Tears in heaven FF ONESHOOT (YOONWON CAST)

Published August 21, 2014 by fanfiction2012

PhotoGrid_1408630392291

Tearn in heaven ONESHOOT FF (YOONWON FANFIC)
Cast : Im Yoona as wifey
Choi Siwon as husband
Choi ye eun as yoonwon daughter
Rate : All age
Genre : Marriege life, Sad Story
Author : Kim L
Note : Fanfic ini sedikit menyerempet true story nya Eric Clapton seorang penyanyi rock legendaris dari hollywood yang kehilang putra umur 4tahunnya karna sebuah accident yang tidak disengaja. Cast nya sengaja dibikin Yoonwon karna mereka emang pasangan ideal sepanjang masa (versi authornya). Baiklah silahkan dibaca dan siapkan tissue satu box ini sad story banget soalnya .. dan jangan lupa tinggalkan jejak sebelum di close page nya. Gomasupnidang ♥

*****

Yoona Pov
pagi ini aku menerima banyak fax. namun kegiatan ku yang lumayan sibuk membuat fax itu terabaikan oleh ku. aku harus menyiapkan sarapan, memandikan Ye eun, menyiapkan pakaian siwon oppa hmmm dan juga bekal kami untuk perjalan ke Seoul grand Park (kebun binatang di seoul).

yapp aku dan siwon oppa berencana untuk membawa ye eun melihat lihat sekawanan binatang dihari minggu ini, mumpung siwon oppa sedang tidak ada scedule.. dan lagi pula ini kali pertama ye eun pergi ke kebun binatang, hahah selama ini putriku itu hanya melihat binatang lewat serial TV ataupun buku ceritanya.

Ye eun sangat excited dengan seluruh rencana yang sudah ia siapkan, tak henti-hentinya ia bercerita tentang jerapah, singa, dan harimau kepada bibi gong asisten rumah tangga kami. ia bahkan tidak bisa tidur semalam dan pagi ini Ye eun bangun lebih cepat dari aku dan siwon oppa.

‘tititititit’ suara fax kembali masuk, tepat saat aku berjalan menuju kamar ye eun dan melewati tempat dimana suara itu berbunyi. ntah mengapa kali ini aku tidak mengabaikannya dan mulai membacanya

*kepada seluruh penghuni NONHYEON LA FOLIUM RESIDENCE besok kami akan melakukan pembersihan rutin. Kami akan………..*

“eommaaaa… tolong kuncir rambut ye eun” teriak suara mungil dari arah sudut ruangan, yang membuat ku reflex meninggalkan kertas berwarna merah tersebut tepat disebelah figura foto Ye eun ketika ia masih bayi. hah sudah kuduga hanya fax tidak penting, kupikir hanya membuang waktu jika aku membacanya.

“eo?? oppa kau sudah bangun? aku sudah membuat sarapan. makanlah” ucapku, ketika melihat siwon oppa keluar dari kamar masih dengan setelan piyama abu-abu. Namun bukannya pergi keruang makan, ia malah mengintili ku dan memeluk ku dari belakang.

“aigoooo, aku sedang repot oppa. kita harus sampai dikebun binatang sebelum jam 12. lihatlah sekarang bahkan sudah hampir jam 9” ia terus mengikuti ku sampai dikamar ye eun masih dengan posisi memeluk ku dari belakang

“Baiklah nyonya Choi ku *chuuu “siwon oppa pun akhirnya pergi namun sebelumnya ia mencium kening ku sebagai ucapan selamat pagi. Hal rutin dan wajib yang selalu ia lakukan dalam 6tahun pernikahan kami.

*****
SIWON POV – @ SEOUL GRAND PARK

“kyaaaa….. appaaaaaa” teriak putri kecilku ketika jemari mungilnya mencoba memberi sebuah wortel kearah jerapah yang mulai menjulurkan lidah panjangnya
“Gwenchana Ye eun-ah, gwenchana” terasa benar ketakutan Ye eun ketika wortel yang ada ditangannya mulai masuk kedalam mulut sijerapah. tangan lembutnya mencekram genggaman tanganku hahah tawaku dan yoona meledak ketika ia memejamkan matanya dan mengeluarkan ekspresi lucu.

aku selalu menikmati masa-masa seperti ini. masa-masa yang tidak akan pernah bisa terulang. masa-masa yang sangat amat jarang bisa ku lewati bersama. yapp mengingat scedule ku sebagai seorang idol membuat ku sulit menyesuaikan jadwal untuk keluarga kecilku. ayahku sudah menyarankan untuk keluar dari super junior dan meneruskan perusahaan keluarga kami. namun kupikir akan sayang mengingat kontrak ku tinggal setahun lagi, memberhentikan kontrak secara sepihak membutuhkan proses yang amat panjang dan sulit, jadi aku memilih untuk menghabiskan kontraku bersama SM dan kemudian hiatus dari industry ini. sudah cukup selama 20 tahun aku berkutat dalam dunia ini. dunia yang aku impi-impikan sejak kecil, sekarang saat nya aku meraih mimpi yang lain. Hidup bahagia bersama keluarga kecilku, dan menjadi superman untuk anak perempuan ku ini ‘Choi ye eun’

Tanganku terus menggengam jemari mungil Ye eun, sementara tangannya yang lain menggengam sebuah boneka gajah yang baru saja ku beli untuknya. Dan istriku yang cantik hanya mengikuti kami dari belakang, ia sudah paham jika hanya diwaktu seperti inilah aku dan ye eun bisa bersama. bisa dibayangkan betapa jarangnya aku bisa menggendong ye eun atau bahkan menggenggam tanganya.

“chaaa…. saatnya makan siang” teriak yoona sesaat setelah menyiapkan tilam dan keranjang bekal kami diatas padang rumput, pohon pohon yang berdiri membuat suasana begitu rindang dan sejuk. tidak begitu banyak orang disini, sehingga aku bisa melepas topi dan kaca mata hitam ku.

bibirku menarik sebuah senyum kebahagian ketika yoona mulai menyuapi gadis kecil yang kini duduk disebelaku. Mantel coklatnya sedikit terbuka di bagian bahu memperlihatkan kulit putih mulusnya,membuat ku reflek untuk membenarkannya. Malaikat kecilku itu sesungguhnya bisa makan sendiri, namun umur ye eun yang masih 4tahun membuat ia terkadang manja.
bisa kurasakan ada goresan rasa lelah diwajah yoona, ia benar-benar mengurus putri kami sejak bayi hingga sekarang. Tidak perlu ditanya aku kemana, choi siwon ini tentu saja sudah menghabiskan 4tahun belakangan di lokasi syuting, panggung dan studio. stiap malam ketika aku pulang, aku hanya bisa berbisik kata maaf ditelinga yoona dan ye eun, hanya itu yang bisa ku lakukan.

“appa… besok ye eun ingin makan patt bingsu bersama appa” Celoteh ye eun dengan accent koreanya yang begitu lucu. Terasa mata yoona melirik kearah ku, seperti menanti jawaban yang keluar dari mulutku. Aku pun tersenyum dan membelai rambut panjang Ye eun, merapihkan setiap anak rambut yang ada diwajahnya. Sesungguhnya aku sedang berpikir alasan apa yang lagi yang harus ku katakan untuk ye eun

“Mianhae aegi-ya, besok appa harus ke china untuk menyelesaikan syuting appa” ini penolakan kesekian kalinya yang keluar dari mulutku, dan untuk kesekian kalinya pula aku harus melihat wajah kekecewaan ye eun. Aku hanya bisa memperlihatkan wajah penyesalan ku kearah yoona, yang dijawab dengan anggukan dan senyuman darinya.

“Gwenchana ye eun-ah, Besok eomma akan menemani mu makan patt bingsu yang ter enak di Gangnam. Arachi? eomma tau tempatnya” jelas yoona kearah ye eun, yang hanya dijawab dengan anggukan lemah. aku bisa merasakan rasa kekecewaan putri kecilku itu.

“Mianhae..” ucapku dengan menundukan kepalaku, mencoba untuk melihat wajah ye eun yang masih tertunduk.

kuhembuskan napas beratku, sebelum akhirnya ku tarik tubuh ye eun dan memeluknya dipangkuanku

“eummm… eomma bagaimana kalau bulan depan kita pergi kemping di kkangwondo?” ucapku lantang yang sontak membuat ye eun mengangkat kepalanya.

“oppa yakin bisa?” tanya yoona sedikit tidak percaya, sementara Peri kecil yang ada dipangkuanku saat ini mulai memperlihatkan wajah bahagianya

“ne, bulan depan aku punya libur 2hari setelah syuting drama ku selesai di china” lanjutku lagi.. Aku bisa merasakan senyum Ye eun mengembang setelah itu, aku dan yoona hanya berpura pura tidak melihat, karna jika kami menggodanya ia pasti akan ngambek lagi.

“bersabarlah hingga kontrak ku selesai. setahun lagi.. aku berjanji akan menebus semuanya. walau waktu tidak bisa diulang ketika kau repot mengurus ye eun yang masih bayi, namun aku akan terus ada disampingmu untuk kedepannya. mengantar ye eun sekolah, menemaninya belajar, pergi ke departement store bersama, menyuci kaki ye eun sebelum tidur, menyuapinya, dan melewati masa-masa seperti sekarang ini lebih sering” ku tatap dalam mata yoona, mencoba menjelesakan kondisi ku saat ini..namun ia malah mempoutkan bibir sexy nya dan kedua alisnya di kerutkan.

“eyyyyy, hanya ingin mengurus ye eun? bagaimana denganku?” godanya, yang sukses membuatku tertawa dan sedetik kemudian aku memeluknya. Oh tidak, lebih tepatnya aku tengah memeluk dua anugrah terindah dalam hidupku, Yoona dan ye eun.

****
YOONA POV – at next day

“ye eun-ah jangan lari-lari disitu sayang. mereka sedang membersihkannya” ucapku, seraya merapihkan boneka boneka yang berserakan dilantai. putri kecilku bangun agak pagi hari ini, mungkin ia ingin bermain sebentar dengan appanya sebelum brangkat. yapp siwon oppa baru saja berangkat menuju china kemungkinan ia disana untuk beberapa minggu.

“Bibi Gong tolong jaga ye eun sebentar ya, aku mau mandi” aku pun bergegas menuju kamar ku setelah melihat bibi Gong menemani ye eun bermain. Badanku lengket, hmm semalam aku sedikit bermain dengan siwon oppa. mungkin orang menyebutnya olahraga malam. sudah lama kami tidak melakukannya, mengingat siwon oppa yang sibuk dan aku yang terlalu lelah karna seharian menjaga ye eun.

***
namun ntah kenapa sejak semalam perasaan ku tidak enak, seperti sekarang ini aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat. apa karna kami sudah lama tidak melakukaanya dan membuatku jadi gugup?
hahhh tidak mungkin, saat malam pertama ku saja aku tidak seperti ini. seraya berdiri didepan kaca, ku usapkan tanganku didada mencoba untuk meredakan detakannya.
“Yatuhan, Jaga siwon oppa. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa” bisiku dalam hati, Jujur saja aku sedikit khawatir.

aku baru saja selesai mandi, masih terdengar terikan terikan mungil ye eun. sepertinya ia sedang bermain petak umpet bersama bibi gong. tak jarang aku menyiratkan sebuah senyum ketika terdengar celotehan Ye eun yang belum begitu jelas dalam berbicara.

(15 menit kemudian)

“AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK”

ku hentikan kegiatan menyisirku ketika aku mendengar terikan yang begitu kencang, namun kali ini bukan dari suara Ye eun
“bibi gong?!?” pikirku, dengan cepat aku keluar kamar untuk memastikan apa yang terjadi.

aku keluar dan menanyakan ada apa, namun pemandangan yang mencekam cukup membuatku berdiri mematung, Bulu kuduk ku berdiri.
berjuta pertanyaan timbul di otak ku
Dimana Ye eun?
Mengapa bibi gong menangis?
Lalu sejak kapan jendela apartement kami bisa dibuka?

Hening, dan hanya terdengar isakan tangis Bibi Gong. housekeeper yang bertugas membersihkan apartement kami berdiri dari jendela melihat kebawah sambil menutup mulut mereka dengan telapak tangan, seolah terkejut akan sesuatu yang baru saja terjadi.

“Ye eunnn….” isakan bibi gong lagi, kaki ku melemas. kutahan tubuhku di knop pintu. seorang housekeeper berlari ke arahku mencoba menopang tubuhku, dan seorang lagi mencoba untuk menelpon masih ditempat ia berdiri dekat jendela.

“Terjadi kecelakaan dari apartement nomer 1004, seorang anak kecil jatuh dari jendela. Tolong segera Panggil ambulance. kejadiannya ada di sebelah barat gedung ini (……….) Ne Gamsahabnida”

Tubuhku lemas, hancur, dan napasku terasa sesak.
“ye euuuuunnnnnnnnnn” teriaku lagi, hingga akhirnya semua gelap.

****
SIWON POV
“uhuk…. uhuk….” tiba tiba saja aku tersedak, aigooo padahal aku sedang tidak makan apa-apa.

ku lanjutkan lagi permainan games yang ada di ipad besarku, sebelum akhirnya aku tersadar bahwa kami sudah kurang lebih 30menit berada dilampu merah ini.

“Hyung, apa lampu merahnya mati?” tanyaku pada hyung manager yang duduk didepan, sementara aku duduk dibangku tengah.

“mollaDo, Ada banyak polisi sepertinya president park geun hye mau lewat. Tenanglah waktu check in mu masih satu setengah jam lagi” Mendengar penjelasan manager hyung, aku hanya menganggukan kepalaku.
kembali ku hidupkan ipad besar ku, namun tanpa sengaja aku malah menjatuhkannya. Terpampang tawa lebar seorang choi Ye eun sebagai walpaper di ipad ku.

‘Drrrrt… Drrrrt’

belum sempat aku membuka passCode ipad, aku merasa ada getaran dari iphone hitamku di dalam tas.

“Ne, Yeobo” jawabku secara mesra setelah melihat siapa yang menelponku

“………”

“yak!!!! kau jangan bercanda, jendela apartement kami terkunci dan itu tidak bisa dibuka”

“………..”

“Mwo???” Handphone ku terjatuh, untuk beberapa saat aku mematung. masih tidak percaya dengan apa yang barusan kudengar. Bibi gong menyampaikan berita barusan dengan setengah suara yang ia punya, dan suara sirine ambulance itu membuatku semakin lemas.

“Siwon-ah, wae geureyo?” Aku bahkan tidak punya kekuatan untuk menjawab pertanyaan manager hyung.

“Yak!!!! wae geureyo?? mengapa tatapan mu kosong begitu? apa yang terjadi?” tanya manager hyung lagi, air mata yang menggenang dipelupuk mata ku sukses jatuh ketika aku mengedipkan mataku

“hyung… aku harus kembali! o-o-eothokke- eothokke- eothokke? kita harus putar balik sekarang” ku bolak balikan tubuhku mencari cara agar bisa putar balik, mengingat posisi van kami benar benar terjepit.

“Yak!!! choi siwon tenangkan dirimu!! ada apa sebenarnya?” manager hyung mencoba menenangkan ku dengan menepuk-nepuk kedua pahaku. aku pun tersadar

“Hyung, uri Ye eun… Ye eun jatuh dari apartement kami” manager hyung terlihat terkejut mendengar penjelasanku barusan. sementara aku semakin kacau, memutar otak agar aku bisa kembali ke gangnam secepat mungkin sementara sekarang aku masih terjebak lampu merah di incheon

“a-a-aku akan menggunakan taxi, atau bus, atau apapun itu” ku lepaskan sit belt ku dan keluar dari van. Tidak peduli jika aku menjadi tontonan saat ini, terdengar jelas manager hyung meneriaki namaku. namun sedikit pun tidak ada niatan ku untuk menoleh. pikiranku penuh dengan keadaan Ye eun.
aku menyebrangi jalan yang sepi, dan saat itu aku tersadar bahwa jalanan ibu kota sedang ditutup. tidak mungkin akan ada taxi yang lewat.
“oh God!!!!!! kenapa harus disaat yang seperti ini, kumohon selamatkan Ye eun” ucapku seraya bersandar di sebuah tiang, dan tak lama aku melihat manager hyung berlari menghampiri ku.

“siwon-ah!!! tenangkan dirimu, aku sudah menelpon Sooman dan syuting mu dicina hari ini akan dibatalkan” manager hyung mencoba menenangkan, apa barusan katanya? hhhh aku bahkan sudah tidak ingat bahwa aku harus ke china

“Yak!!! walaupun si tua itu memaksaku pergi. Aku tidak akan pergi. aku sudah tidak peduli jika aku dituntut.. ini masalah nyawa anak ku hyung, kau tau kan betapa berartinya Ye eun untuk ku?” tangis ku pecah, aku tidak peduli lagi bahwa aku seorang idol yg harus menjaga image ku. hyung manager memeluk ku. hingga pada akhirnya lampu merah kembali menyala dan van kami segera mengambil arah balik ke apartement.

***
suara sirine ambulance, mulai terdengar bergema di area sekitar apartement nonhyeon La Folium. itu tambah membuat persendian ku melemah.
‘aku harus kuat, choi siwon kau harus kuat’ ucapku dalam hati. yapp aku harus kuat untuk yoona istriku

sebelum aku masuk apartement ku, aku harus memastikan bahwa aku tidak menangis, ku usapkan air mataku. namun air mata yang lain kembali jatuh setelah aku mendengar racauan yoona dari dalam sana.

akupun akhirnya masuk, dan segera berlari kearah wanita berperawakan kurus tinggi yang kini sedang terbaring terkulai dipangkuan ibu mertuaku.

aku memeluknya, terasa benar tubuhnya lemas, disematkan tangannya di lengan besarku sementara wajah mungilnya di benamkan didadaku. sementara wajahku kubenamkan diatas kepalanya. Kami berdua sama-sama menangis dengan histeris, aku tidak bisa berbohong dan berpura-pura menjadi kuat. hatiku benar-benar hancur jika mengingat keadaan Ye eun barusan, aku pergi melihat keadaanya terlebih dahulu sebelum kemari

FLASHBACK

tubuh mungilnya sudah ditutupi plastik kuning dan dikelilingi garis polisi. kaos princess yang tadi pagi dipakainya masih mambaluti tubuhnya.. air mataku tidak henti-hentinya mengalir, rambut hitam panjangnya sudah berubah menjadi lumuran merah yang kental.

“ap–pa sangat mencinta Ye eun, Jangan lupakan appa, Sa-sampai ketemu disurga sayang. Ini mungkin yang terakhir….” ku dekatkan mulutku kearah telinga Ye eun

“Mianhae, Saranghae” bisiku tepat ditelinganya. aku harap Ye eun mendengarnya dan memaafkan aku. padahal permintaan terakhirnya hanya ingin makan patt bingsu berasama ku. appa benar-benar minta maaf Ye eun-ah.

FLASHBACK END

“korban akan kami bawa keumah sakit untuk autopsy lebih lanjut, apa ada perwakilan dari keluarga” suara seoramg pria dari arah pintu membuyarkan suasana yang penuh air mata di apartementku.

“biar aku saja” ucap ayahku lantang, ia terlihat yang paling tegar diantara kami. walau sesungguhnya aku tau ayah juga sangat hancur mengingat Ye eun adalah cucu kesayangannya dan sangat dekat dengannya

“na-do” yoona melepaskan pelukanku,dan mencoba mengeluarkan sisa sisa suara parau miliknya. ku gelengkan kepalaku menandakan bahwa ia tidak boleh pergi. kondisinya sangat lemah, ia pasti tidak akan kuat

“a-aku mau menemani Ye eun” ucapnya yang terdengar seperti bisikian, ia bahkan tidak kuat untuk bicara

akhirnya aku menuruti maunya, seluruh keluarga kami memutuskan untuk pergi kerumah sakit.
aku dan ayah mertua ku membopong tubuh lemas yoona kearah lift. terpampang diatas lift sebuah angka 36. itu adalah angka lantai dimana tempat kami tinggal.

“tiga enam?? hiks~~~~ Ye eun ku jatuh dari lantai tiga enam~~~ ia jatuh tanpa ada satu orang yang dicintainya disampingnya.. Ye eun maafkan eomma” tubuh yoona kembali melemas dan jatuh tersungkur dilantai lift, dengan reflek aku mengangkat dan menggendongnya. aku pun kembali menangis , melihat keadaan istriku ini hatiku semakim hancur.

sesampainya dirumah sakit, yoona sedikit mulai kuat untuk berjalan. walau masih perlu ku bopong. kami sekeluarga langsung menuju kamar kremasi. tempat dimana Ye eun akan dikremasikan.

suasananya sangat dingin disini, yeoja dalama dekapanku ini kembali mengeluarkan air matanya. namun kali ini ia menangis tanpa suara, terisak dan sangat menyedihkan.

“Ye eunnnnnnn bangun nak” teriak ibu ku mencoba menggerakan tangan Ye eun yang terbaring pucat. kondisi ibuku dan yoona sama sama hancur saat ini.
Dan yeoja dalam dekapan ku sekarang, mulai memberanikan dirinya membelai wajah Ye eun.

“kenapa meninggalkan eomma?” tanya nya dengan setengah suara

“Ye eun bilang ingin makan patt bingsu hari ini dengan appa. ini appa sudah ada disamping mu, ayo kita makan eskrim” Lanjutnya lagi, kutarik napasku mencoba mengatur emosiku

“besok pagi yang membangunkan eomma siapa?”

“ketika appa pergi, yang menemani eomma siapa?”

“kenapa putri eomma diam saja? apa ada yang sakit? katakan pada eomma, eomma akan menolongmu”

“Ye eun-ah!! ireona jebal!! Ye eun-ahhhh!! ireonaaaaaa~ ” yoona kembali meracau, dengan reflek aku dan ibu mertuaku memeluknya. Membantu nya untuk berdiri.

***
Author POV
Member super junior sudah berkumpul di rumah duka lengkap dengan pakaian serba hitam. satu persatu dari mereka mengucapkan bela sungkawa terhadap siwon dan yoona. eunhyuk dan ryeowook bahkan menangis sesaat setelah sampai di rumah duka.
Berita duka ini sudah mulai menyebar di media online dan cetak seluruh dunia. Twitter dan instagram siwon penuh dengan comment bela sungkawa dari fans, terlebih postingan terakhir siwon di instagram adalah foto Ye eun tadi pagi sebelum ia berangkat.

“Ye eun kami tumbuh dengan baik” Tulisnya dipostingan terakhir, sepertinya ia memfoto Ye eun secara diam-diam ketika putri kecilnya itu tengah sarapan.

wajah cantik yoona kini berubah menjadi wajah pucat pasi, kulit mulusnya basah akan air mata dan keringat, dan rambut panjangnya dikuncir begitu saja. ia masih belum bisa menerima putri yang ia kandung selama 9 bulan, Dibesarkan dan tumbuh menjadi peri kecil yang cantik itu kini sudah tiada. pergi untuk selama-lamanya meninggalkan banyak goresan kenangan yang begitu indah.

****
{Dua minggu kemudian}
Yoona POV

kami kembali keapartement kami setelah dua minggu menginap dirumah orang tua ku. Saat itu aku benar-benar tidak berani untuk kembali kemari, terlalu banyak kenangan bersama Ye eun, malaikat kecilku.
baru selangkah aku masuk, air mataku kembali mengalir. kuhirup bau apartement kami, baunya mengingatkan ku akan Ye eun. teriakan nya memanggilku, ketika ia berlarian disekitar sofa.
Ku coba melangkahkan lagi kaki ku, dengan tangan siwon oppa yang masih merangkulku.

ku letakan jemariku di sebuah meja berwarna putih tempat dimana figura foto Ye eun ketika masih bayi. air mataku tak henti-hentinya mengalir. sampai akhirnya mataku menangkap secarik kertas berwarna merah, kurasa ini adalah fax yang pada hari itu tidak ku baca sampai selesai

*kepada seluruh penghuni NONHYEON LA FOLIUM RESIDENCE besok kami akan melakukan pembersihan rutin. Kami akan membuka jendela disetiap ruangan. kepada penghuni yang mempunyai anak dibawah 8tahun, agar diberikan pengawasan ketat*

kubaca berulang kali fax barusan, kenapa aku begitu bodoh aku tidak membaca surat ini hingga akhir..

“Maafkan eomma, Ye eun maafkan eommaaaaaa~~” aku kembali meracau lagi, hatiku sakit mebaca surat ini, andai aku membacanya lebih awal. aku pasti akan menjaga Ye eun. Aku tidak tau jika kaca jendela itu akan dibuka, awalnya aku pikir ini adalah kesalahan pihak apartement. Ayah mertua ku bahkan sempat membawa kasus ini keranah hukum, namun pihak apartement mengelak bahwa sudah diberi pemberitahuan sebelumnya, dan ternyata memang benar. Kesalahan ku tidak teliti dan mengabaikan surat pemberitahuan itu.

siwon oppa akhirnya membopong ku ke kamar, dibaringkannya tubuhku dikasur. Bahkan bau tubuh Ye eun masih melekat jelas di sprei ini, kuremas sprei tempat tidurku,dan kembali menangis.
aku merasakan jemari besar siwon oppa mejamah kepalaku, dan mengusapnya dengan sayang. Sebelumnya ini adalah skinsip favoritku, namun ntah mengapa sekarang semua terasa berbeda.

“Yeobo, kita sudah berjanji untuk tidak menangis lagi kan?” parau Siwon oppa, rupanya ia juga menangis. Aku tau selama ini ia mencoba untuk berpura pura kuat, namun ia selalu gagal.

“Maafkan aku, aku gagal menjaga Ye eun” Ucapku setengah berbisik, untuk kesekian kalinya aku mengucapkan kata maaf untuk siwon oppa.

****

SIWON POV

“Maafkan aku, aku gagal menjaga Ye eun” ucap yeoja yang kini tengah terbaring diranjang, matanya yang bengkak karna tak henti-hentinya menangis, dan Penampilannya yang kacau cukup mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini.

“Berhenti menyalahkan dirimu yeobo, sudah kubilang ini bukan salahmu” aku dalam tangisku, aisssh aku gagal lagi mencoba kuat untuk yoona.
ia selalu menyalahkan dirinya akan kejadian Ye eun, karna pada saat itu ia tidak tau jika jendela apartement akan dibuka. Biasanya memang jendela itu terkunci, dan hanya bisa dibuka oleh pihak apartement. Menurut penuturan bibi gong, Ye eun sedang bermain petak umpet saat itu. Hingga ia menaiki sofa, ia bersandar pada jendela yang terbuka lebar seperti mulut singa yang sedang mengaum. Mungkin ia pikir masih ada kaca disana, Hingga pada akhirnya tubuh mungil Ye eun jatuh keluar. aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah takutnya. ia pergi begitu saja tanpa ada aku ataupun ibunya diakhir hidupnya.
Ku usapkan lagi tanganku dipipiku memngusap buliran air mata yang tak henti-hentinya jatuh mengalir.
namun aku semakin tidak kuat menahannya, membuatku terlihat seperti pria lemah.

akhirnya aku memutuskan meninggalkan yoona dikamar sendirian, sementara aku pergi keluar Menancapkan gas mobil ku. Ntah kemana tapi yang pasti jauh dari istriku, jika yoona melihatku menangis ia akan terus berpikiran bahwa ini semua salahnya.

@THE TIMBER HOUSE, PARK HYATT SEOUL
aku memberhentikan audy hitam ku ditempat favoritku ketika aku masih muda. ini adalah kali pertama semenjak Ye eun lahir.
aku tidak pernah kemari lagi. pikirku walau ia masih kecil, batinnya pasti tau jika ayahnya minum dan mabuk.

penampilan ku sungguh kacau untuk disebut seorang idol. beruntung tempat ini sedikit gelap dan remang-remang. Music yang bergema disetiap sudut membuat siapa saja penngunjungnya ikut menggerakan tubuh mereka. Dulu aku sering kemari bersama kyuhyun atau eunhyuk, hanya untuk segelas wine atau champagne. Melepas penat dan rasa bosan akan schedule-schedule yang telah mengikat kami.

“berikan aku satu botol Dom Perignon 1998” ucapku pada salah satu pramusaji yang baru saja ingin memperlihatkan menu drink list mereka. Minuman favoritku sejak dulu, minuman yang walau hanya satu gelas saja bias membuat dunia mu berubah.

*****

(9month later)
Yoona POV

‘Choi Ye eun’
begitulah ukiran sebuah nama diatas pusara cantik lebat dengan rerumputan hijau dan ditumbuhi dengan bunga mawar putih.

“eomma datang sayang. eomma sangat merindukanmu” lirihku, hatiku kembali perih. semua yang sudah kucuboa lupakan kini teringat kembali. Wajah Ye eun, teriakan Ye eun, harum tubuhnya semua seperti bangkit kembali dari ingatanku.

“maafkan eomma, eomma tidak pernah mengunjungimu. eomma takut tidak kuat sayang” lanjutku lagi. yapp ini pertama kalinya aku mengunjungi makam Ye eun setelah posesi pemakamannya sembilan bulan yang lalu, dan aku pingsan sesaat ketika peti Ye eun dimasukan.

“Trimakasih sudah datang kedalam mimpi eomma” ucapku seraya tersenyum.

aku masih ingat bagaimana tawa Ye eun ketika menghampiri ku didalam mimpi. ia memeluk ku, menciumi pipiku, mengatakan bahwa ia merindukanku.. itulah sebabnya hari ini aku menguatkan diriku untuk mengunjungi makam Ye eun.

belakangan ini hidupku benar-benar hancur. tiada hari tanpa tangisan, sangat kacau. suara mungil Ye eun memanggilku ‘eomma’ sering terdengar olehku. Dokter psikiater mengatakan itu hanya halusinasi.
yapp, ibuku membawaku ke psikiater, mungkin ia berpikir bahwa aku sudah gila, mengingat aku sering berbicara sendiri atau bahkan menangis dan setelah itu aku bisa tertawa terbahak-bahak.
itu semua kulalui di masa 3bulan pertama kepergian Ye eun.

sekarang??? Mungkin sedikit lebih baik, aku rutin dalam menjalani terapi psikologis ku

siwon oppa??? hahhhh ntahlah, aku merasa ada tembok besar diantara kami saat ini. ia jadi semakin jarang pulang, sering mabuk-mabukan, dan ia berubah menjadi pribadi yang dingin. ia juga semakin disibukan dengan persiapan konser SMtown bulan depan. sembilan bulan belakangan ini bisa terhitung dengan jari berapa kali aku bisa bertemu dengannya.

****
SM building
SIWON POV

“Siwon-ah kau yakin ingin memainkan lagu ini diSMtown?” tanya manager hyung, kedua alisnya ditautkan menyatakan rasa tidak percayanya.

“ne hyung, dan aku mau ketika aku menyanyikan lagunya. foto-foto dalam flashdisk ini menjadi VCR ku. kau buka sendiri ya hyung, aku tidak kuat melihatnya. itu ada di folder Our Memories” kuserahkan sebuah benda kecil namun sangat berharga untuk ku itu.
manager hyung hanya menganggukan kepalanya seolah mengerti.

“baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. jika sudah selesai di edit, segera kembalikan flashdisknya hyung. awas kalau hilang” aku seraya menepuk bahu manager hyung, dan setelah itu mengambil langkah keluar

“yak!!!! langsung pulang ke apartement mu!!!, kasihan istrimu” balas manager hyung, aku hanya mengangkat sebelah tanganku sebagai salam perpisahan

“Yak!!!! choi siwon dengarkan aku!! awas jika aku mendengar laporan member lain bahwa kau menginap di dorm lagi!!” teriak manager hyung lagi ketika aku sudah keluar dari ruangannya. namun cukup terdengar olehku.

Aku memang sudah mulai jarang pulang kerumah, waktu kosongku hanya kuhabiskan di studio, ruangan latihan, bar, dan bahkan tidur di dorm. Mabuk-mabuk an sudah menjadi kegiatan wajib ku setiap hari. ingatanku akan Ye eun sangat sulit dilupakan, bahkan setiap langkah di apartementku begitu menyesakan. Aku sudah bertekad untuk tidak menangis didepan yoona, itulah sebabnya aku jarang pulang. karna setiap aku kembali ke apartement itu hanya memancing air mata ku untuk kembali keluar.

***
saat ini aku berdiri didepan sebuah pintu dengan angka 1004 di atasnya. kutarik napas ku dan menghembuskannya panjang. sebelum akhirnya aku menarik slok pasword appartement ku.
yapp, aku kembali setelah 5minggu..

aku membawa sebuah papper bag coklat lumayan besar dan bertuliskan ‘Tous Les Jours’.
Tentu saja aku membawa kue Red velvet kesukaan istriku..

Yoona sedang mencuci piring didapur ketika aku masuk dan mencari keberadaanya.
Aku hanya bisa menatap nanar punggungnya. ia semakin kurus terlihat dari pakaian yang dipakainya, dulu baju itu begitu pas dibadannya namun sekarang terlihat ada bagian sisa di lengan dan pinggangnya.

kutaruh papper bag ku di atas meja, dan kemudian memeluk tubuh yoona. ia sedikit terkejut ketika ku lingkarkan kedua tanganku dipinggangnya.
sudah lama aku tidak memeluknya seperti ini. benar dugaanku tubuhnya semakin kurus.

“eo?? oppa wassoyo? mandilah aku baru saja selesai makan malam, kau pasti sudah makan diluar kan?” tanyanya yang kujawab dengan gelengen. masih dalam posisi memeluknya.

“Bogoshieppo” bisik ku yang lumayan terdengar olehnya mengingat jarak mulutku dan telinganya hanya itungan centimeter.

tanpa menjawab ku, yoona masih terus melanjutkan kegiatannya mencuci piring, memang sedikit agak banyak. sepertinya ini cucian piring selama seminggu. bau nya tercium tidak enak. ku lepaskan pelukanku dan kini berdiri disampingnya mencoba untuk memperhatikan setiap inchi wajahnya.

“Mau kubantu?” tawarku, Yoona hanya tersenyum dan menggeleng setelah itu. aku baru menyadari matanya bengkak dan ada sebuah lingkaran hitam disana, membuat batinku tersiksa.

ku usapkan jemari ku dikepalanya
“aku membeli red velvet kesukaanmu, kita makan bersama yaa” ucapku lagi yang dijawabnya dengan anggukan.

setelah kurang lebih 10menit menunggu yoona menyelesaikan cucian piringnya. akhirnya kami berdua saat ini berada dalam sebuah meja makan, menikmati setiap potong red velvet ini.
Hening~~~~~ begitu hening. tidak satupun dari kami membuka percakapan.

“kau harus banyak makan yoong, tubuhmu begitu kurus” aku mencoba memecahkan dinding es diantara kami.

“ne, oppa” senyumnya seraya melahap lagi potong kue nya. kurasa ia sudah menghabiskan setengah dari red velvet ini.

“kau habiskan yaa, oppa mau mandi” ku usapkan lagi jemari ku dikepalanya dan bangkit dari kursi.

aku pun melangkahkan kaki ku ke arah kamar, namun sebelum membuka knop pintu. mataku tanpa perintah melirik ke arah kiri. sebuah pintu dengan boneka pororo tergantung disana. Kamar Ye eun. tempat yang sangat kuhindari selama ini.
seolah bekerja sama dengan mataku, kedua kaki ini tanpa perintah mulai melangkah kearah sana.
kutarik napasku dalam dan kemudian membuka knop pintunya.

bau khas kamar nya masih sama seperti terakhir kali.. aku memberanikam diri untuk masuk lebih dalam. hingga akhirnya aku duduk dikasur berwarna pink milik Ye eun, tanganku menyentuh sebuah benda berbulu lembut yang ternyata adalah boneka gajah yang kubelikan untuknya di kebun binatang.

ku peluk boneka gajah itu menciuminnya, berharap Ye eun bisa kembali kepelukanku. Dan sekarang aku menangis lagi, aku menangis tanpa suara hingga tanpa sadar aku menjatuhkan diriku dikasur Ye eun, masih dengan posisi meringkuk dan memeluk boneka gajah miliknya.

“Ye eun, appa merindukanmu” isak ku, kini air mataku terus mengalir seraya aku yang masih belum berhenti menciumi boneka gajah ini.

“oppa..” sebuah sentuhan hangat membelai kepalaku. aku tau siapa pemilik tangan ini. namun bukannya membalikan tubuhku aku malah terus menangis. benar-benar sulit mengatur emosi ku.

“Gwenchana oppa, gwenchanna~~ menangislah..” lirihnya, suaranya yang parau membuatku reflek membalikan tubuhku dan kemudian duduk untuk memeluk yoona

“mianhae.. jeongmal mianhae.. harusnya aku yang menguatkan mu, harusnya aku selalu ada dimasa sulitmu, maafkan aku… karna tidak bisa berpura-pura kuat dihadapan mu” masih dalam keadaan memeluk tubuh yoona aku mengucapkan sambil sedikit terisak.

“aku mengerti perasaanmu oppa, menangislah jika kau ingin menangis. tidak perlu mengumpat dari ku. kita sama-sama menguatkan satu sama lain, arrachi?” aku merasakan suara yoona sedikit bergetar saat mengucapkannya. aku hanya bisa menjawabnya dengan anggukan.

kami masih berpelukan selama kurang lebih 30menit, terasa seperti kami saling mengirim energi kami. wanita ini benar-benar ajaib, selama dalam pelukan hangatnya aku mulai bisa mengontrol emosiku dan berhenti menangis. mungkin ini yang disebutnya ‘saling menguatkan’..

Benar!!!! Menguatkan satu sama lain, itulah tugas kami kedepannya.

***
(One month later) – SMtown Seoul concert

‘kyaaaaaaaaaaaaaaaa’ begitulah suara teriakan yang didominasi oleh perempuan di arena sport seoul malam ini. 2jam konser besar itu telah berjalan. penampilan yang baru saja membuat crowd pecah adalah duo EunHae dengan lagunya Still you.

riuh tepuk tangan dan teriakan fans kini berubah menjadi hening setelah dua buah layar disudut kiri dan kanan beserta satu layar utama menampilkan VCR atau video seorang namja tampan yaitu choi siwon tengah bermain dikolam renang bersama putri kecilnya.
terlukis benar kebahagian seorang ayah dan putri disana.

Suasana venue yang tadinya dipenuhi dengan berbagai macam warna light stick kini berubah menjadi serba putih dengan balon putih dan light stick putih.
ini sebenarnya hanyalah project ELF namun ternyata semua fans ingin ikut mengambil bagian untuk memberikan siwon support. apalagi rumor bahwa ini adalah konser SMtown terakhir siwon sudah beredar luas.

Siwon sudah memutuskan untuk tidak akan memperpanjang lagi kontraknya bersama Super junior. ia akan fokuskan dirinya untuk keluarga dan perusahaannya.

Video VCR itu kini berubah menjadi slide photo dan diiringi dengan petikan gitar merdu. sebuah lampu sorot kini menyinari seorang namja memakai jas hitam yang tengah duduk dikursi tepat ditengah panggung.

terlihat jelas diwajahnya ia sedang menahan tangisannya. sempat sedikit salah chord ketika memetik gitar. tidak peduli ia sudah latihan ratusan kali untuk performnya ini, rasa gugup terus dirasakan siwon.

“Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on
‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven

Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?

I’ll find my way
Through night and day
‘Cause I know I just can’t stay
Here in heaven

Time can bring you down
Time can bend your knees
Time can break your heart
Have you begging please
Begging please

Beyond the door
There’s peace, I’m sure
And I know there’ll be no more
Tears in heaven

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on
‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven

‘Cause I know I don’t belong
Here in heaven”

ini adalah lagu eric clapton – Tears in heaven.
siwon sengaja memilih mengcover lagu ini untuk perform solonya. yang ia persembahkan untuk putri kecilnya yang mungkin saat ini tengah tersenyum disurga.

sesaat setelah siwon selesai menyelesaikan lagunya, ia menutup mukanya dan menangis. sangat jarang oh bahkan tidak pernah ia menangis diatas panggung seperti ini. ia memiliki image yg kuat. namun malam ini image itu runtuh. seluruh artist SM kini berhamburan keluar dari belakang panggung, dan orang pertama yang lari memeluk siwon adalah Heechul dan leeteuk. dua hyung tertua digrupnya.

seliruh artis SM keluar untuk memberikan semangat kepada siwon, sementara fans kini mengeluarkan fanchant yang sama dan serentak

“him-nae-yo …. Choi-si-won!!! Him-nae-yo…. Choi-Si-won!!!”

seraya menggoyang goyangkan balon putih dan light stick putih mereka. bahkan ada sebagian dari mereka menangis karna lagu yang baru saja siwon nyanyikan.

***
kini seluruh artist SM menyanyikan lagu H.O.T – Hope menandakan bahwa konser telah berakhir.

“Encore!! Encore!! encore!!” teriak fans kompak. namun seorang namja tinggi dan tampan malah berdiri ditengah panggung. hanya diam menatap dari sudut kiri hingga sudut kanan.

‘siwon oppaaaaaa~’

begitulah terikan para fans ketika namja itu meleparkan senyumnya dan melambaikan tangan kearah fans.

ia akhirnya memberikan speech terakhir untuk fans
“yeorobun!! Elpeu (ELF), Soshi, cassieopia, Shawol, EXO-L, aFXtion. Jeongmal gamsahabnida. project kalian benar-benar daebak! aku tidak akan pernah melupakannya! ini mungkin konser terakhir ku di SMtown. Terimakasih untuk selalu memberikan ku support dan semangat. Stay healthy, dan tetap dukung super junior. Aku akan selalu mencintai kalian terutama para ELF. Saranghae elpeu!!!!!!! jalanan malam ini mungkin agak licin, kalian harus hati-hati dijalan. anyongiiiii!!!!!” teriak siwon melalu micnya. yang dijawab dengan teriakan kompak para fans.

seperti inilah kepribadian seorang choi siwon. pribadi yang hangat dengan fans, tidak pernah sedikit pun ia mengabaikan fans nya seberapa pun lelahnya dia, choi siwon akan tetap tersenyum jika ada fans yang berpapasan dengannya dan memanggil namanya.
sungguh berkharisma.

kejadian 11bulan yang lalu adalah masa terburuk dalam hidupnya.
dimana ia harus kehilangan putri kecilnya yang masih berumur 4tahun dengan cara tragis.
hidupnya hampir hancur ketika ia hanya menghabiskan waktunya di bar dan mabuk-mabukan. ia sangat terpukul dengan kepergian Ye eun.

namun sekarang ia sudah bertekad untuk lebih fokus terhadap keluarganya terlebih istrinya im yoona yang seratus kali lebih hancur dari pada dirinya setelah ditinggal Ye eun.

END~~~FF

*****

Thx for reading my dearest readers
Semoga suka yahh.
silahkan di komentarin fanfiction buatan saya ini.
Author twitter @LadyHeeyomi

39 comments on “Tears in heaven FF ONESHOOT (YOONWON CAST)

  • OMG,,,, sedh bgt deh bca’a ga tega bgt liat pas ninggl’a it ;( ;(
    salut buat yoona yg tetp bsa tenang hadapin tnpa melakukan hal spert yg siwon buat,meski sblm it pun yoona sepert orng yg skit jiwa,,,
    ouhhh daebakk lah os’a bkin habisn tissue..

  • Sedih bgt ini chingu, yaa ampun psti mereka sedih bgt harus kehilangan anak satu”x karena kesalahan kcil gak bca fax doank..
    Seriusan aku nangis apalagi pas yoona manggil” Ye Eun dirumah sakit… Hiks.. T.T

    kirain end nya ye eun bkalan ngasih penggantix ke yoonwon…😄

    ff nya bagus bgt, ngasih pelajaran moral bgt :’)

    Oia disini ada ff yoonwon lgi gak yah, klo ada mau donk bca, kkk~

    aku pembaca baru dan yah seorang yoonwon shipper, jdi smoga authorx bkalan buat ff yoonwon lgi yah🙂

    fighting chingu ^^

    • Hai.. thq udah baca, aku aja bikinnya sambil nangis bayangin perasaan yoona.

      Ini First FF yoonwon yang aku bikin. Sebelumnya pernah ada yoonwon tapi posisinya siwon orang ketiga antara yoonhae.judulnya the person that i loved. Di search aja yaa

      Sekali lagi trimaksih sudah baca ♥

  • Anyeong slm kenal,, aq reader bru disini🙂
    ini ff yoonwon ya? Iih, serius bikin mewek bacanya. Tragis banget smpe ngena ke hati😦
    Bagus banget ceritanya, kpn2 buat ff yw lagi ya. Yg lbih bagus dn keren. Gomawo udh ngijinin mampir

  • Banjiiiiirrrr😥😥😥 hiks hiks
    Sedih bangeet . Ini mungkin ff yw tersedih yg pernah aku baca . Gak sanggup bayangin kalu ini bener2 nyata . Sumpah ini kerEEeeenn (y) (y) (y) (y)

  • huaaa demi apa aku beneran mewek😥 daebak thor feelnya ngena bgt😥 bth sequel ni thor,stidaknya yoonwon bisa menata hdupnya kmbli dan yuna nya hamil lgi.. please..masi gntung kalo kek gni T.T

  • Bner2 nguras air mata…. seriuz ini ff buat gw mengharu biru, trbawa suasana, tnpa sadar air mata ngalir… hiks hiks.. ‘chingu prbnyak bkin ff yoonwon dong, gw smngat bcanya klo yoonwon yg main.. ff’a bner2 keren.. fighting!

  • nyesek baca ceritanya >< gak kebayang gimana perasaan yoonwon pas kehilangan putri satu2nya,, syukurlah kalo siwon udah mau pulang ke rumah dan hubungan yoonwon mulai membaik setelah kejadian itu,,,, ceritanya bagus, dapet banget feel nya pas baca,,, ditunggu karya ff nya yang lain yang gak kalah keren😀

  • Astagfirulloh.. Ini sedihnya bgt T_T
    ga berenti ini air mata.. Yaampun nyesek~~ T_T
    knp ih knp sedih?? Hhhuuuuaaaaa andwae~~
    Nice story author-nim^^
    Dilanjut lg bikin ff yoonwon nya yah^^ yg happy happy aja tapi kekekeke~~
    Gomawo^^

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: