Lets talk about us #1 (TOP and YOU ff)

Published October 11, 2013 by fanfiction2012

_seungri-lets-talk-about-love-image

Cast : Bigbang’s Choi seunghyun or T.O.P – As husband
Kim Minjung – As T.O.P wife (YOU)
Rate : ALL AGE
Length : Cheptered
Genre : Romance, Family, Angst,
Note : Apa kau pernah mendengar pepatah, “kita tidak tahu apa yang kita miliki, jika itu tidak hilang?” yapp itulah yang terjadi pada Choi seunghyun rapper tampan dari grup BIGBANG. Ketika pasangan hidupnya itu memperlakukannya dengan penuh cinta dan tulus, ia sama sekali tidak menghargai itu. hingga sebuah kejadian mengajarinya pelajaran berharga. Sebuah pelajaran yang tidak akan pernah bisa dilupakan. Sebuah pelajaran yang sepenuhnya mengubah hidupnya. Sebuah pelajaran yang ia harap bisa datang lebih cepat.

kim Minjung POV

Sinar matahari mulai menyusup melalui jedela kamarku diiringi dengan nyanyian indah burung seolah membangunkanku dari lelapnya tidur. Mataku terbuka dengan malas dan sesekali mengerjapkannya untuk membersihkan pandangan kaburku. Aku kemudian melihat kesisi kiri tempat tidur, KOSONG???

“hah…” keluhku setelah menyadari namja yang seharusnya tidur disebelahku itu sudah pergi..

setiap hari aku tertidur sendirian, dan keesokan paginya aku juga menemukan diriku bangun dari tidur sendirian di tempat tidur. kesibukannya sebagai seorang aktor dan member grup BIGBANG membuatnya harus pulang larut dan pergi lebih cepat.
Sesungguhnya dulu tidak seperti ini.

Seunghyun oppa dan aku memutuskan untuk menikah Setahun yang lalu. Dalam pernikahan dini kami, segala sesuatu dengannya selalu manis dan penuh cinta. Setiap hari seunghyun oppa akan mencoba untuk pulang lebih cepat, ia bilang ia tidak ingin aku merasa kesepian diapartement kami yang lumayan besar ini.. selama jam makan siang, aku akan menelponnya untuk mananyakan apakah ia sudah makan atau belum dan setiap kali aku menelpon, dia akan mengangkatnya didering pertama.. Ketika seunghyun oppa pulang ia akan menyambutku dengan pelukan dan ciuman mesra dikeningku, mengatakan ia merindukanku meskipun itu hanya 15jam kami tidak bertemu.. Sehari-hari ketika ia pulang dari jadwalnya aku akan menanyakan bagaimana hari yang sudah ia lalui,dan ia akan menjawabnya dengan senyum walau aku tau itu sangat melelahkan.
Aku dapat mengerti menjadi idola populer itu sangat tidak mudah, terkadang aku mengunjungi oppa digedung YG jika ia sedang ada jadwal latihan ataupun rekaman. seraya membawa beberapa kotak makanan untuknya dan seluruh anggota bigbang, dan tentu saja mereka menyambutku dengan gembira

Tapi itu semua hanya tinggal kenangan..

beberapa bulan terakhir Seunghyun oppa tidak lagi menjadi seunghyun oppa yang kukenal.aku merasa ia mulai dingin dan jauh.. Akhir-akhir ini ia sering pulang larut malam dengan alasan bahwa ia sedang dalam persiapan comeback dan perlu banyak berlatih, meninggalkan aku diapartement besar ini. Selama waktu makan siang jika aku menelpon untuk menanyakan apakah ia sudah makan atau belum, seolah tidak ingin bicara dengan ku ia akan memberi alasan untuk segera menutup telpon, atau bahkan tidak akan menjawab sama sekali. Ketika ia pulang, seunghyun oppa tidak lagi menyambutku, ia akan langsung ke kamar mandi dan kemudian tidur, tidak ada lagi pelukan dan ciuman manis, atau setidaknya ucapan selamat tidur untukku. Dan setiap aku bertanya bagaiman hari yang sudah ia laluli, ia hanya diam dan meninggalkan ku begitu saja. membuatku harus mengerti dengan perilakunya. Akhir-akhir ini ketika aku berkunjung ke gedung YG saat makan siang, dengan cepat ia akan menuyurhku untuk pulang dan mengatakan bahwa semua member sedang sibuk. walau aku bisa melihat dari kejauhan mereka semua sedang dalam waktu istirahat diruang latihan.

Tanpa terasa air mata mulai mengalir dipipiku, aku tidak tau apakah menikah dengan seunghyun oppa adalah keputusan yang salah. ia tidak berprilaku seperti seunghyun oppa yang kukenal lagi, dan aku takut. aku takut aku tidak kuat menghadapinya lagi.
kuseka air mataku dan bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. aku yakin ada yang salah dari dalam diri suamiku itu aku harus membicarakan ini semua ketika ia pulang nanti.

***
At Night_ Seunghyun’s Apartement
Aku sedang menonton acara strong heart ketika aku mendengar suara bantingan pintu. aku benar-benar terkejut seraya dengan cepat memutar tubuhku kearah pintu dan melihat namja yang sudah mengisi hidupku selama setahun belakangan ini masuk dengan tertaih. bisa dibayangkan bagaimana paniknya aku setelah melihat wajahnya yang pucat dan terlihat lemas dengan salah satu tangannya memegang dahi dan tangan satunya mencoba untuk menahan tubuhnya di gagang pintu. Aku segera berlari kearahnya, mengikuti naluri ku sebagai seorang istri, kukalungkan lengannya di bahuku sementara tanganku merayap dipinggangnya. membantu seunghyun oppa untuk berjalan ke kamar dan membaringkannya ke tempat tidur.

kutaruh telapak tanganku didahi seunghyun oppa untuk memerika suhu tubuhnya “omoooo, oppa kau demam” panik ku..
seunghyun oppa meraih tanganku dan sedikit meremasnya

“jangan khawatir, aku akan baik-baik saja setelah dua atau tiga jam” gumamnya dengan mata terpejam.

“oppa….. bagaimana aku bisa untuk tidak khawatir?” jawabku dengan suara sedikit bergetar di akhir kalimat. air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku, dan siap untuk jatuh.

“m…m…Minjung-ah kau menangis??? ini hanya demam ringan, uljimaayo jagiyaa” seunghyun oppa akhirnya membuka matanya dan melihat mataku yang mulai menjatuhkan satu persatu air mata yang sedari tadi kutahan. ia meraih tanganku dan menariku dengan lembut. ia sesuaikan dirinya hingga kepalaku berbaring dengan nyaman diatas dada bidangnya. Lima jarinya yang besar dan panjang membelai rambut panjangku dan aku bisa merasakan hembusan hangat nafasnya yang menyapa pucuk kepalaku.. sudah lama aku tidak merasakan ini, aku bahkan lupa kapan terakhir kali kami bermesraan ditempat tidur seperti sekarang. Aku benar-benar tidak dapat menahan air mataku, mereka mengalir seperti hujan deras dipipiku yang tanpa kusadari itu membuat pakaian seunghyun oppa basah

“Mianhae…” ia berbisik pelan, tapi cukup keras untuk aku mendengarnya. Aku tidak dapat menjawab lagi, itu mebuat tangisan ku semakin keras, mengubur kepalaku ke dadanya. hingga akhirnya aku merasakan sepasang lengan memeluk erat tubuhku. aku merasa aman dan hangat dilengannya. Dan yang paling penting aku merasa kembali dicintai.

Setelah beberapa menit kemudian, aku merasakan ia bernapas dengan tenang. menandakan bahwa ia telah tertidur dengan lelap. aku melepaskan lengannya yang memelukku dan turun dari tempat tidur dengan hati-hati sehingga aku tidak membangunkannya.
aku pergi ke dapur untuk membuat air hangat dan menyiapkan handuk ke kecil sebelum aku masuk keruang belakang serta mengambil sweeter dan celana panjang dari dalam lemari.

Dengan semangkuk air hangat dan sepasang pakaian ditanganku, aku berjalan ke arahnya dan duduk di tepi tempat tidur, disamping seunghyun oppa.
perlahan-lahan, aku melepas bajunya yang basah karna keringat dan celana jinsnya. setelah itu aku menyeka tubuh lengketnya dengan air hangat yang sudah kubuat tadi berharap setelah ini seunghyun oppa bisa tidur dengan nyaman. Dan terakhir ku kenakan sepasang pakaian yang sudah kusiapkan tadi sebelum hangatnya selimut menutupi tubuh suamiku ini. ku daratkan ciuman didahinya dengan lembut,kesempatan yang sangat jarang bisa kulakukan Sebelum akhirnya aku menyelipkan diriku dibawah selimut dan berbaring disampingnya mengistirahatkan tubuhku yang lelah.

***

Seunghyun POV
Kubuka dengan perlahan kedua mataku setelah merasakan sebuah tangan lembut menyentuh dahiku. yang aku temukan hanyalah sakit dikepalaku, kembali ku kerjapkan mataku hingga akhirnya mereka terbuka walau penglihatan ku sedikit kabur, aku melihat Minjung duduk disebelahku dengan mata penasaran. ‘jadi yang barusan telapak tangan isitriku ini’ batinku seraya memberikannya seburat senyuman menandakan bahwa aku sudah bangun.

“oppa, bagaimana perasaanmu? apa sudah membaik?” tanyanya, aku merasakan nada kekhawatiran dalam nada suaranya
“aku sudah merasa lebih baik dari semalam, jagiyaaa” jawabku. minjung membantuku untuk duduk dan meletakan bantal dibelakangku sehingga aku bisa bersandar dengan nyaman ditempat tidur.
“aku sudah membuat sup untukmu. Rasanya akan lebih enak jika masih panas dan hangat. Kau mau memakannya sekarang?
“ne…” ku anggukan kepalaku dengan senyuman tulus yang kulemparkan untuknya
“kalau begitu tunggu sebentar” ia kemudian bangkit dan menghilang dibalik pintu. semenit kemudian, yeoja yang amat kucintai itu kembali dengan semangkup sup dan segelas air ditangannya.
ia menyodorkan mangkuk itu kearahku. Namun ntah mengapa saat ini aku ingin minjung memanjakan ku. ini mungkin terdengar kekanakan. tapi aku ingin minjung menyuapiku. ku gelengkan kepalaku dan merengek seperti anak kecil “ummmmm suapi” ucapku

“Mwo…????” minjung membulatkan matanya setelah mendengar caraku mengucapkannya barusan.. aku benar-benar tertawa terbahak-bahak melihat ekspressi minjung, Lucu dan menggemaskan seperti yang selalu ia lakukan.

“kau tidak dengar? suapi akuuuu jagiyaaaaa…” Aku mengulang dengan sedikit aegyo, walau aku tau aku selalu gagal dalam hal ini.. Tapi ternyata tidak untuk minjung, aegyo ku cukup membuat pipinya memerah dan mengerjapkan matanya beberapa kali. aku bisa merasakan minjung menyuapiku dengan canggung dan tangannya mulai gemetar

“Tidak perlu canggung, aku ini suamimu.. umm?” aku melihat pipinya kembali memerah dan kemudian ia tersenyum.. yappp senyuman terindah yang pernah kulihat

***
at next day_ Seunghyun’s apartement
Aku terbangun dipagi ini dengan perasaan segar dan baru. kukerjapkan mataku dan hal pertama yang menjadi pemandangan ku adalah sesosok yeoja yang berhasil mencuri perhatianku setahun yang tahun lalu, yapp minjung tengah tertidur lelap saat ini..
ia tertidur dengan posisi duduk dilantai tepat dipinggiran kasur semetara tangannya memeluk perutku dan tangan lainnya menjadi sandaran kepalanya. Ntahlah mengapa ia bisa tertidur seperti ini, ia pasti akan merasakan sakit ditubuhnya ketika ia bangun. dengan segera ku angkat tubuhnya dan membaringkannya di kasur.
ku selipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajahnya kebelakang telinganya, dengan penuh kasih sayang kubelai wajahnya dan memuja setiap inci kesempurnaan yang ia miliki. tanpa terasa ia menggeliat dalam tidurnya dan tiba-tiba matanya terbuka lebar, menatapku.

“eo??? aku membangunkanmu?” tanyaku, dan ia hanya menggeleng sebagai jawabannya
“gomawo” gumamku masih dengan posisi membelai wajahnya
“um? untuk apa?” dikerutkaannya keningnya, seolah tidak mengerti
“karna sudah merawatku”
“ya!!! tentu aku harus merawatmu. kau suamiku” aku tersenyum mendengarnya, yeoja ini benar-benar menggemaskan
“aku juga minta maaf karna sudah merepotkanmu”
“kau sudah baikan sekarang?” ku anggukan kepalaku sebagai jawaban. kutatap dalam matanya dan minjung pun melakukan hal yang sama.

perlahan-lahan tangaku yang dipipinya sekarang mulai meraba daerah lehernya membelai indah sebelum akhirnya turun ke daerah lain.
tanpa memberi waktu untuk berpikir dengan nakal bibirku mengecup bibir indah minjung, aku merasa bibirnya membeku kaget sesaat setelah bibirku mengecupnya secara tiba-tiba, tetapi sedetik kemudian aku bisa merasakan ia mulai membalasnya dengan menggerak gerakan lidahnya dengan sinkron. kupindahkan posisiku hingga akhirnya aku berada diatas tubuh minjung, lenganku meraba nakal disekitar tubuhnya sementara tangannya melakukan hal yang sama dileherku. Membawa tubuhku lebih dekat dengannya. Aku mulai menjilat bibir bawahanya, memintanya untuk melakukannya lagi. ciumanan kami berubah menjadi ciuman panas.

tanganku kemudian meluncur ke bajunya, membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya. setelah kupastikan semuanya terbuka,kutarik tubuh minjung hingga akhirnya ia berada diatasku.
aku benar-benar tidak ada niatan untuk melakukan ini sebelumnya, namun ntah mengapa pagi ini isitriku itu terlihat lebih sexy membuatku ingin melakukan ini dengan nya.

***
Kim Minjung POV_ 3MONTHS LATER
Kupijat pelipisku menggunakan ibu jariku, arrrgghhh sakit kepala ini benar-benar hampir membunuh ku. Sudah Beberapa hari aku sering merasa sakit kepala dan diiringi rasa mual yang sangat buruk. Memikirkan tingkah seunghyun oppa benar-benar membuatku sakit, sudah tiga bulan sejak peristiwa itu terjadi, kupikir setelah kami bercinta pagi itu semuanya akan kembali normal, dan seunghyun oppa akan memperlakukanku lebih baik seperti yang ia lakukan di bulan pertama awal pernikahan kami. Tapi perkira’anku salah. Semuanya sama saja, sikap seunghyun oppa kembali dingin terhadap ku.
Ini benar-benar menguras pikiranku, ingin sekali aku bertanya ada apa sebenarnya dengannya tapi setiap kali melihat wajah lelahnya ketika pulang dan fakta bahwa ia tidak ingin bicara denganku, aku kembali harus mengurungkan niat itu dan hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk bertanya.

Suara pintu berderit terbuka membuat kepalaku berputar 90 derajat dan melihat seunghyun oppa masuk. ia melepas sepatunya dan berjalan kesofa dimana aku duduk sekarang, namun hanya untuk meletakan ransel diatasnya sebelum ia melenggang ke dapur, aku memperhatikan punggungnya yang berjalan kearah dapur dan moncoba untuk berdiri dan mengikutinya walau sakit kepalaku semakin menusuk.
Seunghyun oppa meminum jus jeruk yang sudah kubuat tadi siang dari dalam kulkas, ia menatapku selama beberapa detik cepat sebelum akhirnya berpaling. Lagi, aku hanya bisa menghela nafas berat menanggapinya.

“oppa, kau sudah makan malam?” tanyaku ketika ia bersiap untuk sikat gigi di westafel. ia menengok kearahku sesaat dengan pandangan yang sulit ku ucapkan sebelum akhirnya ia menggeleng sebagai perwakilan dari jawabannya.

“aku sudah memasak makan malam, aku akan menyiapkan meja makan jika kau ingin makan sekarang” seunghyun oppa pun mengangguk.

Usai menyiapkan makan malam untuk seunghyun oppa, aku duduk tepat disampingnya, memperhatikan setiap inci wajah tampannya. Aku merindukan senyuman hangat yang dulu selalu ia berikan padaku. Dalam keheningan makan malam kami, aku kembali merenungkan apakah ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya?.

“Oppa…. Bagaimana harimu hari ini?” Tanyaku.
Aku sengaja bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan umum yang selalu kutanyan setiap hari. Aku menunggu jawabannya tapi ia tetap diam

“Bagaimana latihanmu? apa istirahatmu cukup? kau makan tepat waktu kan oppa?”

-HENING-

“Kenapa tidak mengangkat telpon ku tadi siang? lalu kalian kapan akan melakukan comeback? aku jadi tidak sabar untuk menontonya”

-HENING-

“oppa…. aku bertanya, kenapa kau selalu diam? apa kau sakit?”

*BAMM!!!

aku sedikit tersentak dari kursi ku ketika tiba-tiba namja disampingku ini membanting sumpit ditangannya agak kasar diatas meja. Aku hanya bisa menatapnya dengan ekspressi bingung.

“Bisakah kau berhenti?” Serunya dengan nada datar dan dingin

“H..h…Hentikan apa, oppa…?” aku tergagap, kaget, dan terkejut mendengar ucapannya.

ia membalikan tubuhku sebelum kedua tangannya meraih bahuku dengan kasar, membuat ku menghadap ke arahnya. Genggamannya dipundakku begitu kuat dan terasa sakit

“ahh.. o..oppaa appooo—” isak ku

“bisakah kau untuk sekali berhenti mengajukan begitu banyak pertanyaan terhadapku? Jangan terus-terusan menelpon ku, berhenti mencemaskan hal-hal sederhana tentangku, berhenti peduli tentang hal-hal bodoh, hentikan semuanya!! aku muak, kau tau??”

“oppaaa~”

“aku merasa seperti tercekik, kau tau?? Kau benar-benar memperlakukan ku seperti bayi.. Minjung, bisakah kau memberikan ku sedikit ruang.. um?? kau mengerti maksudku kan?” Gumamnya sebelum akhirnya ia meninggalkan ku tercengang sendiri diruang makan.. Ucapannya berhasil membuat setengah dari hatiku hancur. aku bahkan tidak tau harus berbuat apa lagi.

Jadi itu alasannya ia bersikap beda akhir-akhir ini? aku terlalu mengekangnya, membuatnya seperti anak bayi, atau setidaknya itulah yang ia pikirkan. Tapi bukankah aku sudah melakukan yang benar? aku berusaha keras untuk menjadi isrtri yang baik untuknya. Jadi aku salah?? selama ini yang kulakukan untuknya membuatnya seperti tercekik dan tidak mempunyai ruang? Ahhhh Aku merasa gagal, ku pikir aku sudah memperlakukannya dengan baik dan penuh cinta, tapi ternyata aku malah membuatnya seperti tercekik.

Jadi semua ini salahku? jadi seunghyun oppa berubah karna diriku sendiri? kesalahanku??
Salahku terlalu mengekangnya, hingga membuatnya seperti tercekik..

Tercekik?

Tercekik?

Tercekik?

Kata itu bergema diotak ku seperti mantra. Dan setiap kali itu bergema, aku merasakan ada ribuan jarum menusuk jantung dan otak ku secara bersamaan.
Air mataku kembali mengalir deras seperti hujan dipipiku, dan aku membenamkan kepalaku dikedua telapak tanganku, Tangisanku menjadi histeris ketika kata-kata seunghyun oppa kembali mampir di otaku. Aku merasa seperti duniaku hancur, aku benar-benar sulit menerima kenyataan bahwa aku sudah membuatnya seperti tercekik sementara aku sama sekali tidak ada niatan untuk membuatnya terkekang, semua yang kulakukan adalah tidak lebih sebagaimana seharusnya seorang istri. Apa aku salah jika aku peduli dan perhatian terhadap suamiku sendiri? apa aku sejelek itu sebagai seorang istri? aku benar-benar mengutuk diriku sendiri, aku merasa gagal.

***
Seunghyun POV
Aku terbangun dengan perasaan sedikit lebih dingin dari biasanya pagi ini. Dengan mata masih tertutup kurenggakan lenganku ku kesamping kananku berniat untuk memeluk tubuh mungil minjung yang biasa berbaring disampingku. Tapi lenganku mendarat langsung ke kasur, aku meraba sisi kananku sebelum akhirnya kedua mataku terbuka dan menemukan minjung tidak ada disampingku.
Dimana dia?
Apa dia sudah bangun?
Aku bertanya pada diriku sendiri.

Dengan setengah sadar, aku turun dari tempat tidur dan mengintip ke kamar mandi memeriksa apa minjung sedang mandi? Tapi Kamar mandi kosong

Aku berjalan ke arah balkon, berharap yeoja yang kucintai itu ada disana, tapi pintu balkon terkunci dari dalam, menandakan bahwa minjung tidak mungkin disana.

“Minjung-ah!! Kim minjung, jagiyaaa~~” seraya berjalan keruang tamu Aku berteriak memanggil namanya, berharap ada jawaban. Rasa cemasku pun muncul setelah aku tidak menemukan minjung disofa tempat biasa ia menonton drama kesukaannya.
Kemudian aku ingat tadi malam, dimana kami sedikit berargumen di dapur.. ya! dapur! – Aku berseru pada diri sendiri sebelum melesat kedapur.
Aku gugup melangkah kedapur, sementara otak ku bekerja bagaimana cara yang tepat untuk meminta maaf kepada minjung. Aku menghela nafas berat saat ku lihat sosoknya tertidur diposisi yang tidak nyaman. Duduk dikursi dengan kedua tangannya menjadi bantal untuk mengistirahatkan kepalanya. Aku kemudian duduk disamping minjung, ia tidur begitu lelap sehingga tidak menyadari keberadaan ku disampingnya

Kutatap dengan intens wajah lembut minjung, dan saat itulah aku melihat matanya yang bengkak, apa semalaman ia menangis? Minjung tampak rapuh. ia pucat dan usang. Aku mengusap rambutnya sebagai rasa bersalah.
Apakah ucapanku terlalu keras semalam? Apa aku sudah menghancurkan hatinya?

Kulirik jam yang tergantung di dinding. sudah hampir menunjukan pukul 7.30 pagi dan aku harus sampai di gedung YG jam 8.00.
Kuangkat tubuh berat minjung ala bridal style. Aku membaringkannya ditempat tidur dan setelah itu aku bersiap untuk diriku sendiri sebelum berangkat ke gedung YG.

Ku masukan semua barang-barangku ke dalam ransel dan melihat pantulan diriku dicermin sekali lagi. Semua sempurna dengan jacket hitamku, celana jeans dan sneaker Abu-abu yang selalu kukenakan. Aku berjalan menuju pintu, namun langkah ku terhenti ketika melihat posisi tidur minjung yang terlihat tidak nyaman. aku duduk ditepi tempat tidur, Alisnya sedikit berkerut begitu juga bibirnya, Minjung pasti sedang bermimpi.

“Mianhae~” Gumamku ditelinganya sebelum kudaratkan ciuman dikening, dengan harapan aku bisa menghapus kesedihannya.

***

Author POV
Sesosok yeoja dengan setelan kaos biru kebesaran dan celana pendek terlihat sedang membersihkan ruang tamu ketika ia merasa seperti ada sesuatu yang ia ingin keluarkan dari perutnya. Dia buru-buru lari ke wastafel sebelum membuang semuanya. Sehelai air mata bergulir ketika ia merasakan sakit ditenggorokannya, karna ini sudah kali yang kelima ia memuntahakan semua isi perutnya namun yang keluar adalah nihil. Dibukanya keran dan mencuci mulutnya. Kakinya melemah dan kepalanya seperti berputar. dicengkramnya dengan erat pinggiran westafel setelah merasa tidak kuat menopang tubuhnya sendiri, tubuhnya meluncur kebawah menyapa dinginnya lantai kamar mandi.

Masih dalam keadaan sadar minjung mencoba untuk menyenderkan tubuhnya didinding kamar mandi, memeluk lututnya dengan erat dan mencoba untuk menenngkan isakan tangisnya. Beberapa menit kemudian, ia berhasil menjernihkan pikirinnya dan kembali tenang. dan saat itulah minjung menyadari beberapa hal kecil yang terjadi dalam tubuhnya beberapa minggu terakhir ini.

Haid terlambat selama berminggu-minggu.

ia juga merasakan mual dan kehilangan nafsu makan akhir-akhir ini.

Dan hanya ada satu hal yang datang menghampiri pikirannya saat ini..

***

TO BE CONTINUED

AAAAAKKKKK…. SEMOGA SUKA YAHH, INI BIKINNYA 3HARI 3 MALAM LHOOOO, UDAH BACA PLISS KOMEN. THX
ORRIGINALY MADE BY AUTHOR ^^
THX FOR READ, DITUNGGU YAH NEXT CHAPTER NYA
GAMSHA~~^^

2 comments on “Lets talk about us #1 (TOP and YOU ff)

  • Aku g sengaja nemu blog ini setelah ngubek2 om google,, ffnya keren,, bahasanya juga bangus, lebay sih tapi aq nangis bacanya…… ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: