun mengalir lagi dengan sendirinya, tapi aku menahan isakan tangis itu agar seunghyun oppa tidak mendengarnya.
“eo minsun-aa aku harus masuk pesawat sekarang, jika sudah sampai jepang akan ku telfon lagi ne~”
“baiklah, selama dijepang jaga kesehatanmu oppa”
“ne, kau juga. Jaga dirimu dan putri kecil kita, Saranghae”
“nado saranghae oppa”

Hari hari terus berlanjut, selama seunghyun oppa dijepang terkadang ye eun ku titipkan dirumah ibuku ataupun dirumah ibu mertuaku. Dimana ye eun mau, kesitu aku membawanya. Dan jika aku sudah pulang dari butik aku akan menjeput ye eun untuk kembali kerumah bersamaku.
Bisa dikatakan aku jarang sekali berbicara pada malaikat kecil ku ini, saat sampai dirumah ia akan duduk manis didepan TV menonton keroro kartun kesukaannya. Ia akan berbicara padaku jika ia lapar, dan minta dibuatkan susu ketika ia sudah mau tidur, sebelum tidur biasanya appanya akan tidur disebelahnya seraya mengusap usap punggung ye eun hingga ia benar benar tidur pulas. Tapi mengingat appanya sedang dijepang saat ini ia cukup memeluk boneka keroro pemberian appanya.

Dulu saat pertama kalinya seunghyun oppa pergi keluar negri semenjak kehadiran ye eun, ia tidak bisa tidur dan terus menangis memanggil appanya akhirnya aku berinisiatif untuk menemani ye eun tidur tapi hanya penolakan yang kuterima. Semenjak saat itu seunghyun oppa membelikan ye eun boneka keroro agar ia tidak menangis lagi jika appa kesayangannya itu pergi.

***
Hari ini ye eun ikut dengan ku kebutik karna aku mengatakan nanti siang akan menjemput appanya dibandara. Ia sangat semangat sekali ketika aku megatakan hari ini appanya kembali dari jepang.
Ia terlihat seperti gadis remaja sekarang, pipinya chuby nya merah oleh blush on, bibir lucunya juga mengkilap oleh lip gloss, tidak lupa kelopak matanya yang berwrna merah muda membuat ye eun terlihat semakin lucu, sepertinya aku tau ye eun mendapatkan sifat centilnya ini dari mana.

Parfume yang aku belikan untuknya dua hari yang lalu juga dipakainya, tadinya ia ingin memakai semua alat make up yang ada dimeja riasku. Takut alat make up ku berantakan akirnya aku berhasil membujuk ye eun agar aku saja yang memakaian untuknya. Ini adalah angan anganku sejak dulu, akhirnya aku bisa memakaikan ye eun make up dan menyisir rambutnya, tadinya aku ingin menguncir tinggi rambutnya tapi dengan cepat ia menolaknya, karna menurutnya kuncir tinggi itu sungguh kekanak kanakan.

“ye eun kau mau eomma buatkan gaun lucu?” tanyaku ke arah bocah yang sedari tadi tidak bisa diam memain mainkan patung patung yang ada didalam ruangan ku
“shireeo!!! Aku bosaaaaaaan” teriaknya lagi seraya berlari ke arah sofa dan menghentak hentakan kecil kakinya
“kau mau apa sayang? Nanti akan eomma suruh nona jung membelikannya untuk mu?” ye eun tidak menjawab pertanyaan ku ia malah kembali ke aktifitas awalnya, memain mainkan patung yang besarnya 10 kali dari besar tubuhnya. Aku takut sekali patung itu menjatuhi tubuhnya

“ye eun sayang , jangan main dekat patung, nanti jatuh” ucapku masih berkutat dengan catatan yang ada dihadapanku saat ini. aku benar-benar sibuk akhir akhir ini, kurang lebih 2 bulan lagi aku akan mengadakan Fashion show atas semua karya terbaik ku dalam setahun belakangan ini. semua persiapan masih berjalan 50% sedangkan waktu sudah mendekati deadline membuatku harus bekerja keras sampai hari H itu datang.
Tidak lama aku mengalihkan pandanganku dari ye eun
‘brakkkk’ terdengar suara terjatuh diiringi suara tangisan ye eun yang menggelegar, dengan segera ku tinggalkan semua catatanku di meja setelah melihat tubuh ye eun yang tertelungkup dan tertiban patung yang sedari tadi dimainkannya.

“omoooo, ye eun” gumamku seraya berlari ke arah putri ku yang sedang manangis kejar saat ini
“huwaaaaaaaaaa, huwaaaaa” tangis ye eun pun semakin pecah, segera ku singkirkan patung yang menibani tubuhnya dan membalikan tubuh ye eun yang tertelungkup. Aku benar benar panik setelah melihat aliran darah mengalir di pelipis ye eun, tubuhku benar benar lemas saat ini sementara tangisan ye eun semakin kencang. Segera ku gendong tubuhnya dan mengambil kunci mobil ku yang ada ditasku

“nyonya ada apa? omo ye eun” tanya asisten ku ketika aku menggendong ye eun yang sudah di penuhi darah dipelipisnya
“nona jung tolong buka kan pintu mobilku” segera ku serahkan kunci mobil ku ke asisten yang segera mengikutiku.
Ku coba untuk menidurkan tubuh ye eun di jok belakang bermaksud agar darah yang keluar di pelipis ye eun berhenti mengalir namun dekapan ye eun semakin erat
“eomma akan menyetir sayang, kau tidur disini, ne”
“eommaaaaaaa!!!!!” teriak ye eun semakin tidak mau melepaskan dekapanku
“nyonya biar aku saja membawa mobilnya, kasihan ye eun” tawar asisten ku ketika aku mencoba menidurkan ye eun di jok belakang, sangkin paniknya aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan
“eo, baiklah!!” jawabku seraya terus mendekap tubuh ye eun, aku sungguh panik saat ini sementara dekapan ye eun semakin kencang terhadapku. Ia pasti sangat ketakutan sekarang, segera kurogoh handhone ku yang untungya ada di kantung blezzer ku dan menekantombol cepat nomer 1
‘the number your calling was not acctived, please leave your voice mail after beep~’
“oppaaa~ ye eun jatuh , sampai di incheon kau segera ke seoul hospital ne” suaraku mulai bergetar, handphone seunghyun oppa tidak aktif, sepertinya ia masih di pesawat sekarang, aku hanya bisa meninggalkan voice mail untuknya dan semoga ia segera membukanya. Oppa aku panik sekali saat ini, ye eun terus menangis dalam dekapanku. Untuk pertama kalinya aku merasakan dekapan hangat putriku sendiri, tapi malah kejadian seperti ini yang terjadi.

“eommaaaaa” bahkan ye eun meneriakan namaku sekarang,.
“iya sayang eomma ada disini, sebentar lagi kita sampai” hatiku tidak tahan mendengar ye eun menangis dan meronta kesakitan, tanpa terasa air mataku mengalir dengan sendirinya. Aku tidak tega melihat ye eun seperti ini, mengapa bukan aku saja yang menggantikan posisinya. Ia masih terlalu kecil untuk merasakan darah mengalir di pelipisnya.
“sangat sakit yaa” tanyaku yang dijawab anggukan lemah dari ye eun
tidak lupa ku telfon orang tua dan mertuaku memberitahukan keadaan ye eun sekarang agar mereka keseoul hospital secepatnya, mereka juga terkejut mendengar berita ye eun tertiban patung

Setelah 20 menit akhirnya aku sampai di seoul hospital dan beberapa suster di lobby segera melarikan ye eun ke UGD, aku juga ikut masuk kedalam sesungguhnya aku sudah dilarang dokter masuk namun ye eun tidak mau ditinggalkan akhirnya aku sedikit bernegoisasai dengan dokter ini dan akirnya aku diperbolehkan masuk.
“pelipisnya sobek, kami harus melakukan beberapa jahitan di pelipisnya” jelas dokter seraya membersihkan sisa sisa darah yang ada dipelipis ye eun. Tangisan ye eun juga sudah tidak sepecah tadi saat pertama, mungkin ia sudah lelah. Namun dekapan tangannya masih tidak mau dilepaskan.
“tadi ia jatuh tertiban patung aku takut ia luka dalam dok” jelasku masih mengenggam tangan ye eun
“eo baiklah habis pelipisnya dijahit, kami akan melakukan checkup dalam”
“ye eun, ini akan sedikit sakit. maaf ya sayang” ucap salah satu suster dan menancapkan suntikan bius di bokong ye eun, tidak lama setelah itu ye eun pun tertidur. Dokter menyuruhku untuk keluar karna proses oprasikecil untuk ye eun akan segera dimulai.

Sesampai diluar aku sudah menemukan kedua orang tua dan mertua ku, terlihat sekali wajah panik diwajah mereka.
“minsun!! Bagaimana ini bisa terjadi” tanya ibu ku seraya menghampiriku
“ini semua salahku, aku lalai mejaganya hiks hiks” isakan tangis yang sedari tadi kutahan pun pecah. kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku, ntahlah jika ada seunghyun oppa disini aku pasti habis dimarahinya, baru beberapa jam ye eun bersamaku sudah berakhir di UGD.
“kau tidak lalai menjaganya sayang, ye eun itu memang anak yang aktif. Sudah jangan menangis” kurasakan sebuah dekapan hangat memeluk ku ketika aku masih terisak menangis.
“apa yang harus aku katakan pada seunghyun oppa nanti, ia pasti marah melihat anaknya terbaring lemah di ruang UGD”
“tidak, tidak akan!! appa akan membantumu bicara jika seunghyun memarahimu nanti”jawab ayah mertuaku dengan suaranya yang berat. Aku tau mereka juga terpukul dengan apa yang terjadi oleh ye eun sekarang, tapi mereka mencoba terlihat kuat dihadapanku saat ini.
“nyonya, ini kunci mobilmu. Bagaimana keadaan ye eun?” tiba tiba suara yang ku kenal datang mengahampiriku dan memberikan kunci mobilku.
“eo? nona jung, gomawoyoo jeongmal gomawo!! Aku tidak tau apa yang terjadi pada aku dan ye eun jika tidak ada kau tadi” ku genggam tanganya tanda terima kasihku karna sudah menyetir untuk ku tadi, syukurlah ia handal dalam menyetir hingga dalam waktu 20 menit aku bisa sampai disini.

Nona jung pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke butik ku, karna masih banyak pekerjaan yang menantinya. Aku juga memberikannya ongkos taksi untuk kembali kesana, dan menyerahkan semua kegiatan di butik untuk sementara waktu.

~drrrrrt drrrrrt~ ku rasakan handphone ku bergetar di saku blezer ku, dengan cepat aku melihat siapa yang menelfon

‘Yeobo’s calling’
“apa maksudmu ye eun terjatuh?” belum sempat aku mengucapkan salam, tapi seunghyun oppa sudah berteriak seperti ini,terdengar dari suaranya ia pasti khawatir
“ne, oppa ia tertiban patung saat dibutik, dan sekarang pelipisnya sedang dijahit di ruang UGD”
“mworago? Bagai…~ aisssh baiklah aku sedang dalam perjalanan kesana sekarang”
“op…~” beep ucapan ku terputus seiring telfon yang dimatikan seunghyun oppa, seperti yang aku bayangkan ia pasti marah padaku sekarang.

Seunghyun POV
Perjalanan melalui udara dari jepang ke korea lumayan lama, sesungguhnya semenjak dipesawat perasaan ku sedikit tidak enak, untunglah kami landing dengan aman di incheon.
Sesampainya di incheon aku segera menghidupkan handphone ku, aku tidak sabar bertemu kedua bidadari ku, minsun mengatakan akan menjemput ku di bandara bersama ye eun.

‘you’ve 1 received voice mail from the number 060182938475’ eo inikan nomor minsun segera ku buka isi voice mail tersebut
“oppaaa~ ye eun jatuh , sampai di incheon kau segera ke seoul hospital ne” ucap minsun dengan suara sedikit bergetar diringi suara tangisan yang sangat ku kenal sekali dibalik telfon sana.
apa aku tidak salah dengar? Ye eun jatuh dan dibawa kerumah sakit?!? dengan segera ku telfon balik nomer minsun.

“apa maksudmu ye eun terjatuh?” tanyaku segera setelah kudengar minsun menjawab telfonku
“ne, oppa ia tertiban patung saat dibutik, dan sekarang pelipisnya sedang dijahit di ruang UGD”
“mworago? Bagai…~ aisssh baiklah aku sedang dalam perjalanan kesana sekarang”
Beep kuputuskan telfonku tanpa menunggu aba aba, sungguh aku panik sekali saat ini. ternyata ini maksud dari perasaan tidak enak ku selama perjalanan tadi.

“hyung ada apa?” tanya jiyong seraya mengikuti langkah cepat ku,
“ye eun dilarikan ke seoul hospital” jawabku masih dengan tatapan lurus,tubuhku ada disini namun pikiranku sedang terfokus pada keadaan ye eun, memikirkan keadaan putri kecilku yang pasti sedang ketakutan saat ini ditambah lagi suara tangisan ye eun yang masih mengiang-ngiang ditelingaku.
“mwo?? ye eun kenapa hyung?” dan kali ini taeyang pun ikut bertanya kepadaku. Dalam keadaan seperti ini, bandara incheon terasa sangat luas. Sedari tadi kami berjalan mengapa belum sampai sampai juga di lobby.
“ntahlah, apa yang dilakukan ibunya hingga ye eun bisa jatuh dan tertiban patung diruangannya”

Seoul Hospital
Segera aku berlari mencari ruangan UGD dari rumah sakit ini, aku bahkan tidak memakai topi ataupun masker, aku sudah tidak peduli lagi jika ada fans yang melihatku atau mengangguku. Taeyang memustuskan ikut dengan ku sedangkan member lain kembali ke dorm karna beberapa dari mereka mempunyai schedule lain hari ini. sesungguhnya aku juga akan ada pemotretan sore ini, tapi tidak ada yang lebih penting dari keadaan putri kecilku itu.

“hyung itu ibu mu kan?” tegur taeyang menunjuk seorang wanita sedang duduk didepan ruang UGD , tidak hanya ibuku tapi ayah dan mertua ku juga ada disini.
“eomma!!!” teriak ku seraya mendekati ibuku, terlihat sekali kekhawatiran tergurat diwajahnya
“eo seunghyun!! Ye eun sedang ditangani dokter terbaik didalam. Kau tenanglah, ne!! taeyang-ssi kau juga ikut? Duduklah dulu kau pasti lelah” jawab ibuku seraya mempersilahkan taeyang untuk duduk, sedangkan aku mana bisa duduk tenang disaat putri ku sedang ada didalam tanpa mengetahui keadaanya seperti apa sekarang.
“mana ibunya?” tanyaku setelah melihat sekeliling mencari cari keberadaan wanita yang sudah memberikan ku seorang putri cantik.
“ia sedang ke toilet sebentar, ia juga sama paniknya denganmu. Bahkan Sedari tadi ia hanya menangis disini”
“aku masih tidak habis pikir bagaimana bisa ye eun tertiban patung, dimana ibunya pada saat itu?”
“yak!!! jaga bicaramu, mana ada ibu yang mau putrinya celaka ye eun itu anak yang aktif, jadi maklum saja jika minsun kurang penjagaan terhadapnya” bela ayahku, hah ntahlah emosi dan pikiran ku sedang tidak terkontrol saat ini. ku taruh kedua tanganku masing masing disisi sisi kiri dan kanan pinggangku, mungkin kepanikan ku akan berakhir jika sudah melihat dokter keluar dari ruangan mencekam itu serta membawa kabar baik untuk ye eun.

“oppaaa~” ku tolehkan kepalaku ke arah suara yeoja yang datang dari arah kananku, seketika kemarahanku runtuh setelah melihat wajah kusut minsun dan ada sedikit bercak darah di bahu blezzer yang ia kenakan. Bahkan tubuhnya saat ini dituntun ibu mertuaku. Segera ku peluk tubuh minsun, terasa sekali bahwa ia dalam keadaan yang lemah saat ini
“oppa kau boleh memarahiku, aku lalai menjaga putri kita, mianhaeee ~hiks~” isaknya dalam pelukanku, aku hanya bisa mengelus lembut rambutnya menandakan bahwa aku sudah tidak marah lagi padanya.
“everythings gonna be okay darl!!! Ulijimayo, aku tidak akan menyalahkanmu” bisiku lembut seraya melepaskan pelukanku dan ~chu~ ku kecup kening minsun sebagai ungkapan bahwa semuanya akan berakhir dengan baik baik saja.
“aku belum pernah mendengar ye eun menangis sepecah tadi oppa, aku sangat takut sekali. ia masih terlalu kecil untuk merasakan sakitnya sebuah jahitan” ucap minsun masih dengan isakannya, mendengar minsun terisak seperti ini hatiku semakin teriris.
“tenanglah, ye eun pasti baik baik saja” ku ajak minsun untuk duduk, aku rasa kakinya sudah tidak mampu menahan tubuhnya yang lemah, ternyata rasa takut dan kekhawatiran ku tidak sebanding dengan apa yang minsun rasakan.

***
Setelah kurang lebih 2jam kami menunggu didepan ruangan yang bertuliskan UGD ini, akhirnya seorang dokter serta beberapa suster keluar dari ruangan mencekam itu dengan seragam biru biru tiduk lupa msker biru yang melekat di leher mereka.
“keluarga choi Ye eun?” setelah mendengar nama putri ku disebutkan dengan segera aku menghampiri dokter tersebut, sedangkan minsun masih terduduk dikursi aku tau ia masih tidak mampu untuk berdiri.
“oprasi kecilnya berhasil, kami juga sudah melakukan check up dalam, mungkin hasilnya akan keluar sore ini. sikecil masih terpengaruh obat bius saat ini, kalian baru bisa melihatnya jika ia sudah dipindahkan keruang rawat” jelas dokter , akhirnya aku bisa mengeluarkan nafas lega ku. ini terasa seperti berhasil keluar dari kepenatan kota mati.

Minsun POV
akhirnya malaikat kecilku itu sudah pindahkan keruang rawat setelah dokter mengatakan oprasi kecilnya berhasil, seunghyun oppa langsung mengunjungi ruangan adminitrasi dan memesan kamar VVIP yang nyaman untuk putri emasnya ini. tubuhku yang tadinya lemas menunggu kabar ye eun sekarang sudah sedikit mendapat kekuatan setelah melihat ye eun baik baik saja walau tubuhnya masih terkulai lemah, kedua matanya juga masih terpejam dan terlihat juga perban putih melingkar di kepalanya, membuat aku tidak tega melihat wajah ye eun.

Sesungguhnya seunghyun oppa sore ini ada pemotretan untuk sebuah majalah, setelah menjelaskan kejadian ini Direksi majalah tersebut malah mengatakan agar pemotretan dipindahkan kelain waktu, dan ikut mendoakan untuk kesembuhan ye eun.
Seunghyun oppa juga sengaja mengajak taeyang kemari, Ye eun pasti akan senang sekali jika ia bangun, karna idolanya ada disini.
“ye eun cepat bangun sayang, eomma rindu ocehan mu. disini sudah ada taeyang, Lihatlah ia bahkan berdiri disampingmu. eum” ucapku seraya mengusapkan tanganku dipipi chubby ye eun. Yapp semua keluargaku termasuk taeyang sedang mengelilingi tempat tidur ye eun saat ini. seunghyun oppa juga berdiri disebelahku, awalnya aku pikir ia akan memarahiku namun nyatanya semenjak kembali dari jepang tadi ia selalu ada disampingku, dan memberikan ku kekuatan.

“minsun, kita harus mengambil beberapa pakaian ye eun dirumah, dan juga lihatlah blezer mu itu. kau harus segera mandi dan mengganti pakaianmu” Tegur ibuku. Ku lihat sekeliling tubuhku ternyata memang terlihat lusuh, sungguh berbeda dengan aku yang biasanya sangat memperhatikan penampilanku.
“aku belum tenang jika belum lihat ye eun sadar eomma”
“eiiiiy bagaimana jika ye eun menolakmu setelah melihat ibunya ini kusut? Kau kan tau sendiri ye eun tipe pembersih”
“ne, pembersih dan perfectsionis sama persis dengan sifatmu minsun-aa” timpal ayahku lagi, aku hanya tersenyum mendengarnya

“pulanglah, jika ye eun sudah sadar aku pasti segera menelfon mu” seunghyun oppa menghampiriku seraya mengusap punggung ku dengan lembut
“apakah aku sangat jelek hari ini? mengapa semua orang menyuruhku pulang” ku kerucutkan bibirku, yang dibalas dengan tawa sedikit meledek dari arah sebrang ku, namja yang sangat digila gilai putri ku ini
“ne, kau sangat jelek, kusut, dan lusuh. Sangat berbeda dengan minsun istriku seorang designer terkenal yang sangat memperhatikan penampilannya” mendengar seunghyun oppa meledek ku semakin ku kerucutkan bibirku, ditambah lagi tawa ayah ku yang terdengar meledek.
“eommaaaa~” gumamku dengan nada manja bermaksud mengadu atas perlakuan yang aku terima dari suamiku sendiri.
“hahahah, maka dari itu kau harus pulang dan membersihkan tubuhmu, ne~” kali ini ibu mertuaku membujuku dengan senyuman hangatnya, Baiklah sepertinya aku memang harus mengalah.

Akhirnya aku dan ibuku kembali kerumah, aku memutuskan untuk menyetir sendiri walau seunghyun oppa sudah menyuruhku untuk naik taksi mengingat keadaan ku yang masih lemah.
Tapi syukurlah aku dan ibuku sampai dirumah dengan aman dan tanpa kekurangan suatu apapun. Sesampainya dirumah aku segera membersihkan tubuhku sedangkan ibuku menyiapkan beberapa pakaian ye eun untuk persiapan di rumah sakit.

“minsuuun kau belum makan kan? Ada apa saja dikulkas mu, eum?” tanya ibuku seraya membuka lemari es yang seingatku hanya ada caessin, sosis, dan telur didalamnya, sudah seminggu aku tidak ke supermarket mengingat tugasku di butik yang sudah mendekati deadline membuatku tidak sempat belanja sayur bahkan pergi ke mall.

“omoooo, mengapa hanya ada ini dikulkasmu?”
“aku belum sempat belanja eomma~ kita makan diluar saja nanti, ne” jawabku yang masih sedikit kerepotan memasukan barang barangku kedalam tas bersiap utuk kembali lagi kerumah sakit. sesungguhnya seunghyun oppa melarangku kembali dan menyuruhku untuk istirahat dirumah, namun aku bersikeras untuk kembali kerumah sakit, dan berada disisi ye eun selagi bisa, karna aku tau jika ia sudah sadar pasti ia hanya ingin ditemani appa kesayangannya itu.

“iseodo baby im so lonely lonely lonely lonely
Baby im so lonely lonely lonely~” mendengar handphone berbunyi dengan segara ku rogoh tasku, sepertinya handphone ku berada di letak paling dasar tasku, aissssh susah sekali mendapatkannya.
Segera kulihat nama yang terpampang di handphone ku,setelah kurang lebih 10detik merogoh tasku mencari cari sumber bunyi ini.

‘Yeobo’s calling’

“ne, oppa?” ucapku seraya mengangkat telfon dari suamiku ini
“kau sudah dimana? Ye eun baru saja bangun, dan kau tau? Dia menangis mencari mu saat ini” kurasakan tenggorokanku seperti tercekat saat ini, apa aku tidak salah dengar? Ye eun mencariku?
“be-benarkah?” tanyaku dengan suara bergetar, bahkan tanpa terasa aku merasakan sesuatu yang hangat mengalir dipipiku
“kau kenapa? Ada apa dengan ye eun. Mengapa kau menangis minsun-aa?” tanya ibuku khawatir, segera kuhapus air mataku dan melemparkan senyum ke arahnya menyatakan bahwa semua baik baik saja
“ini ye eun mau bicara padamu”lanjut seunghyun oppa lagi
“eomma dimana? kenapa meninggalkan ye eun?” ucap ye eun disebrang telfon dengan suara mungilnya, lagi lagi air mata yang kutahan ini mengalir, untuk pertama kalinya putri kecilku mencariku. Aku benar benar terharu mendengarnya.
“o-eomma mengambil pakaian ye eun sebentar dirumah. Sebentar lagi eomma kesana, ne~” jawabku masih dengan air mata yang mengalir dipipipku.
“eomma harus cepat kemari”
“arraso nona choi, kalau begitu kau mau eomma bawakan apa, eum?”
“coklaaaaat, ye eun mau coklat”
“baiklah, kau tunggu eomma disana ne~?”
“eum”
“kalau begitu mana appamu eomma mau bicara”
“eommanya ye eun kau istirahat saja dirumah aku khawatir nan…. ‘appaaaaaaaaaaa!!!!’ (terdengar teriakan ye eun dibalik telfon yang sukses membuat seunghyun oppa berhenti bicara)
“ahahahaha ara ara, aku hanya sedikit menggodanya chagi” jawab seunghyun oppa sedikit berbisik ditelfon, senyum ku pun melebar melihat tingkah kedua orang yang paling berpengaruh dalam hidupku ini
“kau ini, jangan menggodanya jika moodnya sedang tidak baik oppa”
“ne~ eommaaaa” jawab seunghyun oppa, aku tau ia sedang menggodaku saat ini.
“baiklah aku akan segera kesana, ne”
‘beep’ ku putuskan telfon ku, terlihat eomma ku sudah memasukan tas besar yang sudah terisi penuh dengan pakaian ye eun.

“eommaaaa akhirnya aku merasakan ini, ye eun mencariku” kupeluk tubuh ibuku menyalurkan rasa bahagiaku. Untuk pertama kalinya ye eun menginginkan keberadaan ku disampingnya. Terharu dan bahagia seperti itulah yang aku rasakan saat ini.

“benarkah? Eomma sudah bilang kan, suatu saat nanti ye eun pasti akan membutuhkan mu sebagai ibunya” jawab ibuku masih dengan posisi memeluku.
Tidak butuh berlama lama, karna aku sudah tidak sabar untuk bertemu malaikat kecilku sekarang. sebelum sampai dirumah sakit aku mampir dulu ditoko coklat yang lumaya terkenal di seoul, aku membeli sekotak coklat berbentuk binatang binatang lucu yang sudah tersusun rapi, dan 5 coklat bar tidak begitu besar, dan 1 coklat berwarna pink berbentuk hati. Ibuku sempat protes melihatku membeli coklat untuk ye eun sebanyak ini “yak!! untuk apa kau membeli sebanyak ini? coklat tidak baik untuk anak anak giginya bisa rusak nanti” ucap ibuku ketika melihatku memasukan sekantung besar yang berisi coklat kedalam mobilku.
“tidak akan eomma, apakah gigiku rusak karna terlalu banyak maka coklat?”
“haaah kau ini, sangat mirip sekali dengan ye eun keras kepala”
“hehehe aku kan ibunya”

Seung hyun POV
“eommaaaaa hiks”
“eo? sayang kau sudah bangun? Ada appa disini” ucapku seraya mendekatkan tubuhku mengisyaratkn bahwa ia tidak sendiri diruangan ini
“eommaaaaaa hiks, eomaaa”
“hei mengapa kau menangis? Disini ada appa, halmoni haraboji dan lihatlah ada taeyang” setelah mendengar nama terakir tadi kusebut, sekejap kemudian ia berhenti menangis dan melihat ke arah taeyang yang sedang tersenyum ke arah ye eun
“eomma odigaaaa hiks” setelah beberapa detik ye eun terpana dengan senyuman taeyang ia kembali melanjutkan tangisannya dan mencari keberadaan ibunya itu.
“eomma sedang pulang kerumah sebentar sayang” ku usap lembut pipi ye eun, air matanya benar-benar mengalir deras
“seung hyun cepat telfon minsun, kau tidak kasihan mendengar isakan putrimu?” ucap ayahku, dengan segera aku merogoh katung mantelku dan menekan tombol cepat 1

“ne, oppa?”
“kau sudah dimana? Ye eun baru saja bangun, dan kau tau? Dia menangis mencari mu saat ini”
“be-benarkah?”
“ini ye eun mau bicara padamu” lanjutku seraya memberikan handphone ku ketangan putri kecilku yang sedari tadi menangis mencari keberadaan yeoja yang sedang berbicara dengan ku diseberang telfon sana.
“eomma dimana? kenapa meninggalkan ye eun?” ucap ye eun dengan suara mungilnya
“……..”
“eomma harus cepat kemari” ntahlah aku tidak bisa mendengar mereka sedang membicarakan apa sekarang, tapi yang pasti wajah ye eun sudah sangat cerah saat ini, sangat berbeda waktu pertama aku melihatnya sehabis oprasi kecilnya tadi
“………”
“coklaaaaat, ye eun mau coklat” ku usapkan tanganku dikepala ye eun, melihatnya bisa tertawa dan mendengar suaranya lagi membuatku lega
“……..”
“eum”
“……” ye eun pun memberi telfonnya kepadaku
“eommanya ye eun kau istirahat saja dirumah aku khawatir nan….‘appaaaaaaaaaaa!!!!’ ucapanku terpotong seketika setelah ye eun menarik tanganku dan sedikit berteriak.
“ahahahaha ara ara, aku hanya sedikit menggodanya chagi” bisik ku ke arah telfon, yang berhasil membuat putriku ini mengerucutkan bibirnya, aaaah benar-benar persis ibunya
“kau ini, jangan menggodanya jika moodnya sedang tidak baik oppa”
“ne~ eommaaaa” godaku lagi
“baiklah aku akan segera kesana, ne”
‘beep’

Setelah menelfon ibunya barusan keadaan ye eun semakin membaik, wajahnya semakin terlihat cerah, apalagi dengan keberadaan taeyang disini. Minsun pasti senang sekali saat ini mengingat putri kecilnya ini akhirnya menanayakan keberadaannya.
“siapa yang menelfon?” tanyaku setelah melihat taeyang masuk kembali kedalam ruangan ini
“emh? Aniyo” jawab taeyang, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dari wajah anak ini, semenjak keluar untuk mengangakt telfonnya tadi wajah nya berubah cerah
“appa!! Apa taeyang mempunyai pacar?” tanya ye eun yang cukup membuat ku terkejut
“mollaso, coba kau tanya”
“ahahahahha bukankah kekasihku choi ye eun?” canda taeyang yang diiringi tawa dari ayah dan ibuku. Aku sudah tidak heran lagi, melihat kegilaan putri ku dan taeyang bodoh ini. taeyang memang sangat senang menggoda putri ku ini, haissssh tentu saja aku tidak akan menyetujui putri cantik ku ini menikah dengannya, saat ye eun besar nanti umur taeyang mungkin sudah 50 tahun. Hah sungguh membayangkannya saja jantungku ini serasa mau pindah dari tempatnya.

“ye eun!!!”
“eo, eommaaaaaaaaa~” teriak ye eun girang seraya merentangkan tangannya seolah ia ingin dipeluk oleh eommanya. Segera ku hampiri minsun yang berjalan dari ambang pintu dengan membawa satu kantung plastik besar dan sebuah tas yang kurasa itu adalah pakaian untuk ye eun.
“whoaaa uri eomma habis memborong semua isi toko coklat rupanya, peluklah ia merindukanmu” bisik ku ditelinga minsun

Minsun POV
Ku langkahkan kaki ku di lorong rumah sakit ini
“eommaaaa, palliwa aku sudah tidak sabar bertemu ye eun” ucapku pada yeoja paruh baya yang sedari tadi mencoba mengikuti derap langkah cepat ku, aku tau ibuku sudah tidak kuat untuk berlari tapi aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu ye eun
“yaaaa~ eomma sudah tidak muda lagi seperti mu”

****
“ye eun!!!”
“eo, eommaaaaaaaaa~” teriak ye eun, untuk pertama kalinya ia menyambut ku girang seperti ini. bahkan ia merentangkan tangannya ke arahku, aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku lagi
“whoaaa uri eomma habis memborong semua isi toko coklat rupanya, peluklah ia merindukanmu” bisik seunghyun oppa seraya mengambil kantung belanjaanku dan tas pakaian untuk ye eun yang sedari tadi ku gendong.

Tanpa aba aba segera ku peluk tubuh ye eun yang hangat, merasakan tiap harum tubuhnya, tiap helai rambutnya yang menyentuh wajahku, dan tiap deruan nafasnya yang terasa di tengkuk leherku, ini pertama kalinya ye eun membalas pelukanku. Aku sangat berharap bumi berhenti berputar untuk 5 menit saja aku tidak minta lebih aku hanya berharap5 menit saja aku bisa seperti ini dengan putri ku sendiri.
“kau merindukan eomma?” tanya ku dengan suara bergetar yang dijawab dengan anggukan kuat dari ye eun, tanpa terasa air mataku pun mengalir tanpa perintah

Author POV
Hari demi hari pun berjalan dengan baik, hingga hari ini adalah hari pertama ye eun masuk sekolah. Semua persiapan sudah disiapkan minsun sejak 3 bulan yang lalu.
“ye eun, kajja eomma akan menguncir rambut mu” ucap minsun seraya mengambil berbagai kunciran lucu yang tergelatak di meja rias kecil dikamar ye eun
“eommaaa~ ye eun tidak suka kunciran itu kekanak kanakan”
“eo? benarkah. Jadi kau ingin rambut mu diapakan eum?”
“aku ingin rambut seperti bomie eomma” jawab ye eun sambil menunujuk gambar seorang yeoja dengan rambut merah di sebuah poster besar yang terpampang dikamar ye eun
“mwooooo? Ani ani, kau belum cukup umur untuk bergaya seperti itu. baiklah kau pakai bando ini saja. Arachi”

“Ye eun sudah siap belum?” teriak seorang namja dari arah dapur, sepertinya ia habis menyelesaikan sarapannya
“ne, appaaa sebentar lagi”
“ye eun sayang, dihari pertama mu sekolah kau harus banyak mendapatkan perhatian. Supaya laki laki berlomba lomba mendapatkan hati putri eomma yang cantik ini” minsun pun memoleskan blush on dipipi ye eun. Terlihat sekali ye eun menikmati setiap pewarna pewarna yang dipoles dimuka ye eun, karna pada dasarnya ye eun memanglah seorang fashionista cilik.

“omoooo, minsun-aa dia masih kecil bagaimana bisa kau menaruh make up dipipinya” kejut seunghyun yang tiba tiba sudah ada di ambang pintu kamar ye eun dengan kedua tangannya dilingkarkan didadanya
“eo oppa ini aku belikan untuk ye eun. Lihatlah ini ada tulisan FOR CHILD jadi semua bahan yang ada di make up ini tidak berbahaya untuk kulit anak kecil” jawab minsun dengan santai
“eissssh anak appa ini sudah besar ternyata, ye eun-aa belajar yang baik disekolah, ne. supaya kau bisa menjadi anak yang lebih pintar dari kedua orang tua mu ini, eum” seung hyun pun mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh anaknya berdiri saat ini. mendengar perkataan suaminya barusan minsun pun hanya bisa menganggukan kepalnya menandakan bahwa ia setuju dengan perkataan seunghyun barusan.
“ne, appaaa eomma~”
“anak pintar, baiklah sudah saat nya berangkaaaaat” ucap minsun mengambil tas ye eun yang tergeletak diatas kasur ye eun, dan seunghyun mengangkat tubuh ye eun yang sudah semakin berat seiring pertumbuhannya yang cepat

****
“whoaaa itu bukannya member bigbang? Jadi putrinya bersekolah disini juga”
“Bukankah itu TOP bigbang, omooo putrinya cantik sekali?”
“hey saat disekolah nanti kau harus mendekati putrinya, lihatlah ia putri seorang idola”
Semua mata tertuju pada keluarga kecil yang sedang bergandengan tangan menuju pekarangan sekolah, bahkan terdengar sedikit bisikan bisikan beberapa ibu yang melihat keluarga ini bagaimana tidak seunghyun yang notabenenya seorang idola tidak memakai penyamaran apapun, saat dengan keluarga kecilnya ia adalah seorang choi seunghyun ayah dari seorang putri cantik dan suami dari yeoja luar biasa, itulah sebabnya ia tidak membutuhkan penyamaran apalagi ini adalah pertam kalinya ia mengantar putrinya ke sekolah.

“sayang, eomma dan appa mengantarmu sampai sini, selama disekolah ye eun tidak boleh nakal” ucap seunghyun mengusapkan tangannya dikepala ye eun
“ne, appaa~”
“nanti eomma yang menjeput mu, karna appa ada schedule nanti siang” lajut seunghyun lagi yang dijawab dengan anggukan manis ye eun
“ye eun jangan percaya pada siapa pun yang mengajak ye eun untuk pulang bersama. Ye eun harus tunggu eomma. Arrachi?” dicubit minsun pipi ye eun dengan gemas
“ne, eommaaaaa~ chu”
“eisssssh appa?!?” melihat ye eun mengecup pipi minsun, timbul rasa cemburu seunghyun yang juga ingin dikecup putri centilnya itu
“chuuuuu”

-END-
How how how??? Abis baca tinggalin jejak pleaseeeee!!!!

8 comments on “Saranghae nan aegya FF #4 (ending)

  • Bagus bangeet😀
    keluarga yg bahagia :’)
    T.O.P karakternya beda banget, biasanya kan doi dapet peran playboy, cool, arogan.
    aku pengen punya suami kaya T.O.P di masa depan *AMIN
    tapi jujur aku sempet rada cemburu baca ni ff, wkwk :p
    buat lagi dong yg pemeran utamanya T.O.P :3

  • keren…
    keluarga kecil yang sempurna…
    mian baru comment di part ending…
    bukannya mau menjadi silent rider tapi kalo mo comment selalu failed…
    ini untung-untungan bisa apa gak…
    ffnya bagus thor…
    part 4 lebih panjang dari 3 part yang lain apalagi part 2 yang pendek banget…
    sayang gak ada part pas minsun ngidam…
    padahal kayaknya seru ngebayangin seunghyun oppa kerepotan ngeladeni minsun ngidam… hehehe…🙂
    keep writing thor…
    sekali lagi mianhae baru comment…🙂

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: