DAZZLING GIRL FF ONESHOOT (SULKEY COUPLE)

Published January 24, 2013 by fanfiction2012

DAZZLING GIRL FF oneshoot (key sulli couple)
Cast : Shinee’s Kim Kibum as Key (Himself)
F(x)’s Choi Jinri as Sulli (Herself)
Other : Shinee’s Choi Minho and Lee Taemin, F(x)’s Amber
Rate : Romance, Friendship, Hurt, All Age
Author : Kim L
Note : bagaimanakah para Hoobae SM ini jika dipasangkan menjadi kekasih? Kkkkkk sulli dan key atau ‘sulkey’ siapakah diantara kalian yang nge pairing couple ini. Dedicated for those all shawol and affaction. dont exit before you finish read and dont bash after you read. KEEP CALM AND KEEP SUPPORT OTHER FANDOM. Thankies gomawo ^^

Check this out~

***
“kibum oppa, sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan ya! Meski kau tidak memenangi kompetisi kali ini, tapi kau tetap yang terbaik! Hmmm aku yakin kalau di kompetisi selanjutnya kau pasti bisa juara!” ucap sulli mencoba membesarkan hati kekasihnya, kim kibum atau yang biasa dipanggil dengan sebutan key ini.

Namun tak ada sahutan dari key. Pemuda berambut coklat itu hanya termenung diam. Wajahnya menyiratkan kekecewaan dan rasa frustasi yang dalam. Bagaimana tidak, kompetisi yang sudah disiapkan nya dari jauh-jauh hari ini harus kalah dengan sia-sia. Jika ia mendapatkan juara 2 atau 3 setidaknya ia masih bisa berbesar hati, namun kali ini ia benar-benar seperti sedang dipecundangi karna tidak juara walau hanya 5 besar.

“oppa bicaralah! Katakan sesuatu! Ayolah, jangan begini. Kan baru sekali ini kau tidak juara. Sesekali gagal itukaan wajar. Bukankah kegagalan adalah awal dari keberhasilan?”suara gadis itu kembali terdengar setelah beberapa lama tak ada juga sahutan dari key

Melihat key terus merenungi kekalahnya, dengan sigap sulli mengelus lengan key, berharap perasaan sang kekasih menjadi lebih baik
Namun tiba-tiba saja dengan cepat dan kasar key mengibaskan tangan sulli yang tengah mengelus lengannya. Pemuda tampan itu segera berdiri memunggungi kekasihnya.

“sulli-ah!!! sebaiknya kau tinggalkan aku sendiri!! Dan jangan menemui atau menghubungi aku sampai saat yang aku tentukan!” kata key dingin, membuat suli sontak berdiri. Meskipun ia sudah terbiasa dengan nada dingin kekasihnya ini, tetapi tetap saja perkataan pemuda itu membuatnya sedikit terkejut

“apa maksudmu sampai dengan saat yang ditentukan?”

“aku ingin kita berpisah untuk sementara waktu” Key memutar tubuhnya dan menghadap gadis bermata besar itu, ada amarah yang nyata terpancar disana.

“k-k-kau ingin kita putus?” Tanya sulli dengan mata membelalak, seolah tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.

Tak ada sautan dari key. Dan kemungkinan besar jawaban dari pertanyaan sulli barusan adalah ‘iya’

“jadi, kau ingin benar-benar kita putus? wae? Memangnya apa hubungannya kekalahan mu ini dengan hubungan kita?” sulli tak habis pikir kenapa key mendadak ingin memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin hampir setahun itu

“karena, karena aku merasa hubungan kita ini membuat aku mengalami kemunduran. Dan aku tidak ingin gagal lagi. Jadi sebaiknya kita berpisah” jawab key yang berhasil membuat sulli menggelengkan kepalanya tak percaya akan apa yang kekasihnya katakan itu. seperti itukah dia yang sebenarnya? Karna menurut sulli sikap dingin key selama ini tidak sedingin hatinya. Namun malam ini terjawab sudah, ternyata kekasih yang selama ini dipujanya itu tidak sebaik yang ia pikirkan.

“keureu!! Jadi kau merasa selama ini keberadaanku membuat kemampuan dance mu menurun? Dan apa kau pikir bahwa kegagalanmu ini juga karena aku? Begitukah kim kibumssi?”
“hm!!” sahut key dingin
“kalau aku tidak terlalu banyak menjalani waktu denganmu, maka aku akan lebih bisa fokus pada kompetisi ini. Dan kalau aku fokus sejak awal, aku tidak akan kalah” lanjut key lagi masih dengan nada dingin. Sementara dibalik punggung pria jangkung ini terlihat seorang yeoja tengah sibuk menghapus setiap jejak air matanya. Ia tidak mampu berkata apa-apa lagi saat ini. Hatinya benar-benar terluka bahkan ia lupa bagaimana caranya bernapas hingga ia menangis dengan terisak.
“sekarang sudah jelas kan? Sekarang sebaiknya kau pergi. Aku sudah malas melihat mu”
lagi-lagi sulli tertegun mendengar ini. Namun kemudian salah satu sudut bibirnya naik, membentuk sebuah senyum sinis dan berikutnya gadis itu tertawa, tawa yang sinis dan nyata sekali dibuat-buat.

“baiklah!! Kalau memang itu keputusanmu. Aku juga tidak mau menjalani hubungan dengan seorang yang berpandangan sempit seperti kau!! Cih!! Dan aku berharap semoga pikirian sempitmu itu tidak menyuruhmu untuk bunuh diri karna putus asa! Haha..” dengan tawa dibuat-buat gadis bermarga choi ini pun bergegas meninggalkan tempat itu. meninggalkan key yag menatap kepergiannya dengan kaku.

Terlihat jelas diwajah key bahwa sesungguhnya ia tidak menginginkan perpisahan ini. Hanya saja hatinya berkata bahwa perpisahan mereka adalah cara terbaik untuk masa depan dan impian key yang sudah lama didambakannya.

***
A YEAR LATER
“huwaaaaaa… senangnya. Akhirnya musim semi datang juga!!!!” ucap seorang gadis berpenampilan boyish sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Gerakan tanganya itu tak ayal membentur temannya yang berjalan tepat disampingnya, dan terlihat sekali itu disengaja.

“yak!!! apa yang kau lakukan. Huh” semprot temannya itu sambil membetulkan kembali poninya yang sempat berantakan akibat benturan tangan yeoja disebelahnya.

“hahahah.. suli!! ternyata kau masih disampingku. Aku pikir kau tertinggal” goda amber dengan cengiran lebarnya.

Teman yang dipangilnya sulli itu hanya memutar bola matanya
“memangnya sejak tadi kau berjalan dengan siapa? Hantu?”
“ahahahaha.. habis sejak tadi kau hanya diam. Aku menceritakan ini itu kau hanya diam. Aku pikir kau diculik paman santa claus.. hahahah”
“tidak ada yang lucu!!” sulli mendelik

Lagi-lagi amber hanya nyegir dengan tingkah sahabatnya ini. Kemudian ditatapnya dengan seksama wajah sahabatnya itu.

Sulli, dia tetap cantik. Tak ada yang berubah mengenai itu. atau bahkan, amber melihat sulli semakin cantik. Seiring dengan pertambahan usia malah menjadikan kecantikan sulli semakin nyata dan mempesona.

Tetapi sebagai sahabat terdekat sulli, amber tahu betul dan sepenuhnya menyadari bahwa sahabatnya itu telah berubah banyak. Yang sayangnya perubahan itu tidak ke arah positive melainkan kearah yang negative. Tak ada lagi binar-binar dari sepasang mata sulli yang indah, tak ada lagi lekung menawan dari bibirnya yang sexy dan berwarna merah muda alami itu, tak ada lagi kecerewetan yang senantiasa mengisi suasana dimana dia berada, dan yang paling penting adalah tak ada lagi tawa yang lepas dan sikap cerianya menyapa orang-orang.
Memang sulli berubah tidak sepenunya menjadi pendiam, ia masih suka menyapa teman-temannya, sedikit cerewet dan ramah, masih suka tertawa dan bercanda. Tapi amber paham, itu hanyalah kedok. Hanya pura-pura karena sebenarnya sulli sedang dalam masa rapuhnya. Itu sangat terlihat jelas diguratan wajah sulli walau ia tidak mengekspressikannya.

Yapp, perubahan sulli mulai ia rasakan sejak sahabatnya itu putus hubungan dengan kekasihnya, kim kibum. Yang ia tau bahwa sulli sangat mencintainya.

“sul!! Kau jadi kencan dengan minho oppa?” tanya amber tiba-tiba membuyarkan lamunan sahabatnya

Namun ia tidak menemukan jawaban apa-apa dari sulli, yang sontak membuatnya menoleh ke arah sahabatnya itu. terlihat sulli sedang memandang nanar kedepan seolah meresapi setiap hembusan angin musim semi yang menerpa wajahnya.

“sul!! Kau baik-baik saja kan?” tegur amber dengan menepuk lembut pundak sulli berusaha membuyarkan lamunan sahabatnnya itu. dan sulli pun menghentikan langkanya dan menoleh pada amber.
Ia tersenyum, tapi bukanlah senyum yang tulus, terlihat senyum yang dipaksakan.
“tentu aku baik-baik saja. Kau pikir aku masih memikirkan’dia’? hah! Yang benar saja…. umm ahh iya ngomong-ngomong aku sudah menerima tawaran taemin.”
“taemin? Um apa maksudmu?” amber hanya menautkan kedua alisnya mengisyaratkan bahwa ia bingung dengan maksud dari ucapan sulli barusan
“ne.. taemin mengajak ku nonton konser minggu ini. Dan aku menerimanaya. Jadi aku minta maaf aku tidak bisa menerima tawaran minho oppa”
“jadi, kau akan kencan degan taemin?” tanya amber tidak percaya. Bukan apa-apa. Tapi setaunya taemin adalah namja polos yang baru besar kemarin dan tidak tau apa-apa. Ia takut jika sahabatnya itu hanya menjadikan taemin sebagai pelariannya saja.
“aku tidak tau ini namanya kencan atau bukan, dia hanya mengajak ku nonton konser akhir minggu ini. Dan aku setuju” jawab sulli polos
“sul!! Sebenarnya bagaimana perasaanmu pada taemin?” ditatap amber wajah sulli dengan serius seraya menarik tangan sahabatnya itu untuk duduk dikursi taman yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini
“ya!! Mengapa menatapku seperti itu? memang apa salahnya jika aku jalan dengan taemin?”
“aku serius sul!! Jawab… apa sebenarnya yang kau rasakan pada taemin?”

Dicecar seperti itu membuat yeoja berambut dark coklat ini jengah. Ia tau ia memang tidak bisa berpura-pura pada sahabatnya yang satu ini. Amber terlalu baik mengenal dirinya. Sampai sampai dia bahkan berpikir kalau amber malah lebih mengenal dirinya ketimbang dia sendiri.
“umm.. aku menyukainya, yapp lebih tepatnya mencoba untuk menyukainya” kali ini sulli menjawab dengan wajah tertunduk, ia tidak berani meatap wajah sabatnya itu, takut-takut amber akan memarahinya atas pengakuannya ini.
“aku tidak melarangmu berhubungan dengan siapapun sul! Justru baik jika kau benar-benar melupakan ‘dia’. Dan memulai hubungan baru. Tapi aku tidak ingin kau menjadikannya (taemin) sebagai pelarian. Kalau kau memang masih belum yakin, lebih baik tidak memberikan orang lain harapan dulu”

Sulli kembali diam dan tak menjawab. Begitu diamnya hingga amber merasa ia seperti berhadapan dengan tembok, bukan choi sulli sahabat yang dikenalnya sejak kecil.

“kau benar!!” hanya itu yang bisa diucapkan sulli sebelum kemudian ia berdiri dan melanjutkan jalannya. Yang langsung diiringi amber

****
Matahari pun sudah sampai ditempat peraduannya. Sama seperti yeoja yang seharian ini sudah mengahbiskan waktunya awal mesim semi ini dengan sahabat yang dicintainya. Namun mata sulli mau tak mau membelalak ketika ia sampai dirumahnya dan mendapati seseorang tengah duduk di teras rumahnya.

Seseorang yang sebenarnya tidak ingin ditemuinya lagi atau justru sosok yang sangat ia rindukan. Sulli tidak tau yang mana yang benar. Namun yang ia rasakan saat melihat sosok KEY berdiri dihadapannya adalah ia ingin berteriak kencang-kencangnya dan mengusir pemuda itu dari hadapannya.
Namun sulli tidak melakukannya. Ia malah hanya berekspresi datar dan menatap dingin kearah namja yang sesungguhnya sangat ia rindukan ini

“mau apa kemari?” tanyanya sambil memegangi selempang tasnya
“aku merindukanmu sul” sahut key dengan suara tenang yang dibalas dengan decihan sinis sulli

‘apa dia bilang? Merindukanku? Cih!! Yang benar saja’ bisik hati sulli

“pergilah!! Aku tidak ingin melihatmu!” tegas sulli seraya mengabaikan pria dihadapannya ini dan berjalan kearah pintu rumahnya. Melihat pergerakan ini tangan key dengan sigap menangkap lengan kecil milik yeoja berambut dark coklat itu

“aku tau kau mungkin masih marah padaku. Tapi ijinkan aku memperbaiki semuanya!! Sulli, maafkan aku.. saat itu aku…~” mendengar ini hati sulli sedikit terenyuh, namun tidak ingin terlalu larut dalam suasana ia segera menepis dengan pelan cengkraman tangan key dilengannya
“cukup!! Sudah cukup! Aku sedang tidak ingin melihatmu apalagi mendengarmu. Jadi, pergilah!”
“aku tidak akan pergi sebelum kau memaafkan ku!” jawab key masih dengan nada tenangnya
“tidak ada yang perlu dimaafkan. bukankah sudah jelas aku ini hanya penghalang untuk masa depanmu? Pergilah” tegas sulli lagi tak kalah dingin. Kini ia kembali melanjutkan jalannya dan bersiap untuk membuka kunci rumahnya.

Namun baru beberapa sulli melangkah

*SLEPT*

Sepasang lengan terlihat melingkari tubuh ramping sulli ketika gadis itu baru mengerakan satu langkah kakinya. Yapp key menarik sulli kedalam pelukannya, dan menenggelamkan wajah mulusnya ditengkuk yeoja yang sudah lama dirindukannya ini

“sul!! Aku tau aku salah. Sangat salah.. maafkan aku. Berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku mencintaimu sul!! Sangat mencitaimu.. setahun berpisah denganmu membuatku semakin hilang arah. Dan aku sudah memikirkan semuanya, kau bukanlah penghalang untuk masa depanku, tapi kau adalah cahaya untuk masa depanku. Dan penyemangat untukku. Jadi kumohon maafkan aku dan kembalilah menjadi sulli ku!!” kali ini bukan suara tenang dan dingin key lagi yang terdengar melainkan suara seraknya yang sarat akan emosi, kesedihan dan permohonan.

Yeoja yang tengah berada dalam pelukan key saat ini hanya bisa memejamkan matanya, berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan pada pendiriannya. Untuk tidak goyah dengan apa yang sudah key ucapkan barusan terlebih pada kehangatan yang tengah ia rasakan saat ini. Kehangatan yang lama ia rindukan.
Sulli menggigit bibir bawahnya. Ia hirup napas panjang dan menghembuskannya perlahan.
“lepaskan aku oppa!” dan untuk pertama kalinya sulli kembali menyebut key dengan sebutan oppa setelah setahun berpisah. Tetapi tetap saja suaranya dingin dan datar, jauh berbeda dengan sulli yang biasanya hangat dan penuh semangat.

“sul, aku mencintaimu. Kumohon percayalah. Aku sungguh minta maaf… aku mencintaimu choi jinri” key kembali menenggelmakan wajahnya dileher jenjang sulli. Ia bahkan menyebut sulli dengan nama choi jinri nama kecilnya yang menurut key ia lebih pantas dipanggil jinri dari pada sulli.

Ini terlalu berat bagi sulli, karena bagaimanapun ia sadar benar hatinya masih mencintai namja berambut spikey ini dan memang benar hanya ada key didalam hatinya. Bahkan selama setahun sejak perpisahan mereka, sulli belum bisa menemukan sosok pengganti key dihatinya.
Sulli memutuskan untuk tidak ingin mengulangi deritanya. Siapa yang bisa menjamin kalau key tidak akan mencapakannya lagi nanti?
Kalau sebelumya namja itu menyalahkannya dan memutuskannya atas kegagalannya bukan tidak mungkin jika suatu hari dia gagal lagi dia akan kembali memperlakukan hal yang sama pada sulli kan? Dengan pikiran itu, sulli pun mengeraskan hatinya. Menutup rapat-rapat celah-celah dihatinya yang masih terbuka untuk key.

“pergilah oppa! Semua sudah berakhir. Aku tidak bisa kembali padamu. Tidak akan bisa. Karena aku, k-k-karna aku sudah dimiliki orang lain” dan dengan kalimat terakhir sulli yang didengar key maka lepaslah pelukan hangat itu dan perlahan mundur dengan lemas. Terlihat raut wajah kekecewaan disana
“benarkah?” gumam key, ingin memastikan pendengarannya dan berharap ia salah dengar
“hm, begitulah. Jadi sebaiknya kau pergi karna sebentar lagi ia akan menjemputku”

Tak ada sautan dari key. Walau tidak ada jawaban Ia bisa merasakan tatapan pemuda itu dibalik punggungnya. Dan sesungguhnya Jauh dilubuk hatinya iajuga tidak tega memperlakukan mantan kekasihnya itu seperti ini. Namun disisi lain masih tersimpan rasa perih ketika key mencapakanya dulu.

“baiklah, sul.. aku memang teralu terlambat. Harusnya… ahh yah, baiklah. Semoga kau bahagia” akhirnya key membuka suaranya, dan saat itulah sulli membalikan tubuhnya ingin meliat bagaimana keadaan namja yang sudah mencapakannya itu. namun seketika tiba-tiba tubuhnya terengkuh dalam sebuah dekapan erat sebelum kemudian terhempas pada dinding di belakangnya.

“opp.. mppphhhh~” ucapan sulli pun bahkan tak sempat selesai karena bibirnya sudah lebih dulu dikunci oleh bibir key. Namja itu menciumnya, degan seluruh luapan emosi
Tangan sulli berusaha keras untuk mendorng dada key agar ia mejauh namun tidak mengubah keadaan. Ia sadar key terlalu kuat baginya. Dan yang terjadi berikutnya malah diluar kuasanya karena ia justru mulai membalas ciuman key. Itu gila! Sulli sadar, tapi apadayanya, kewarasannya telah melayang sejak bibir yang telah lama tak menyentuhnya itu kembali memagutnya. Menghadirkan kembali rasa cinta yang dulu pernah mereka berdua rasakan

Dan seperti inilah dia sekarang. tangannya kini merangkul leher key. Jemarinya menyelusup dihelai rambut spikey nya, dan dengan demikian keduanya semakin hanyut dalam ciuman panjang yang memabukkan. Jika saja mereka tak perlu pasokan oksigen, sudah dipastikan mereka tak akan memisahkan diri lagi.

Wajah key masih sangat dekat dengan wajah sulli yang sudah merah seperti tomat. Napas keduanya pun mulai terdengar terengah, atau tepatnya sulli yang tampak terengah karena namjanya ini masih tampak senang menikmatinya. Sebuah senyum tipis menghiasi bibir key ketika dilepaskannya ciuman hangat itu, dan kemudian membelai pipi sulli yang memerah

“kau berbohong kan?” katanya seaya memberikan sebuah kecupan manis dipipi kanan sulli
Sementara sulli hanya diam memandangi wajah tampan key yang nyaris tanpa jarak denganya . ia menatapnya dengan tatapan yang berkaca-kaca, dan jika sekali saja ia mengedipkan matanya bisa dipastikan buliran kristal itu akan jatuh mengaliri pipinya yang lembut
“kenapa kau selalu bisa memaksa ku?” tanya nya dengan setengah nada marah

“karena kau selalu mengijinkan aku melakukannya” jawab key sambil membelai pipi sulli dengan lembut
Sulli menangkap tangan key yang membelai pipinya itu lalu menyandarkan kepalanya didada bidang milik namja yang sudah setahun ini tidak dirasakannya. Sebuah senyum perlahan terukir manis dibibir tipis key.

Dengan lembut key pun menarik yeoja berambut panjang itu kedalam pelukannya. “terimakasih! Terimakasih sudah kembali padaku.. kita mulai semuanya dari awal lagi, ne!!…” ucapnya yang dibalas dengan anggukan lemah sulli. Dalam hatipun ia hanya mampu berharap semoga keputusanya untuk memaafkan key bukanlah satu kesalahan. Semoga~

END~~

Happy ending. Pendek dan gaje…. kkkk mian
Jejaknya jangan lupa,
Dan for next ff atau request couple bisa di @fanfiction2012

GOMAWO… *deepBowing

3 comments on “DAZZLING GIRL FF ONESHOOT (SULKEY COUPLE)

  • Keren banget, author daebak!!! ♡♡♡
    Suka banget sama keyli soalnya mereka udah kenal mulai trainee, terus banyak banget foto mereka berdua

    Tetap semangat buat ff keyli, hwaiting! ♡

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: