Bizzare Love Triangle FF ONESHOOT (SooWon and SiFany)

Published October 11, 2012 by fanfiction2012

Bizzare Love Triangle FF ONESHOOT (SooWon and SiFany)
Cast : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Hwang Tiffany
Other : Super junior, SNSD
Rate : All Age, romantic, friendship
Author : Kim L
Note : Super Generation (sugen) couple dedicated for you guys, dont exit before you finish read and dont bash after you read. KEEP CALM AND KEEP SUPPORT OTHER FANDOM. Thankies gomawo ^^
Check this out~

Sooyoung POV
SM building practice room_

Aku mungkin bukan dia gadis berambut panjang dan selalu bisa membuat mu tersenyum, aku mungkin bukan dia gadis yang mempunyai mata indah yang membuatmu bisa gila setiap menatapnya. aku juga bukan dia Tiffany hwang yang selalu bisa menyita perhatianmu.
Tapi bisakah? Bisakah Kau melihatku sebagai seorang Choi sooyoung, gadis yang selalu mengharapkan cintamu dan bukan sahabat yang sudah kau anggap seperti adikmu? Bisakah kau melihatku seperti aku melihatmu? Bisakah sekali saja kau memberikan kesempatan untuk ku dan berhenti membuatku menunggu untuk cintamu dan berhenti membuatku tersiksa diantara perasaan meyebalkan ini?

Menurut sebagian orang jatuh cinta adalah hal yang terindah, tapi tidak untuk ku. Jatuh cinta kepada seorang choi siwon adalah hal terbodoh dalam hidupku.
Rasanya hati ku ini seperti di bom ketika melihat kau menggandeng tanganya, ketika melihat kau tertawa dengannya, dan yang paling sesak buat ku adalah mengetahui bahwa kalian tengah memakai cincin yang sama persis, aku tidak tau apa maksud dari ini. Tapi sungguh melihat cincin itu melingkar dijari kalian berdua membuat konsentrasi ku buyar.

Saat ini aku sedang berlatih untuk konser Smtown yang akan diadakan minggu depan di Tokyo. Kami berlatih bersama seluruh member super junior dan F(x). Aku benar-benar tidak bersemangat hari ini. Melihat pemandangan menyakitkan dihadapanku ini membuatku benar-benar tidak nyaman.
“aigoo aigoo kalian memakai cincin yang sama? Kalian berpacaran?” kejut leader grup ku ketika kami selesai berlatih GEE. Hahhh mereka yang baru tau atau aku yang terlalu memperhatikannya sehingga aku mengetahui lebih dulu bahwa siwon oppa dan tiffany memang memakai cincin yang sama semenjak tadi, ah ani ani seingatku semenjak dua hari yang lalu tiffany memang sudah memakai cincin itu.

“aniyoooo.. dia yang mengikuti ku. Huh” suara melengking tiffany terdengar sedikit berbeda menjawabnya. aku hanya menengguk sebotol air putih miliku ketika melihat dua pasangan itu mulai salah tingkah dengan tatapan mencurigakan oleh semua orang yang ada disini.
“ini hanya kebetulan sama, aku juga tidak tau tiffany memak…~” tanpa sengaja mulutku memotong pembicaran siwon oppa sehingga semua mata tertuju padaku
“yak!! aku lelah, cepat selesaikan latihan ini.. lalu pulang” bentak ku, mianhae oppa aku benar-benar tidak sengaja memotong pembicaraanmu. Aku sendiri tidak tau alasan apa yang membuat aku seperti ini, apakah aku cemburu? Benarkah aku cemburu? Aku berharap tidak.
***
KBS building_
“sudah jam setengah 8 malam, kita akan telat sampai sana. Eonnie biar aku saja yang menyetir” ucapku sambil sedikit berlari kecil bersama sujin eonnie menuju parkiran gedung ini. Aku akan menghadiri acara yang diadakan untuk tunanetra di kota chun dan acara itu mulai jam 9. Bayangkan saja acara itu mulai jam 9 dan saat ini aku baru selesai siaran radio.

“andwe, andwe kau istirahat saja. Biar aku yang menyetir”
“ck!! Kita sudah telat eonnie.. sini biar aku saja yang menyetir” tanpa aba-aba ku rampas kunci mobil yang sedang digenggam sujin eonnie. Terlihat jelas guratan tidak rela diwajahnya. Habis mau bagaimana lagi, jika sujin eonnie yang menyetir bisa-bisa tiga jam kemudian kami baru sampai. Aku paham betul seperti apa cara sujin eonnie menyetir. Dia tidak akan menginjak pedal gas lebih dari 60º tingkat kemiringan. Atau dengan kata lain ia menyetir tidak lebih lambat dari pada se ekor siput.

“sudahlah eonnie tidak perlu menekuk wajahmu seperti itu, jika bukan karna supir shin sakit, aku juga malas menyetir” hanya gumaman yang kudapat dari arah sujin eonnie. Kulayangkan pandanganku kearah yeoja yang duduk disebelahku.
“kau istirahat sajaaa~” *pukpukpuk dengan usil kutepuk kepala sujin eonnie, seperti yang sering ia lakukan kepadaku ketika aku sedang ingin bermanja-manja
“eissssh anak ini”

***
[15 menit kemudian]
“aigoo lihatlah baru berapa menit ia sudah tertidur. Dari tadi keras kepala ingin menyetir. HUH!! Eonnie bagaimana jika tadi aku membiarkan mu yang menyetir. Hmmmm?” celoteh ku sendiri ke arah yeoja disebelaku yang tengah terlelap tidur. Aku yakin seberapa banyak pun aku berbicara ia tidak akan mendengarnya, sujin eonnie jika sedang tertidur seperti orang mati suri bahkan singa mengaum didepan telinganya pun ia tidak akan dengar.

Kulayangkan tanganku kearah LCD musik dimobilkku, bermaksud untuk memecahkan keheningan aku ingin menyetel musik.

‘noonbooshin gyejuhl ga deukhi
Hyanggiro eun guhrul jina
Joshim seuruhn nae barguhreum doogeum georyeoh

Juhgi mulhi nal hyanghae onneun
gadae moseub gakkawejimyuhn
Sesang modeun haengbogi da nae guht gata.
Owh…’

Ahhh lagu ini, ntah mengapa ingatan ku langsung melayang ke arah siwon oppa. Ini adalah lagu favoritku,

Flashback_
Author POV
“Soo ayo kita pulang, aku akan mengantarmu sampai dorm” ajak pria berwajah tampan seraya menarik ranselnya yang tergeletak di ujung ruangan. Namun tatapan aneh terlihat dari wajah yang dipanggil soo itu, baru satu jam berlatih mengapa langsung pulang pikirnya.
“oppa bilang mau berlatih bersama?” tanya sooyoung dengan wajah bertanya-tanya
“kita masih bisa melakukannya besok soo. Kajja kita pulang” tanpa menunggu persetujuan sooyoung siwon merangkul ransel miliknya dan membawa serta tas berwarna hitam bertuliskan S.Y di pojok tas tersebut.
“yak oppa!! Mau kau kemanakan tas ku? Siwon oppaaaa tunggu aku” teriak sooyoung dan sedikit berlari kecil

“huh.. oppa menyebalkan” gerutu gadis berambut panjang itu dan sedikit mengerucutkan bibirnya. Siwon hanya tersenyum mendengarnya,lalu ia menghela napas dan menarik tangan sooyoung hingga ada dalam genggaman telapak tangannya yang besar. Membuat yeoja bermarga Choi ini malu dengan wajah yang mulai memerah.
“bagaimana kalau kita jalan-jalan?” tanya siwon seraya mengayunkan tangan sooyoung seperti anak kecil yang sedang bergandengan tangan. Sementara itu yeoja yang diajaknya bicara ini tidak bergeming sedikit pun atas ajakannya, siwon pun menaikan alisnya berpikir apakah adik kecilnya ini benar-benar marah
“soo? Kau marah ya?” ditatapnya wajah merah padam itu, dengan segera sooyoung mengalihkan wajahnya berharap pria disampingnya ini tidak menyadari akan perubahan sikapnya.
“aniyo oppa, kajja kita jalan-jalan”

Hangatnya kota seoul sore ini membuat siapa pun ingin keluar dan menikmati udara yang sejuk. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Setelah membolos latihan kedua remaja ini memutuskan untuk bermain disebuah pasar malam yang diadakan setiap bulan di minggu terakhir tepat dipusat kota seoul.
Melepaskan penat mereka setelah berhari-hari oh bahkan berbulan-bulan terkurung untuk berlatih dan berlatih. Itu memang pilhan mereka, pilihan yang buruk jika dipikir-pikir diusia yang menginjak remaja seperti ini harusnya ia habiskan dengan bermain bersama teman sebaya mereka dan mencoba segala hal yang baru. Tapi mereka harus dihadapakan dengan tanggung jawab yang besar dan kerja keras untuk dapat meraih mimpi yang mereka inginkan. Tak jarang mereka menangis karena lelah atau cedera karna terlalu banyak berlatih, tapi itu tidak membuat mimpi mereka luntur. semakin mereka terjatuh semakin kuat tenaga yang mereka miliki untuk bangkit dan terus mengejar mimpi mereka.

“jika kita sudah debut, kita tidak akan bisa seperti ini lagi soo!!” ucap siwon seraya menjilat ice cream miliknya
“kau benar oppa, kita pasti akan sibuk bahkan waktu untuk tidur saja sulit. Hmppphh”
“itulah sebabnya aku mengajakmu kesini adik kecil” dipencet siwon hidung sooyoung dengan gemas, yang dibalas dengan muka memerahnya
“yak oppa berhenti memanggilku adik kecil, tinggi kita kan hampir sama. Lihat.. lihat” sooyoung mencoba berjinjit agar tinggi mereka terlihat sama, namun tetap saja namja disebelahnya itu masih lebih tinggi beberapa senti.
“yak!! kau akan tetap menjadi adik kecil ku sampai kapanpun itu, arrasso? Kajja” siwon hanya tersenyum melihat tingkah sooyoung dan kembali merangkulnya

Flashback END_

*tesss!!!
Ahh mengapa aku mengingat kejadian itu lagi, kejadian dimana aku dan siwon oppa masih menjadi trainee. Mungkin aku merindukan masa-masa itu. Ah benar, aku memang merindukan masa itu. Sekarang aku terlalu sibuk dengan jadwalku hingga aku lupa seperti apa rasanya bersenang-senang dipasar malam.

*tesss!!!
Aku merasakan cairan bening yang mengalir dipipiku semakin deras, aigooo dengan cepat aku menarik tumpukan tissue yang tersimpan rapi didalam kotak berwarna pink di dashboard mobilku.

Namun ketika aku mengelapkan tissue diwajahku tiba-tiba mata ku terasa silau akan bayangan dihadapanku. Secepatnya aku menginjak rem dan karna terkejut aku mencoba untuk membanting arah stirku. Tapi semuanya terlambat. Sepertinya mobil yang melaju dari arah berlawanan ini juga melaju dengan cepat hingga kecelakaan itu pun terjadi. Aku bahkan baru menyadari ini sebuah kecelakaan ketika keningku menyapa kerasnya stir mobilku dan disambut dengan aliran darah kental yang mengalir dari keningku. Dan sesaat setelah itu aku bisa mendengar sujin eonnie berteriak memanggil namaku…

Aku merasakan seluruh tubuhku sulit untuk digerakan, dan darah yang tidak henti-hentinya keluar dari dahiku ini. Apakah aku akan mati? Mengapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku? Dan mengapa aku tidak pingsan? Apa dosa ku terlalu banyak hingga aku harus merasakan sakit ini?

“sooyoung bertahanlah!!”
“aku tidak apa-apa eonnie” lirihku mencoba untuk menenangkan sujin eonnie bisa terlihat diwajahnya yang sudah dipenuhi air mata. Beruntung sujin eonnie tidak apa-apa karna ia mengunakan sitbelt, dan aku? Sepertinya aku lupa memakai sitbelt
“harusnya aku tidak tertidur, harusnya aku yang menyetir! Sooyoung maafkan aku”
“eonnie aku tidak apa-apa lihatlah aku masih bisa tertawa, bukan?” ku keluarkan senyumku bermaksud untuk menenangkan sujin eonnie yang terus menangis dan merutuki dirinya

***
Kubuka perlahan mataku setelah kedua lubang hidung ini mencium bau yang sangat menyengat. Yapp bau obat-obatan dan terasa sebuah asap pelembab udara menyapa wajahku dengan baik. Ahh aku ingat semalam aku habis menghantam mobil yang berjalan kearahku, syukurlah aku tidak mati dalam kecelakaan semalam, tapi apa ini?
“sssssssh” rintihku ketika aku merasakan sakit yang begitu mendalam di area kepala dan punggungku.
“sooyoung kau sudah sadar, kau tidak boleh banyak bergerak dulu” dan sekarang kedua mataku sudah terbuka sempurna. Orang pertama yang kulihat adalah sujin eonnie dan kedua orang tua ku.
“aku tidak apa-apa eomma. Ini hanya luka kecil” ku keluarkan senyum ku untuk memperlihatkan bahwa aku baik-baik saja. Walau sesungguhnya Punggung belakangku terasa nyeri walau untuk bernafas sekalipun.
“eisssh anak ini, jelas jelas aku melihat darah mu mengucur dengan deras kau masih saja mengatakan tidak apa-apa. Perusahaan mu memberikanmu jadwal istirahat untuk sementara. dan kau tidak diperbolekan mengikuti beberapa konser dan jadwal apapun untuk sebulan kedepan. Mengerti?” jelas sujin eonnie, dari nada yang ia lontarkan aku bisa menebak bahwa ia sangat khawatir dengan keadaan ku.
“mwo? Jinjja? Tapi aku masih bisa dance kan eonnie? Apa perusahaan memecatku?”
“kau tenang saja, beruntung kau hanya cedera punggung dan masih bisa diperbaiki dengan istirahat total. Kau istirahatlah dengan baik. Arrasso?” ku anggukan kepalaku sebagai perwakilan jawabanku.

***

Hhhh benar-benar membosankan hanya bisa tiduran, menonton TV, bermain game, mendengarkan musik. Baru beberapa jam yang lalu member SNSD menjenguk ku dan bermain disini, dan setelah mereka pergi aku benar-benar kesepian. Aku ingin keluar, menggerakan tubuhku, mencium bau lantai ruang latihanku, mengusili member SNSD dan…
“huaaaaaaaa aku bosan!!!!” teriaku tanpa sengaja

~ceklek~
“sooyoung-aa.. aku datang” ucap suara yang tidak asing bagiku, dengan tenaga yang seadanya aku berusaha menengok kearah pintu yang lumayan jauh dari tempat tidurku
“eo??? Siwon oppa?” kejutku ketika melihat sesosok pria bertubuh besar dengan senyum khasnya tengah berdiri dihadapanku saat ini.

Untuk beberapa saat aku benar-benar terpaku melihat kehadirannya, ditambah lagi ia membawa seikat bunga lily putih ditangannya. Mengapa ia seperti ini? Maksudku aku akan semakin sulit melepaskanya jika ia memperlakukan ku seperti ini.

“bagaimana keadaanmu?” tanyanya seraya menaruh lily yang dibawanya ke vas bunga tepat disebelah kepalaku.
“seperti yang kau lihat aku baik-baik saja bukan?” ku lontarkan senyum ku kearahnya. Namun ntah apa yang ada dipikiran pria berlengan besar ini hingga ia berani duduk disamping ranjangku.

*DEG *DEG *DEG aku merasakan aliran darahku seperti berhenti mengalir hingga membuat degupan jantungku berdetak 4 kali lebih cepat. Ia menatapku dengan tatapan dalam, ada apa dengannya? Dengan segera ku alihan pandanganku. Aku tidak ingin perasaan ku semakin menjebak ku kedalam lubang keterpurukan karna mencintai namja yang sama sekali tidak mencintaiku.

“Ada apa dengan mu soo?” setelah sekian lama menatapku akhirnya ia membuka suara. Aku tidak menjawab dan hanya diam. Apa kau ingin tau apa yang sesunggugnya terjadi padaku tuan choi siwon? Aku terluka karna mu setiap waktu.

“memangnya aku kenapa? Aku tidak apa-apa” jawabku acuh seraya memainkan gantungan handphoneku

“marah-marah ketika latihan, melakukan banyak kesalahan saat diatas panggung, dan sekarang kau berakhir disini. Ada apa eum?” tanya nya lagi, dan kali ini dengan kedua tatapan matanya yang tajam. Sungguh aku ingin menangis melihat ini. Mengapa harus aku yang merasakan ini? Mengapa harus kau pria yang aku cintai?

“dan sekarang kau bersikap dingin padaku” lanjutnya lagi

“bersikap dingin bagaimana? i..i..itu mungkin hanya perasaanmu oppa”

“benarkah? Coba tatap aku!” suruhnya, dengan sontak dan tanpa perintah kepalaku langsung beralih menatapnya.

*DEG *DEG *DEG lagi-lagi aku merasa aliran darahku tidak bekerja dengan normal. Namja dihadapanku ini menatapku dengan tajam seolah sedang membaca apa yang kupikirkan saat ini

“apa kau menyukaiku?” ucapnya, dan kali ini aku tidak tau harus menjawab apa. Aku benar-benar terjebak

*DEG *DEG *DEG aku tidak menjawab dan hanya hening yang terdengar. Dan Aku harap ia tidak dapat mendengar suara jantungku ini

“HUAHAHAHA sooyoung-aa wajahmu lucu sekali. Hahahah aku kan hanya bercanda mengapa kau menatapku dengan begitu serius? Ohh atau jangan jangan kau memang menyukaiku?”
“cih…” ku acuhkan wajahku dan tanpa terasa tulang pipiku menarik mengguratkan sebuah senyuman dibirku
“eiyyy kau tersenyum. Jadi kau benar menyukaiku? Eoh? Eoh? Eoh?” didekatkannya wajah mulusnya tepat didepan wajahku. Eisssssh bisakah pria ini berhenti membuat wajahku memerah

“yak!! oppaaaaa…” *bukkk ku pukul pelan lengan besarnya, pengalihan agar wajah merah ku tidak terlalu terlihat. Dan siwon oppa pun membalasku dengan tawanya yang terdengar puas sehabis mengejek ku. Huh…

“jangan menggoda ku seperti itu, jika tiffany lihat bagaimana?” goda ku yang sukses membuat nya menatap tajam kearahku
“mwo? Apa maksudmu?”
“kalian berpacaran?” perlu keteguhan hati yang tinggi untuk melontarkan kata-kata ini.
“mengapa tersenyum? Kau berpacaran dengan tiffany?” tanya ku lagi, dan kali ini ia hanya mengangguk. Aku mencoba untuk menguatkan hatiku setelah mendengar pengakuan namja dihadapaku ini.

“ahh sudah kuduga, chukae oppa! Sejak kapan kalian berpacaran?” dan lagi-lagi sooyoung si bodoh ini mencoba mengeluarkan senyumnya, aku berharap aku tidak terlihat bodoh atau bahkan raut wajah kekecewaanku ini semoga siwon oppa tidak melihatnya.

“gomawo soo! Sejak kapan kami berpacaran? Umm ahh aku lupa, tapi seingatku aku mengucapkan perasaan ku ketika kami kencan di hongdae. Dan ternyata ia juga membalas perasaanku. Aku bahkan tidak menyangka akan berpacaran dengan artis SM”
“kau harus menjaganya, tiffany yeoja yang baik awas saja kalau aku tau kau membuatnya menangis. Akan aku patahkan hidungmu yang panjang itu” aku seraya memencet hidung besar siwon oppa
“eiiiiiyyy tentu saja aku akan menjaganya. Dan kau cepatlah sembuh! Aku merindukan kau mengusili ku dengan jebakan-jebakan kuno mu itu soo”
“kuno? Jadi kau mengangapku kuno?”
“ani.. aku tidak menganggapmu kuno! Aku hanya mengatakan mu KUNO” jawabnya dengan penekanan dikata kuno. Dengan reflek ku angkat tanganku berusaha untuk memukulnya tak peduli tubuhku yang mesih cedera
“yak oppa!!!! Aw… ssssh aaaaw!!!” lirihku setelah merasakan sakit yang luar biasa disekitar punggungku

“sooyoung!!! gwenchana? perlu ku panggilkan dokter?” tawarnya yang kujawab dengan anggukan. Jujur saja ini rasanya sakit sekali bahkan aku hanya bisa memejamkan mataku dan menggigt bibir bawahku sebagai pelampiasan sakit ini.
“bertahanlah” aku merasakan sebuah tangan hangat menyapa pucuk kepalaku.

*tess
Tanpa terasa air mataku pun mengalir, sesungguhnya ini bukan air mata karna aku tengah merasakan sakit. Namun aku menangis merasakan setiap usapan lembut yang diberikan namja ini. Aku menangis karna sampai kapanpun namja yang tengah menaruh tangannya dikapalaku ini tidak akan pernah bisa ku miliki seutuhnya. Aku mulai terisak ketika ia mulai menyentuh pipiku bermaksud untuk menghapus jejak air mataku ‘mengapa kau memperlakukanku seperti ini oppa? Apa kau tau aku semakin sakit?’ teriakku dalam hati

“sooyoung agashi kusarankan anda jangan terlalu banyak bergerak, yang kau rasakan barusan hanyalah kram. Dan aku telah menyuntikan obat penghilang rasa sakit di saluran infusmu. Istirahatlah supaya kau cepat sembuh” ucap dokter jang ketika selesai memeriksaku. Aku hanya tersenyum mengisyaratkan bahwa aku menegrti.

“apa sudah baikan?” siwon oppa pun mendekatiku setelah dokter jang keluar
“umm” gumamku, kembali ditaruhnya tangan lembut miliknya dipucuk kepalaku. Mengapa ia senang sekali melakukan ini terhadapku
“kalau begitu istirahatlah! Aku akan pergi supaya kau bisa beristirahat” aku hanya bisa menganggukan kepalaku dan memejamkan mata setelah itu.

***

FLASHBACK
Author POV
“oppa! yeoja seperti apa tipe idealmu?” tanya yeoja berkulit putih berperawakan tinggi itu terhadap namja yang tengah duduk disebelahnya.
“yang pasti dia harus seiman dengan ku”
“hanya itu? aissssh aku tidak percaya”
“hahaha baiklah yang kedua ia tidak boleh lebih tinggi dariku, manis, dan baik”
“aigoooo sepertinya semua kriteria itu mengarah padaku” goda sooyoung yang sukses membuat siwon menatapnya aneh dan tertawa setelah itu

“oh lihat itu!! ada bintang jatuh” tunjuk sooyoung kearah langit yang sontak membuat siwon ikut memperhatikan ke langit.
Dan tak lama setelah itu sooyoung terlihat memejamkan matanya dan menaruh kedua tangannya di dada. Siwon hanya mengerutkan dahinya melihat tingkah yeoja disampingnya ini
“apa yang kau lakukan?” tanya siwon setelah itu
“meminta permohonan.. umm kata orang bintang jatuh bisa mengabulkan permohonan kita oppa”
“ya! Kau seperti orang yang tidak mempunyai iman. Mengapa percaya yang seperti itu?”
“aku tidak mempercayai itu sepenuhnya… Ya tentu saja aku mempunyai iman. Bukankah setiap minggu kita pergi gereja bersama, huh?” keluh sooyoung, melihat adik kecilnya ini mengerucutkan bibirnya siwon pun segera menaruh lengan besarnya dipundak sooyoung
“keurom, apa permohonanmu tadi?”
“aku? Ummm aku berharap agar kita bisa debut bersama, dan meraih banyak penghargaan setelah itu”
“permohonan yang baik” ditaruh siwon telapak tangannya di rambut sooyoung
“ucapkan permohonan itu disetiap doamu saat kau mau tidur dan disaat pagi menyambut. Tuhan mendengarnya dan Cepat atau lambat itu pasti akan menjadi kenyataan. Aku tidak yakin si bintang jatuh itu bisa mengabulkan permintaan mu” candanya yang berhasil membuat gelak tawa diantara mereka berdua
“ahahaha ne.. ne… pastor choi siwon!! Aku mengerti”

FLASHBACK END

***
SNSD’s Dorm
Dengan gontai, kulangkahkan kakiku keruangan yang selama bertahun-tahun sudah menjadi rumah kedua bagiku. Akhirnya scedule ku hari ini selesai dan sekarang tubuhku sudah bersiap untuk mendarat di empuknya kasur kamarku.
Namun pemandangan lain terlihat di ruang tamu tempat aku berdiri saat ini, seorang yeoja dengan stelan baju lengan panjang dan hotpants nya tengah duduk manis. Sepertiya ia sedang menelfon.

“oppa jaga kesehatanmu selama di taiwan, aku merindukanmu” langkahku terhenti ketika mendengar suara khas itu, rasa penasaran ku pun timbul.

“soo kau sudah pulang?” sapa hyoyeon yang keluar dari dapur dengan secangkir susu coklat ditangannya
“ia sedang menelfon siapa?” tanya ku sedikit berbisik dan mataku menunjuk kearah tiffany
“siwon!!!” bisik hyoyeon tepat dikupingku, ntah rasanya hatiku terasa habis dihantam sebongkah es 100ton. Aku hanya menganggukan kepalaku mengisyaratkan bahwa aku mengerti dan meninggalkan hyoyeon yang masih berdiri didepan dapur bersiap untuk meminum susunya mungkin.

***
Sekarang aku duduk dimeja riasku, berniat untuk membersihkan sisa sisa make up yang masih menempel diwajahku. Ketika aku sedang menatap wajahku dikaca tiba-tiba pintu kamarku terbuka tanpa ada aba-aba atau ketukan pintu
“sooyoooooooung…~!!!!!!” teriak suara khas itu seraya memeluku dari belakang, namun aku bisa melihat pantulannya dikaca saat ini. Aku hanya menaikan alisku dan tersenyum kearahnya pertanda bahwa aku menjawab sapaannya

“umm… soo aku tau kau adalah satu-satunya orang yang dekat dengan siwon oppa semenjak training”
“lalu?” jawabku acuh sepertinya aku mengerti arah pembicaraan tiffany
“apa kau tau barang apa yang sedang diinginkanya saat ini? Aku ingin memberikanya hadiah”
“seingatkku ulang tahunnya sudah lewat” jawabku singkat
“ini hanya hadiah biasa bukan hadiah ulang tahun soo!!”
“hm” gumamku, berharap yeoja dibelakangku ini mengerti dan meninggalkan aku yang sedang tidak ingin diganggu
“jadi apa yang harus aku berikan?” tanya nya
“molla!”
“eiiiyyy ayolah soo, aku tau kau paling dekat dengannya” dan kali ini aku sedikit merasa terganggu karna tangannya yang ditaruh dipundak ku sedikit meremas remas pundak ku. Bukannya aku merasa nyaman namun malah rasa kesal yang timbul
“sungguh aku tidak tau eonnie!!!!!” ku ambill sisir ku bermaksud untuk menyisir

Namun Tak kunjung mengerti juga, dia malah semakin menggoyang-goyangkan tubuhku hingga untuk menyisir rambutpun saja susah. Ditambah lagi kondisi mood ku yang memang sedang tidak baik.
Tak sadar emosi ku pun meluap dan….

*plak
Kubanting sisir yang sedari tadi kugenggam, ternyata amarahku sudah tidak bisa kutahan. Aku pun berdiri menghadap tiffany yang saat ini terlihat terkejut dengan hentakanku
“YAK!! AKU LELAH!! MEMANGNYA HANYA AKU SAHABAT SIWON OPPA? HAH? MENGAPA KAU TIDAK TANYA LANGSUNG PADA TEMAN SATU GRUPNYA? MENGAPA HARUS AKU? APA AKU TERLIHAT DEKAT DENGANYA?” bentak ku reflek

“YAK!! ADA APA DENGANMU? AKU TAU KAU LELAH. DAN KAU TIDAK PERLU MEMBENTAK KU SEPERTI ITU!!” balas tiffany lagi, ku coba untuk meredam emosiku.

Tak lama kemudian aku bisa merasakan kehadiran seorang lagi dari ambang pintu kamarku
“hey Ada apa?” tanya hyoyeon, mungkin ia mendengar teriakanku barusan
“tidak apa-apa. Aku hanya malas diganggu. Keluarlah! Ppaliiiiii!!!”
“cih!!!” aku bisa mendengar tiffany beredecih padaku seraya keluar dan menarik tangan hyoyeon.

***
TWO MONTHS LATER

‘girls bring the boys out’

‘aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk’ riuh teriakan fans pun terdengar setelah kami selesai melatunkan lagu the boys. Aku benar-benat terharu mendengarnya. Segitu besarkah cinta kalian terhadap kami hingga kalian telah besusah payah mengeluarkan teriakan dan yell-yell untuk kami

“ne, yeoroebun.. anyeong haseyo soshi imnidaaaa” ucap kami kompak seraya membungkukan tubuh terhadap fans.
Seperti smtown lainnya kami akan memperkenalkan diri satu persatu. Walau aku yakin semua fans yang ada disini pasti sudah tau nama kami masing-masing.

“ne, yeoreobun kalian tau siapa yang ulang tahun hari ini?” teriak taeyeon dengan suara powerfullnya
“tifannyyyyy!!!”
“NUGU?”
“TIIFFFAAANNYYYYY!!!” setelah mendengar teriakan ini nama yang disebut itu pun langsung maju kedepan terlihat jelas diwajahnya ia bahagia plus terharu.

Seluruh member dan orang yang ada di stadium ini semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk tiffany. Dan seperti biasa wanita ini menangis terharu. Tak terasa air mataku juga ingin jatuh. Karna jujur saja semenjak pertengakaran hari itu dan sikap dingin kami akhir-akhir ini membuatku kehilangan satu eonnie terbaik di dorm

‘eonnie saengil chukaeyo’ ucapku dalam hati, mungkin aku terlalu gengsi untuk mengucapkannya secara langsung.

“ahhh aku benar-benar terharu. Terimakasih telah mendukung kami. Dan aku berharap aku tidak semakin tua dengan umurku sekarang” ucap tiffany dengan sesekali mengusapkan air yang mengalir dimatanya. Sesungguhnya aku ingin memeluknya dan mengucapkan permintaan maaf. Namun apadaya rasanya tembok kegengsianku ini sulit untuk diruntuhkan

Namun ntah siapa yang mendorongku hingga aku terpental ke arah tifany yang disambut dengan senyum tulusnya ke arahku dan dengan reflek aku langsung memeluknya
“eonnie maafkan aku!! Aku sangat menyayangi mu! Maafkan aku eonnie!!” bisik ku ditelinganya, kata-kata itu keluar begitu saja dan tanpa kuperintahkan. Aku berterimakasih pada siapapun yang tadi mendorongku. Akhirnya aku berhasil meruntuhkan tembok kegengsianku.
“aku sudah memaafkan mu soo” balasnya seraya mengeluskan telapak tangannya dipucuk kepalaku

***
‘neul hamkke isso sojunghan gol mollatton gojyo
Onjena nawa hamke issojun sojunghan saramdeureul
Gakkeumssik naega jichyo honjara neukkiltae
Onjena naega himi dwaejun saramdeureul itgo saratjyo

Lagu Hope pun kami lantunkan dengan baik sebagai rasa terimakasih kami terutama seluruh artis SM entertaiment atas antusias fans yang telah datang.
“eonnie saengil chukae” bisik ku kearah yeoja yang sedari tadi tidak lepas dari gengamanku.
“aku menunggu kado mu soo” balasnya, yap semenjak kami berbaikan tadi aku terus menempel pada tiffany seperti dua kakak beradik yang telah lama tidak bertemu

‘uriga soroege jogeumssik
sarangeul boiltae soroedaehan mideumeul kiwo
nagalttae ssauril opso jjing geurimyo datul
piryodo jonhyo opso
Uriga kkumkkuneun nunbushin bichi jogi isso
Areumdaun sesangi baro jogi
Boyo urin yogiso so iroke malhago isso urin SM TOWn!!
Lets party!’

“jadi kalau sudah berbaikan aku dilupakan?” disaat kami sedang berlari lari kecil kesisi panggung tiba-tiba sebuah tangan besar merangkul kami berdoa dengan senyum khas
“aahaha siwon oppaa!!!!” teriak kami berdua dan sekarang kami saling merangkul dengan pria tampan berhati lembut itu berada ditengah-tengah kami.

END

***[prolog]
Dimasa trainee Siwon oppa adalah pria yang hampir setiap hari selama bertahun-tahun dekat denganku, dan itu sedikit banyak membuat perasaanku perlahan berubah padanya. Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai sehabat ku. Sahabat terbaik yang aku miliki di dunia ini, karena memang seperti itu keadaanya. Tak jarang kami berbagi ruangan latihan yang sama, minum kopi bersama, bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Namun siapa yang sangka semakin lama getaran hatiku semakin berbeda setiap siwon oppa berada didekatku. Lama kelamaan aku menganggapnya orang yang spesial disini (megang dada) dan itu pula yang membuat aku mengunci rapat-rapat hati ku untuk pria lain. Hatiku hanya bisa di buka olehnya, karena hanya ia yang memiliki kunci untuk hati ku.
Tadinya aku pikir ia mempunyai perasaan yang sama terhadapku, namun ternyata aku hanya salah paham akan setiap perlakuannya padaku. Memanggilku dengan sebutan adik kecil, mengusap kepalaku dengan lembut, memberikanku kata-kata penyemangat setiap aku mulai lelah. Hingga aku sadar aku memang hanyalah adik kecil baginya, adik kecil yang tidak akan pernah bisa mengisi hatinya lebih dari seorang adik.
Sekarang sudah terjawab semuanya. Yeoja bertubuh mungil dan bersenyum indah itulah wanita idaman siwon oppa. Ani, mungkin seharusnya aku mengatakan Yeoja bertubuh mungil dan bersenyum indah itulah wanita yang berhasil mengisi bagian kosong dari relung hati seorang choi siwon. Yapp tiffany hwang, sahabatku sendiri.

Sepertinya cinta memang sedang tidak berpihak kepadaku, aku harus mengalah dengan perasaan ini. Jika aku memaksanya pasti akan ada hati yang terluka. Dan aku tidak ingin hubungan ku, siwon oppa, dan tiffany rusak hanya karna perasaan meyebalkan ini. Akan lebih baik jika hanya aku yang merasakannya
“piuhhhhhh’ kuhembuskan nafasku dengan berat, mengisyaratkan bahwa aku siap menata kembali kedepan dan mulai belajar untuk melupakannya.

End_
Ahhhh mian ini sedikit banyak kata-kata ambigu nya. Saya bukan author yang baik dalam membuat lelucon dalam bentuk narasi,
Abis baca ditunggu jejaknya yah, and follow us on @fanfiction2012
SOOWON JJANG!!
SIFANY JJANG!!
SUGEN JJANG!!
SOSHI JJANG!!
SUJU JJANG!!

Anyeongiiiiiiiiiiiiiiiiii~

10 comments on “Bizzare Love Triangle FF ONESHOOT (SooWon and SiFany)

  • bagus yah akhirnya soo mengalah
    gpp eonni sini ama aku kita makan2 ayo2 aku jodohin ma changmin oppa sama2 shikshin sama2 tinggi wkwkkw

    ahahahah sifany changsoo
    authornim banyakin ff sifany feat changsoo yak

    hwaiting!!!

  • Bgs ffnya aku suka pas soofany berpelukan aku jadi terhru bacanya and aku seneng bacanya pokoknya ini ff terbaik daebak
    SiFany jjang
    Author jjang
    Sipp chingu ff ini bagus dan keren dan daebak kapan kapan sifany vs yoonwon ya😉

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: